Pencarian Nadia Eka Kurniawati yang Masih Berlangsung
Pencarian terhadap Nadia Eka Kurniawati (13), seorang remaja yang hanyut di Sungai Karangmalang, masih berlangsung hingga hari ketiga. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di aliran sungai hingga area Waduk Jatibarang, Kota Semarang.
Kasi Operasi Basarnas Kantor SAR Semarang, Moel Wahyono, menjelaskan bahwa pencarian hari ini difokuskan pada susur sungai dan penyisiran permukaan waduk. Namun, kondisi cuaca menjadi tantangan utama dalam operasi tersebut. Hujan deras yang mengguyur kawasan Mijen menyebabkan debit air meningkat, sehingga menyulitkan proses penyisiran.
Arus sungai yang semakin deras membuat tim harus lebih hati-hati dalam bergerak. Medan di tepi sungai dinilai ekstrem dengan tebing tinggi dan kontur curam yang berisiko bagi personel. “Tim harus ekstra waspada karena tebingnya cukup tinggi dan licin,” ujarnya.
Selain arus deras, penyisiran di Waduk Jatibarang juga menghadapi kendala tumpukan sampah yang mengapung di permukaan air. Sampah-sampah tersebut memaksa petugas untuk lebih teliti dalam pencarian. Untuk menghindari risiko kebocoran akibat benda tajam atau material keras, penggunaan perahu karet dihindari dan diganti dengan perahu fiber.
Area waduk yang luas menjadi fokus maksimal pencarian hari ini. Selain menyisir permukaan, petugas juga memantau pintu pembuangan air untuk mencegah kemungkinan korban terbawa arus. Operasi pencarian dijadwalkan berakhir pukul 16.00 WIB dan akan dilanjutkan kembali pada Jumat (13/2/2026).
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula saat hujan deras menyebabkan tanggul Sungai Karangmalang jebol. Air meluap ke badan jalan, terutama di jalur turunan yang berada tepat di tepi sungai. Kondisi gelap dan arus deras membuat situasi di lokasi berisiko.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat dua sepeda motor yang hanyut hampir bersamaan di lokasi tersebut. Awalnya, laporan hanya menyebutkan satu korban hanyut. Namun, setelah penelusuran CCTV, ditemukan fakta baru bahwa ada dua kejadian hanyut di titik yang sama dengan selisih waktu sekitar satu hingga dua menit.
Motor pertama yang dilaporkan adalah Honda Scoopy yang ditumpangi dua orang. Saat melintasi jalan turunan di tepi Sungai Karangmalang, motor tersebut oleng dan jatuh ke sungai. Pengendaranya berhasil menyelamatkan diri, tetapi penumpangnya, Nadia Eka Kurniawati (13), hanyut terbawa arus.
Warga sekitar sempat melakukan pencarian awal di sekitar lokasi kejadian. Namun, derasnya arus serta kondisi malam hari membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Kejadian kemudian dilaporkan ke Kantor SAR Semarang untuk dilakukan operasi pencarian.
Penemuan Korban Lain
Fakta baru terungkap dini hari. Sekitar pukul 02.00, warga kembali melapor adanya kejadian serupa. Informasi tersebut diteruskan ke aparat setempat, yang kemudian melakukan pengecekan rekaman CCTV di sekitar lokasi. Dari hasil penelusuran CCTV, terlihat ada dua kejadian yang terjadi di titik yang sama dengan selisih waktu sekitar satu hingga dua menit.
Ternyata sebelum kejadian yang dilaporkan itu, ada satu motor lagi yang hanyut. Tidak ada saksi mata, sehingga tidak sempat dilaporkan. Motor kedua diketahui Honda Beat yang dikendarai seorang remaja perempuan. Korban bernama Fahma Chusnun Nida (16), siswi SMA Negeri 12 Gunungpati.
Korban Fahma ditemukan lebih dahulu pada Rabu pagi sekitar pukul 07.00. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya dievakuasi menggunakan perahu karet Delta serta dibawa ke rumah duka.
Dengan demikian, terdapat dua kejadian hanyut di Sungai Karangmalang dalam waktu hampir bersamaan. Satu korban, Fahma, telah ditemukan. Sementara satu korban lainnya, Nadia, hingga kini masih dalam pencarian.
Kendala dalam Operasi Pencarian
Tim SAR gabungan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Pencarian difokuskan dengan metode pemantauan dan penyisiran dari sisi kanan dan kiri sungai. Area pencarian membentang dari lokasi kejadian hingga ke Waduk Jatibarang, dengan jarak kurang lebih 10 kilometer.
Kontur sungai yang berbatu dan banyak tebing curam membuat tidak memungkinkan untuk menurunkan perahu rafting atau perahu karet di beberapa titik. Sementara ini, tim melakukan pemantauan manual dari sisi sungai.
Selain menyisir alur sungai, tim juga melakukan pemantauan di area persawahan yang terdampak luapan air saat kejadian. Namun, operasi pencarian menghadapi kendala cuaca. Sejak Rabu siang sekitar pukul 12.00, hujan deras kembali mengguyur wilayah Semarang bagian selatan, termasuk Mijen. Debit air sungai pun kembali meningkat.
Kondisi arus sungai yang deras serta cuaca yang kurang bersahabat menjadi tantangan dalam pelaksanaan operasi SAR. Hingga Rabu sore, tim masih melakukan pemantauan. Sekitar pukul 16.00, tim direncanakan melakukan evaluasi untuk menentukan strategi pencarian lanjutan pada hari berikutnya.
Basarnas berharap proses pencarian dapat berjalan lancar dan korban segera ditemukan. Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa kombinasi hujan deras, infrastruktur tanggul yang rentan, serta jalur jalan di tepi sungai berpotensi memicu kecelakaan fatal dalam hitungan menit.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”












