JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) atau BCA memiliki layanan khusus bagi nasabah terpilih yang dikenal dengan nama BCA Prioritas. Layanan ini menawarkan berbagai fasilitas eksklusif dan keuntungan tambahan yang tidak tersedia untuk nasabah biasa. Namun, bagaimana syarat, cara, serta saldo minimal yang dibutuhkan agar bisa menjadi nasabah BCA Prioritas?
BCA Prioritas adalah layanan perbankan yang telah hadir sejak tahun 1996. Layanan ini ditujukan kepada nasabah yang memenuhi kriteria tertentu dan mendapatkan undangan langsung dari BCA. Dalam situs resmi perusahaan disebutkan bahwa nasabah BCA Prioritas akan mendapatkan akses ke layanan khusus seperti media komunikasi eksklusif, akses ke airport lounge, manajemen kekayaan, brankas penyimpanan aman, dan lainnya.
Untuk bisa menjadi nasabah BCA Prioritas, syarat utamanya bukan hanya sekadar memiliki saldo minimal dalam jumlah tertentu. Bank swasta terbesar di Indonesia ini menyatakan bahwa perekrutan nasabah dilakukan secara invitation only, artinya hanya nasabah yang diundang oleh BCA yang dapat bergabung.
Menurut informasi yang diberikan oleh BBCA, salah satu kriteria utama adalah memiliki rata-rata saldo gabungan selama tiga bulan terakhir minimal sebesar Rp1 miliar. Selain itu, ada beberapa syarat tambahan yang juga harus dipenuhi.
Pada 10 November 2025, BCA mengumumkan adanya aturan baru terkait kriteria perekrutan nasabah BCA Prioritas. Aturan tersebut mencakup:
- Asset Under Management (AUM) rata-rata tiga bulan lebih dari atau sama dengan Rp1 miliar dengan proporsi dana murah (CASA) lebih dari atau sama dengan Rp250 juta, atau
- Full CASA lebih dari atau sama dengan Rp500 juta.
Sebelumnya, kriteria perekrutan hanya berdasarkan AUM lebih dari atau sama dengan Rp1 miliar atau full CASA lebih dari atau sama dengan Rp500 juta. CASA sendiri merupakan gabungan dari saldo tabungan dan giro, sedangkan AUM mencakup gabungan antara CASA, deposito, dan investasi.
Selain itu, BCA juga menetapkan biaya layanan baru untuk nasabah BCA Prioritas yang mulai berlaku pada Januari 2026. Biaya layanan naik dari Rp500.000 menjadi Rp1 juta. Namun, nasabah akan dibebaskan dari biaya layanan apabila memiliki rata-rata AUM minimal Rp1 miliar atau CASA minimal Rp500 juta.
Kinerja BCA
Dalam laporan kinerjanya, BCA membukukan laba bersih konsolidasi senilai Rp43,4 triliun pada kuartal III/2025. Angka ini meningkat sebesar 5,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp41,1 triliun.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyampaikan bahwa pertumbuhan kredit pada periode tersebut mencapai 7,6% year-on-year (YoY) menjadi Rp944 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi kredit yang berkualitas dan terjaganya likuiditas perusahaan.
Dari sisi himpunan dana pihak ketiga (DPK), hingga akhir September 2025 tercatat pertumbuhan sebesar 7% secara tahunan. Pertumbuhan ini didominasi oleh pendanaan murah atau Current Account Saving Account (CASA).
Lebih detail, penyaluran kredit menunjukkan pertumbuhan terbesar di sektor korporasi, yang tumbuh sebesar 10,4% YoY menjadi Rp436,9 triliun per September 2025. Kredit komersial naik 5,7% YoY menjadi Rp142,9 triliun, sedangkan kredit UKM tumbuh 7,7% YoY menjadi Rp129,3 triliun.
Sementara itu, kredit konsumer mengalami pertumbuhan sebesar 3,3% YoY menjadi Rp223,6 triliun, yang didorong oleh kenaikan kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 6,4% YoY menjadi Rp138,8 triliun.
CASA BCA sendiri tumbuh sebesar 9,1% YoY mencapai Rp999 triliun. “Pertumbuhan CASA selaras dengan total frekuensi transaksi BCA yang naik 78% dalam tiga tahun terakhir,” ujar Hendra.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.












