Diva Stradivaryan Bantu Angkat Keranda Jenazah Kakaknya ke Pemakaman

Diva Stradivaryan, Adik Vidi Aldiano yang Jadi Sorotan Saat Pemakaman

Diva Stradivaryan, adik almarhum Vidi Aldiano, menjadi sorotan saat ikut menggotong keranda jenazah kakaknya untuk diantarkan ke tempat peristirahatan terakhir. Berbeda dengan Vidi Aldiano yang terjun ke dunia artis, Diva memilih jalur ilmuwan dan menekuni bidang pertanian serta perikanan organik tanpa bahan kimia.

Sosok Diva Stradivaryan tidak begitu dikenal publik karena ia tidak aktif di dunia hiburan seperti saudaranya. Namun, prestasinya sebagai ilmuwan membuatnya memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi pertanian berbasis mikroba probiotik. Salah satu karya yang dikembangkannya adalah Pupuk Harum Organik Citarum (HOC), yang digunakan untuk meningkatkan kualitas tanaman.

Diva lahir pada 21 Februari 1992. Ia merupakan alumni S1 Ekonomi dari Universitas Prasetya Mulya. Setelah lulus, ia melanjutkan studi ke Birmingham, Inggris. Di sana, ia seangkatan dengan Gita Gutawa, putri komposer Erwin Gutawa. Selain itu, Diva juga bekerja sama dengan ayahnya, Harry Kiss, dalam mengembangkan ramuan mikroba yang berfungsi sebagai penjernih air yang tercemar. Ramuan ini dikenal dengan nama HOC (Harum Organik Citarum) Pemurni Air, mampu menjernihkan Situ Cisanti yang tercemar hanya dalam waktu dua minggu.

Kehidupan Pribadi dan Pernikahan yang Menarik Perhatian

Salah satu yang menjadi sorotan dalam hidup Diva Stradivaryan adalah pernikahannya dengan Devina Deascal. Pernikahan tersebut digelar di kantor Imigrasi Thailand pada Rabu (1/3/2023). Namun, acara pernikahan tersebut tidak dihadiri oleh orang tua mereka. Hanya Vidi Aldiano dan adik lainnya, Vadi Akbar, yang hadir.

Spekulasi berkembang mengenai alasan ketidakhadiran orang tua Vidi Aldiano. Dugaan yang muncul adalah Diva menikah secara beda agama. Keluarga Vidi Aldiano dikenal beragama Islam, sedangkan Devina Deascal berasal dari Bali, sehingga diduga memeluk keyakinan Hindu.

Meski demikian, Diva tetap menjadi bagian penting dalam keluarga besar Vidi Aldiano. Kini, keluarga besar tersebut sedang berduka atas kepergian sang penyanyi yang dikenal sebagai Duta Persahabatan.

Kepergian Vidi Aldiano

Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) setelah berjuang melawan sakit kanker ginjal selama enam tahun. Pelantun lagu Status Palsu itu meninggal di usia 35 tahun pada pukul 16.33 WIB. Kabar tentang pemakamannya disampaikan oleh sang ayah, Harry Aprianto Kissowo, melalui unggahan di Instagram pribadinya @v8harrykiss.

Harry menyampaikan bahwa Vidi Aldiano meninggal tepat di hari 17 Ramadan. Ia menyebutkan bahwa jenazah akan dibawa ke rumah duka Alm. Vidi Aldiano di Jl. Kecapi 57 Cilandak Barat, kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Perjuangan Enam Tahun Melawan Penyakit

Vidi Aldiano diketahui mengidap kanker ginjal sejak enam tahun terakhir. Ia sering berbagi pengalamannya melalui media sosial, termasuk dalam unggahan Instagram pribadinya. Dalam salah satu unggahannya, ia menyebut penyakitnya sebagai hadiah dari Tuhan.

” Hari ini tepat 6 tahun saya berkenalan dengan hadiah Tuhan berupa Kanker. Banyak perubahan sejak hari itu. Banyak prioritas berubah. Mindset shifted,” tulis Vidi dalam unggahannya.

Enam tahun berjuang melawan kanker, Vidi Aldiano mengaku lebih mensyukuri hal-hal yang sebelumnya tak ia sadari dan menjadikan hal itu sebagai hikmah dalam kehidupan.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *