Peran PT Moya Indonesia dalam Pengelolaan Air Bersih di Batam
Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Chandra, mengungkapkan perhatian terhadap kontrak yang diberikan kepada PT Moya Indonesia dalam pengelolaan air bersih di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Hal ini disampaikannya dalam pertemuan dengan perwakilan perusahaan, sekaligus merespons aksi demo yang dilakukan oleh warga Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar pada Kamis (22/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, ia meminta perwakilan Kejaksaan dan Deputi BP Batam untuk meninjau ulang kontrak tersebut. Sebagai informasi, PT Moya Indonesia adalah mitra strategis dari BP Batam yang memenangkan tender pengelolaan air di Batam dalam sebuah konsorsium bersama PT Pembangunan Perumahan (PTPP). Perusahaan ini bertugas sebagai penyedia layanan pengoperasian dan pemeliharaan instalasi pengolahan air secara luas di Indonesia.
PT Moya Indonesia merupakan bagian dari manajemen pusat dan pemilik modal yang berada di balik operasional. Sementara itu, Air Batam Hilir adalah unit pelaksana teknis di lapangan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Perusahaan ini dibentuk oleh konsorsium untuk menangani sisi operasional hilir, yaitu distribusi air bersih langsung ke pelanggan di Batam.
Selain Air Batam Hilir, terdapat juga PT Air Batam Hulu yang fokus pada pengelolaan sumber air baku di waduk. Air Batam Hilir menggantikan Adhya Tirta Batam (ATB) yang masa konsesi mengelola air di Batam selama 25 tahun yang berakhir pada 14 November 2020. Setelah itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam mengambil alih pengelolaan air bersih, kemudian dilanjutkan oleh mitra baru.
Langkah-langkah Penyelesaian Masalah Distribusi Air Bersih
Li Claudia Chandra menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kontrak yang ada. Ia meminta perwakilan Moya untuk terus berkoordinasi dengan Deputi BP Batam yang menangani teknis terkait hal ini. Dalam pertemuan tersebut, ia juga menegaskan pentingnya memastikan air bersih mengalir ke rumah-rumah warga.
“Saya maunya ada air warga saya. Kedepan, kalau ada kerjasama, harus ada air 24 jam dong, Pak,” ujarnya. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Moya mengungkapkan bahwa air bersih yang masuk ke area Sengkuang mencapai 220 liter per detik. Air tersebut akan dipompa ke tanki Bukit Senyum, lalu dipompa lagi ke Sengkuang, Batu Merah, dan sekitarnya.
Mereka mengklaim bahwa sejak Selasa sudah mulai ada peningkatan air bersih ke rumah warga. Hal ini menjadi salah satu upaya yang dilakukan BP Batam dalam menjawab keluhan masyarakat.
Respons BP Batam terhadap Aksi Demo Warga
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dan jajaran sebelumnya menemui langsung masyarakat Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepri yang menyampaikan aspirasi pada Kamis (22/1/2025). Kehadiran mereka bertujuan untuk mendengarkan secara langsung tuntutan masyarakat sekaligus memberikan penjelasan terbuka terkait upaya penyelesaian persoalan distribusi air bersih di Kota Batam.
Dalam aksi tersebut, masyarakat menyampaikan tuntutan utama, yakni percepatan aliran air bersih ke seluruh wilayah Batam, serta distribusi air yang adil. Menanggapi hal itu, Amsakar menyampaikan penjelasan secara lugas di hadapan massa. Ia menegaskan bahwa BP Batam tidak pernah membedakan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
“Azaznya berkeadilan. Tidak ada perbedaan pelayanan air bersih,” tegas Amsakar Achmad. Namun demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa wilayah yang masuk kategori stress area dalam distribusi air bersih, termasuk Kelurahan Tanjung Sengkuang. Menurutnya, kondisi tersebut terus menjadi perhatian utama BP Batam.
Sebagai langkah darurat, BP Batam telah mengerahkan armada tangki air untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. Distribusi air melalui tangki akan terus dilakukan hingga pasokan air bersih kembali normal. “Kami akan terus dorong distribusi tangki air langsung ke rumah-rumah warga apabila terjadi kekurangan,” kata Amsakar.
Ia menegaskan, BP Batam tidak pernah menunda penyelesaian persoalan air bersih. Amsakar memastikan seluruh jajaran pimpinan terus bekerja untuk menuntaskan permasalahan tersebut. “Yang terpenting bagi saya dan jajaran adalah memperjuangkan amanah masyarakat. Itu yang kami lakukan setiap hari,” pungkas Amsakar.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap kooperatif dan mendukung langkah-langkah pemerintah agar persoalan distribusi air bersih di Batam dapat segera diselesaikan secara berkelanjutan. “Kami butuh dukungan semua pihak agar solusi yang sedang dan akan dijalankan dapat berjalan optimal,” ujarnya.












