Budaya  

Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadan 1447 H/2026: Hukum dan Cara Lengkap

Jadwal Sidang Isbat dan Persiapan Menuju Ramadan

Sidang Isbat penentuan 1 Ramadan 1447 H akan digelar pada Selasa, 17 Februari 2026. Warga Muhammadiyah akan menggelar shalat Tarawih perdana pada hari yang sama, lalu keesokan harinya bersantap sahur dan mulai berpuasa. Seiring dengan datangnya bulan suci Ramadan, masyarakat Muslim di Indonesia sering melakukan berbagai tradisi untuk mempersiapkan diri.

Salah satu kebiasaan yang kerap dilakukan adalah mandi sebelum mulai berpuasa. Di sejumlah daerah, tradisi ini bahkan dilakukan bersama keluarga pada malam terakhir bulan Syaban, sebagai simbol membersihkan diri lahir dan batin sebelum memasuki bulan ibadah. Bagi banyak orang, mandi ini bukan sekadar membersihkan badan, tetapi juga menjadi momen refleksi seolah menandai bahwa esok hari mereka akan memasuki fase spiritual yang berbeda.

Hukum Mandi Sunnah Jelang Ramadan

Bagaimana sebenarnya hukum mandi sebelum puasa Ramadan? Berikut bacaan niat mandi sunnah menjelang puasa Ramadan:

Nawaitu ada’al ghuslil masnuni li fi hadzihil lailatil min romadhona lillahi ta’ala.

Artinya: Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadan karena Allah Ta’ala.

Niat ini dibaca dalam hati saat hendak mulai mandi. Seperti ibadah lainnya, niat menjadi pembeda antara mandi biasa dan mandi yang diniatkan sebagai ibadah.

Menurut penjelasan dari NU Online, tidak ada tuntunan khusus yang mewajibkan mandi sebelum puasa Ramadan. Mandi tersebut bukan bagian dari rukun maupun syarat sah puasa. Artinya, seseorang tetap sah berpuasa meskipun tidak melakukan mandi khusus pada malam pertama Ramadan. Namun demikian, Baznas menjelaskan bahwa mandi sebelum puasa dapat bernilai sunnah.

Sejumlah ulama memasukkannya ke dalam kategori mandi sunnah yang dilakukan dalam rangka menyambut ibadah besar, sebagaimana mandi sebelum shalat Jumat atau shalat Id. Dalam konteks ini, mandi menjadi bagian dari adab dan persiapan diri, bukan kewajiban, tetapi dianjurkan sebagai bentuk kesungguhan menyambut bulan suci.

Perbedaan Mandi Sunnah dan Mandi Wajib (Junub)

Penting untuk membedakan antara mandi sunnah menjelang Ramadan dan mandi wajib atau mandi junub. Jika mandi sunnah bersifat anjuran, maka mandi wajib memiliki konsekuensi hukum yang jelas. Mengutip laman resmi Kementerian Agama (kemenag.go.id), mandi wajib dilakukan ketika seseorang mengalami hadas besar. Kondisi yang mewajibkan mandi antara lain:

  • Keluar darah haid, nifas, atau wiladah (melahirkan) bagi perempuan.
  • Keluar air mani, baik disengaja maupun tidak.
  • Berhubungan suami istri, meskipun tidak sampai keluar mani.

Dalam kondisi tersebut, seseorang tidak diperbolehkan melaksanakan ibadah tertentu sebelum mandi wajib dilakukan.

Fungsi Mandi Junub dalam Ibadah

Mandi junub menjadi syarat sah untuk sejumlah ibadah, seperti:

  • Melaksanakan salat
  • Iktikaf di masjid
  • Tawaf di Ka’bah
  • Menyentuh mushaf Al-Qur’an

Karena itu, jika seseorang berada dalam keadaan hadas besar, ia wajib mandi terlebih dahulu sebelum menunaikan ibadah-ibadah tersebut. Namun ada satu hal yang sering menjadi pertanyaan setiap Ramadan: bagaimana jika seseorang mengalami junub pada malam hari dan belum sempat mandi hingga masuk waktu imsak?

Dalam hal ini, para ulama menjelaskan bahwa puasanya tetap sah selama ia telah berniat puasa dan memenuhi syarat serta rukun puasa lainnya. Artinya, kondisi junub tidak membatalkan puasa. Meski demikian, ia tetap wajib segera mandi sebelum menunaikan salat Subuh atau ibadah lain yang mensyaratkan suci dari hadas besar.

Niat dan Tata Cara Mandi Wajib

Berikut bacaan niat mandi wajib:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta‘ala

“Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta’ala.”

Dalam madzhab Syafi’i, niat harus dilakukan bersamaan dengan saat air pertama kali disiramkan ke tubuh.

Tata cara mandi wajib termasuk rukun mandi wajib (harus dilakukan ketika melaksanakan mandi junub):

  • Niat
  • Mengguyur seluruh badan
  • Membasuh tangan hingga tiga kali
  • Membersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel di badan
  • Berwudhu dengan sempurna
  • Mengguyur kepala sampai tiga kali, bersamaan dengan itu melakukan niat menghilangkan hadas besar
  • Mengguyur bagian badan sebelah kanan hingga tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan badan sebelah kiri juga tiga kali
  • Menggosok-gosok tubuh, depan maupun belakang, sebanyak tiga kali
  • Menyela-nyela rambut dan jenggot (bila punya)
  • Mengalirkan air ke lipatan-lipatan kulit dan pangkal rambut

Sebaiknya hindarkan tangan dari menyentuh kemaluan, kalaupun tersentuh, sebaiknya berwudhu lagi. Wallâhu a‘lam.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *