Sosok Dea, Make Up Artist yang Menyamar Jadi Wanita
Seorang Make Up Artist (MUA) yang dikenal dengan paras ayu dan menawan, Dea, ternyata memiliki identitas yang sangat berbeda. Pria bernama asli Deni ini berhasil menyembunyikan jati dirinya selama bertahun-tahun, hingga akhirnya terbongkar dan menjadi sorotan publik.
Dea kini viral di Lombok dan disebut sebagai “Sister Hong Lombok”. Julukan ini merujuk pada sosok Sister Hong, seorang pria di Tiongkok yang juga menyamar menjadi wanita dan menipu banyak orang. Kehadiran Dea membuat warganet mempertanyakan tindakan penyamaran yang dilakukannya, serta meminta pihak berwenang dan MUI untuk turun tangan.
Penampilan yang Menipu
Dea tampil dengan sangat anggun dan menggunakan hijab. Ia selalu mengenakan riasan wajah tebal, bulu mata palsu, serta rambut panjang yang dikucir. Penampilan ini membuatnya nyaris mustahil dibedakan dari wanita sejati. Hal ini dilakukan untuk mengelabui kliennya yang mayoritas adalah kaum hawa, demi kelancaran pekerjaannya sebagai MUA pengantin.
Namun, belakangan diketahui bahwa Dea adalah seorang pria tulen yang menyamar menjadi wanita. Aksi penipuan identitas ini memicu kehebohan di kalangan masyarakat Lombok. Banyak korban yang mulai bersuara dan mengaku syok setelah mengetahui fakta tersebut.
Awal Terbongkarnya Kasus
Awal terbongkarnya kasus Dea dimulai ketika foto dirinya tanpa mengenakan hijab tersebar viral di media sosial. Dalam foto tersebut, tampak jelas Dea mengenakan bulu mata palsu yang tebal, riasan wajah intens, dan rambut panjang yang dikucir rapi. Foto-foto ini menjadi bukti otentik bahwa Dea adalah seorang pria yang menyamar menjadi wanita.
Selain itu, akun Instagram @nasikrawumataram membongkar detail identitas Deni, termasuk praktik yang dinilai meresahkan. Dalam unggahan tersebut, diungkapkan bahwa Deni bahkan berani menggunakan mukena saat beribadah sholat, memperkuat penyamarannya sebagai Muslimah.
Praktik yang Mengundang Kontroversi
Praktik Deni sebagai perias pengantin pun disorot tajam karena melibatkan sentuhan fisik dengan klien yang bukan muhrim. Beberapa korban mengaku merasa tidak nyaman setelah mengetahui bahwa sang MUA ternyata laki-laki. Ada juga seorang pria yang mengaku pernah berpacaran dengan Dea. Awalnya ia tidak menyadari bahwa “pacarnya” adalah laki-laki, hingga akhirnya mendapati jakun di leher Dea.
Beberapa perempuan yang pernah dirias oleh Dea juga mengungkapkan rasa tidak nyaman mereka. Mereka merasa tertipu dan tidak menyangka bahwa Dea hanya menggunakan kedok untuk menutupi identitas aslinya.
Reaksi Warganet dan Permintaan Turun Tangan
Ramainya kasus ini membuat banyak warganet meminta pihak berwenang dan MUI untuk turun tangan. Mereka menilai tindakan penyamaran tersebut bisa menimbulkan keresahan, terutama karena Dea kerap bersentuhan langsung dengan pengantin wanita saat bekerja.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari kepolisian maupun MUI NTB terkait dugaan kasus penyamaran ini.
Kesamaan dengan Sister Hong Tiongkok
Viralnya kasus ini mengingatkan publik pada sosok Sister Hong dari Tiongkok. Pasalnya, ada seorang pria bernama Jiao (38) asal Nanjing yang juga sempat viral karena menyamar menjadi perempuan dan menipu banyak orang. Kini, warganet menyebut fenomena serupa tengah terjadi di Indonesia, tepatnya di Lombok. Karena itulah kasus Dea disebut sebagai Sister Hong versi Indonesia.












