Bisnis  

Mushoddiq, Mantan Guru yang Sukses Jual Majalah Usai Bangkrut Kripto

Sosok Mushoddiq, Pensiunan Guru yang Kini Viral di Media Sosial

Mushoddiq adalah sosok yang kini menjadi perhatian banyak orang. Seorang pensiunan guru sejarah dengan latar belakang pendidikan S2, ia kini menjual koran dan majalah di Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat. Meski usianya sudah 65 tahun, Mushoddiq tetap aktif dan bersemangat dalam menjalani kehidupan barunya.

Dari Pensiunan Guru hingga Berjualan Koran

Mushoddiq pensiun dari sekolah negeri di Jakarta pada 2016. Setelah pensiun, ia tidak ingin berhenti bekerja. Ia mencoba melamar pekerjaan di berbagai perusahaan untuk warga lansia. Pada awalnya, ia berhasil bekerja sebagai marketing di sebuah bank swasta, menawarkan kredit kepada pegawai negeri dan pensiunan.

Namun, situasi berubah ketika pandemi Covid-19 muncul. Bisnis kredit perbankan terganggu, dan Mushoddiq kehilangan pekerjaannya. Di masa istirahat ini, ia tertarik untuk mencoba investasi kripto setelah beberapa pihak menawarkannya.

Tertipu Investasi Kripto

Awalnya, investasi kripto terasa menguntungkan. Namun, setelah tiga tahun berjalan, Mushoddiq menyadari bahwa perusahaan tempat ia berinvestasi tidak terdaftar. Ia menginvestasikan tabungan pensiun dan uang dari pekerjaan sebelumnya, tetapi akhirnya mengalami kerugian besar.

“Jujur saya memang kurang paham. Memang diperlukan yang ahli untuk urusan investasi kripto. Saya lulusan S1 jurusan sejarah, sudah lama, zaman purbakala,” katanya sambil bercanda.

Setelah pengalaman buruk itu, Mushoddiq harus mencari pekerjaan kembali untuk membiayai hidup. Ia mencoba berbagai jenis pekerjaan sebelum akhirnya memutuskan untuk berjualan koran dan majalah.

Profesional dalam Berjualan

Mushoddiq tidak hanya menjual koran dan majalah biasa. Ia memperhatikan penampilan dan profesionalisme dalam berjualan. Ia membeli perlengkapan dagangan dengan modal Rp 400.000, termasuk lapak berwarna biru yang diberikan oleh pihak Kompas.

Setiap hari, Mushoddiq berpakaian rapi dan berangkat ke halte sekitar pukul 06.45 WIB. Ia membuka lapaknya mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB, Senin sampai Jumat. Untuk pembelian majalah Bobo, ia juga membuka lapak tambahan sore hari saat warga pulang kerja.

Di lapaknya, harga masing-masing koran dan majalah tercantum jelas. Pembayaran bisa dilakukan tunai atau transfer. Selain itu, Mushoddiq mencetak kartu informasi khusus untuk majalah Bobo, yang berisi cara pemesanan dan nomor rekening.

Viral di Media Sosial

Kisah Mushoddiq akhirnya viral di media sosial. Putranya memberitahu bahwa ayahnya sedang dikenal luas. Mushoddiq merasa senang karena banyak orang mulai mengetahui dirinya dan membeli dagangannya.

Murid-murid yang pernah diajarnya pun mulai mengunjungi lapaknya. Bahkan, seorang generasi Z membuat video dan mengunggahnya di media sosial, sehingga Mushoddiq dikenal sebagai pensiunan guru sejarah yang menjual koran dan majalah.

Hasil Usaha yang Menjanjikan

Dari berjualan, Mushoddiq kini memiliki omzet yang meningkat drastis. Penghasilannya kini mencapai jutaan rupiah per hari, cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia mengatakan bahwa ini juga menjadi motivasi bagi lansia lain yang mengalami nasib serupa.

Mushoddiq berharap, warga yang ingin membeli koran atau majalah bisa datang langsung ke lapaknya di Halte Transjakarta Bundaran HI. Selain itu, mereka juga bisa memesan melalui nomor WhatsApp 085 813 888 000.


Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *