KPR BTN Wujudkan Rumah Impian untuk Hidup Lambat di Desa: Kisah Pejuang Nafkah Nikmati Kemudahan

Kehidupan di Desa dengan Rumah Impian dan KPR BTN

Suasana alam yang segar dan damai mengelilingi kehidupan sehari-hari Muhammad Nuruddin, 31 tahun. Di tengah hamparan sawah yang luas, rumah impian Dindun telah menjadi tempat tinggalnya selama satu tahun terakhir. Suara burung yang berkicau di pepohonan rindang menjadi teman setia di pagi hari. Dindun, seperti biasanya, memulai harinya dengan menaiki motornya sambil menikmati gaya hidup slow living di desa, tepatnya di Desa Ngaglik, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Di depan meja makan, istri Dindun, Widi Astuti, 27 tahun, sedang menyiapkan sarapan untuk suami dan anak. Itu menjadi rutinitas hidup slow living mereka sebagai ibu rumah tangga dan pengusaha UMKM. Dalam kesehariannya, Widi membantu suaminya dalam usaha pembuatan cover Al-Quran. “Saya bekerja dari jam setengah delapan hingga jam lima sore, sedangkan istri saya tetap di rumah, mengurus rumah dan anak. Tapi dia juga aktif dalam pemasaran online,” kata Dindun.

Dindun, yang bekerja sebagai desainer grafis di sebuah perusahaan cetak, tidak hanya mengandalkan pekerjaan pokoknya. Ia juga memiliki bisnis freelance gambar berdasarkan keahliannya. “Setelah pulang kerja, saya langsung mengerjakan pesanan sendiri, termasuk usaha sampingan ini. Kadang bisa sampai jam 9, 10, 11, atau bahkan jam 12,” jelasnya.

Perjuangan Membangun Rumah Impian

Dindun menceritakan bagaimana ia berhasil memiliki rumah impian yang terletak di Perumahan Duta Bangsa Residence, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Bukan tanpa perjuangan, ia merasakan jatuh bangun saat mencoba mewujudkan impian tersebut. “Sedikit demi sedikit, saya menyisihkan tabungan emas. Awalnya, saya ngekos, lalu mulai menabung emas sejak 2022 atau 2023.”

Hingga akhirnya, emas hasil jerih payahnya dijual, ditambah pendapatan dari jasa design-nya, digunakan sebagai DP rumah. “Waktu itu, saya sudah mendapatkan empat gram emas, dengan harga sekitar sembilan ratus lima puluhan ribu rupiah per gram. Saya juga mendapatkan freelance gambar sebesar empat juta rupiah.”

Memilih KPR BTN untuk Mewujudkan Rumah Impian

Dindun menjelaskan awal mula memilih menggunakan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) dari Bank Tabungan Negara (BTN) untuk mewujudkan rumah impian. Awalnya, karena tertarik pada rumah yang berada di bawah naungan Bank BTN. “Awalnya dari developer, akhirnya condong pakai Bank BTN Syariah. Alhamdulillah, sangat terbantu bisa merealisasikan mimpi untuk memiliki rumah sendiri di usia 30-an.”

Kondisi awal rumah saat itu sudah mencapai 60-70 persen progres pembangunan. “Rumah sesuai ekspektasi sekitar 60 sampai 70 persen. Bangunannya menggunakan bata merah dan double batang, sehingga lebih tahan lama.”

Proses Pengajuan KPR BTN

Proses pengajuan KPR BTN dimulai dari bulan Februari 2025, dengan booking blok dan pengajuan berkas. Setelah itu, proses verifikasi dan sidak dilakukan. “Akad perumahan dilakukan pada Mei 2025, lalu penempatan dilakukan pada Desember 2025. Selama 8 bulan, kami menunggu sebelum bisa menempati rumah.”

Dindun juga menjelaskan bahwa Bank BTN melakukan monitoring secara rutin terhadap pengembang. “Pihak PTN melakukan evaluasi dan monitoring secara berkala, baik melalui telepon maupun kunjungan langsung ke lokasi.”

Keuntungan Tinggal di Area Pedesaan

Lokasi rumah Dindun berada di area pedesaan yang nyaman. “Lingkungannya sangat bagus, hawanya sejuk, dan airnya jernih. Lokasi strategis, dekat Solo dan fasilitas umum lainnya.” Ia juga menyebutkan bahwa daerah tersebut aman dari banjir dan memiliki kontur tanah yang baik.

Fasilitas dan Pelayanan dari Bank BTN

Dindun juga mengungkapkan bahwa cicilan KPR BTN adalah 1.069.000 rupiah per bulan. “Cicilannya terjangkau, karena pendapatan saya cukup besar, termasuk bisnis sampingan.”

Bank BTN Syariah memberikan banyak kemudahan, termasuk program cashback dan reminder cicilan. “Bank BTN memberikan cashback yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari atau pembangunan rumah lainnya.”

Berbagai Pengalaman Nasabah Lain

Selain Dindun, ada banyak nasabah lain yang merasakan manfaat dari KPR BTN. Nanang Yulianto, yang menikah pada 2020, menghabiskan waktu enam bulan di rumah nenek, lalu ikut mertua selama satu tahun, dan ngekos selama dua tahun. “Setelah menikah, saya ngekos selama 3-4 tahun, lalu mulai menabung dan akhirnya bisa membeli rumah.”

Anggit Widhi Waskhito, 25 tahun, juga merasakan manfaat dari KPR BTN. “Saya memilih BTN karena ramah, fleksibel, dan sesuai dengan penghasilan saya. Proses angsuran mudah dan pelayanan sangat baik.”

Bank BTN: Komitmen 74 Tahun untuk Masyarakat Indonesia

Di usianya yang ke-74 tahun, Bank BTN terus memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Indonesia. Direktur Utama Bank BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa bank ini telah memberikan pembiayaan perumahan kepada 4,05 juta keluarga MBR melalui KPR Subsidi. “Kami merupakan mitra pemerintah yang aktif dalam mensejahterakan rakyat dari sisi kepemilikan rumah.”

Strategi Bank BTN mencakup cross selling ke nasabah captive, seperti KREDIT RINGAN TANPA AGUNAN (KRING), KREDIT AGUNAN RUMAH (KAR), dan KREDIT USAHA RAKYAT (KUR). Bank BTN juga terus bertransformasi untuk meningkatkan kinerja dan layanan.

Kesimpulan

Dengan layanan yang baik, proses yang mudah, dan dukungan dari Bank BTN, banyak masyarakat dapat mewujudkan impian memiliki rumah. Dari Dindun hingga Anggit, semua merasakan manfaat dari program KPR BTN. Dengan komitmen dan kontribusi yang terus berkelanjutan, Bank BTN tetap menjadi pilihan utama bagi para calon pemilik rumah.







Almahdi Sharique

Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *