Kondisi Timnas Voli Putra Indonesia di SEA Games 2025 Thailand
Tim Nasional (Timnas) Bola Voli Putra Indonesia menghadapi tantangan berat dalam mempertahankan medali emas yang berhasil diraih pada SEA Games sebelumnya. SEA Games 2025 Thailand akan berlangsung dari 9 hingga 20 Desember 2025, dan cabor badminton akan dimulai pada 10 hingga 19 Desember 2025 mendatang.
Proses regenerasi terlihat jelas dari skuad tim nasional bola voli putra pada SEA Games Thailand 2025. Sejumlah nama yang biasanya menjadi andalan tidak lagi muncul dalam daftar pemain. Ada 14 pemain yang telah diumumkan, meskipun masih bisa berubah. Namun, kejutan terjadi karena beberapa pemain bintang absen.
Beberapa nama yang tidak tercantum dalam daftar pemain adalah Farhan Halim, Doni Haryono, Dio Zulfikri, Malizi, hingga Agil Anggara. Penyebab ketidakhadiran mereka beragam. Misalnya, Farhan Halim yang sedang bermain di Liga Voli Jepang bersama VC Nagano. Rencana pencoretannya telah diungkapkan oleh pelatih Timnas Voli Putra, Jeff Jiang Jie.
“Farhan bermain di Jepang dan sangat sulit baginya untuk pulang, bergabung dalam latihan,” ucap Jiang kepada BolaSport.com saat grand final Livoli di Magetan, Jawa Timur, Minggu (19/2025). “Jadi, kami mencoba untuk mendapatkan pemain lain untuk bergabung dengan tim.”
“Saya belum yakin apakah dia bisa bermain atau tidak (di SEA Games 2025) karena dia masih bermain di Liga Jepang.” “Dia hanya bisa kembali 10 hari sebelum SEA Games dimulai, bermain, lalu pulang (ke Jepang). Namun, kami memerlukan dia untuk berlatih dengan tim.”
Selain Farhan, satu nama lain yang dicoret adalah opposite andalan timnas junior di Kejuaraan Asia U-20 dan Kejuaraan Dunia U-21, Dawuda Alaihimassalam. Dengan ini, hanya ada lima nama tersisa dari skuad SEA Games 2023 yang bertanding lagi pada hajatan olahraga yang berlangsung Desember nanti.
Mereka ialah Boy Arnes Arabi, Fahri Septian Putratama, Agil Angga Anggara (OH), Rivan Nurmulki (OP), Hendra Kurniawan (MB), dan Fahreza Rakha Abhinaya (L).
Posisi setter mengalami perombakan paling besar karena dua-duanya wajah baru dibanding SEA Games sebelumnya. Biasanya duet Dio dan Nizar Julfikar, kali ini tugas peracik serangan diberikan kepada Alfin Daniel Pratama dan Jasen Nataniel Kilanta. Baik Alfin dan Jasen sudah mencatat caps bersama timnas voli senior.
Middle blocker berikutnya dengan tersisa Hendra Kurniawan dari skuad 2023 yang dipanggil untuk bertugas lagi bulan depan. Menyusul Hendra adalah penghalau lain dari LavAni yaitu Daffa Naufal Mauluddani. Daffa kembali setelah menjadi bagian skuad emas pada edisi Vietnam 2021.
Tedy Oka Syahputra yang saat ini menjadi andalan Samator juga masuk dalam daftar akhir bareng eks rekan setimnya di Palembang Bank SumselBabel, Kristoforus Sina.
Beralih ke sisi sayap, pengganti Farhan Halim ialah Jordan Michael Immanuel Susanto yang bulan lalu ikut membawa LavAni menjadi juara Livoli Divisi Utama. Sedangkan sang penggebuk andalan Rivan Nurmulki akan berbagi tugas dengan juniornya di Samator, Rama Fazza Fauzan.
Terakhir, Fahreza Rakha Abhinaya masih menjadi tumpuan di posisi libero. Fahreza akan ditemani Prasojo yang akan melakoni SEA Games pertamanya.
Rakha menjadi salah satu pemain Indonesia yang berpeluang meraih emas keempat setelah SEA Games 2019, 2021 (diselenggarakan 2022), dan 2023. Selain Rakha, calon manusia empat emas lainnya ialah Rivan Nurmulki. Timnas voli putra pernah mencatat quattrick sebelumnya tetapi itu sudah terjadi begitu lama pada edisi 1987, 1989, 1991, 1993.
Daftar Skuad Timnas Voli Indonesia di SEA Games 2025
- Outside Hitter
- Boy Arnes Arabi
- Fahri Septian Putratama
- Jordan Michael Immanuel Susanto
-
Agil Angga Anggara
-
Opposite Hitter
- Rama Fazza Fauzan
-
Rivan Nurmulki
-
Middle Blocker
- Hendra Kurniawan
- Tedy Oka Syahputra
- Daffa Naufal Mauluddani
-
Kristoforus Sina
-
Setter
- Jasen Nataniel Kilanta
-
Alfin Daniel Pratama
-
Libero
- Prasojo
-
Fahreza Rakha Abhinaya
-
Pelatih: Jeff Jiang Jie
Daftar Bintang Voli Indonesia yang Absen di SEA Games 2025 Thailand
- Farhan Halim
- Doni Haryono
- Dio Zulfikri
- Malizi
- Dimas Saputra
- Sigit Ardian
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."












