Atalanta dan Genoa Siap Berlaga di Coppa Italia
Pertandingan antara Atalanta dan Genoa akan menjadi laga yang sangat dinantikan dalam ajang Coppa Italia. Kedua tim datang dengan motivasi tinggi, masing-masing ingin membuktikan diri dalam kompetisi ini.
Atalanta: Kembali Menemukan Ritme Permainan
Atalanta kini sedang mencoba untuk kembali menemukan performa terbaiknya setelah perubahan pelatih. Di bawah arahan Raffaele Palladino, La Dea mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Dalam dua pertandingan terakhir, mereka berhasil meraih kemenangan atas Fiorentina dan Eintracht Frankfurt, yang menunjukkan bahwa tim ini kembali memperlihatkan agresivitas dan efisiensi permainan.
Salah satu pemain yang menjadi sorotan adalah Ademola Lookman. Penyerang ini sebelumnya sempat diberitakan ingin hengkang, tetapi kini ia seperti menemukan kembali rumahnya di Bergamo. Dua gol dan satu assist dalam dua pertandingan terakhir menunjukkan bahwa konflik masa lalu dengan mantan pelatih Ivan Juric tidak lagi mengganggu performanya.
Selain itu, pertahanan Atalanta juga semakin solid. Dua clean sheet beruntun menunjukkan bahwa tim ini kini lebih stabil. Meski begitu, konsistensi masih menjadi masalah yang belum sepenuhnya teratasi. Namun, jika bisa mempertahankan ritme saat ini, peluang untuk meraih tiga kemenangan berturut-turut cukup besar.
Genoa: Bukan Favorit, Tapi Tidak Takut
Di sisi lain, Genoa dianggap sebagai underdog dalam pertandingan ini. Data historis menunjukkan bahwa Atalanta mendominasi pertemuan antara kedua tim. Empat pertemuan terakhir berakhir dengan agregat 14-4 untuk Atalanta. Kemenangan terakhir Genoa dalam duel ini tercatat pada 2018, dan kemenangan terakhir di Bergamo terjadi hampir satu dekade lalu.
Namun, Genoa memiliki momentum positif. Di bawah asuhan Daniele De Rossi, sang legenda Roma, Grifone belum terkalahkan dalam empat laga terakhir. Kemenangan 2-1 atas Hellas Verona memberi fondasi psikologis yang kuat menjelang laga melawan Atalanta.
Meskipun demikian, Genoa masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal pertahanan. Mereka belum mencatatkan clean sheet sejak Oktober. Jika menghadapi tim yang sedang meningkat kepercayaan dirinya seperti Atalanta, kelemahan ini bisa menjadi bumerang.
Tetapi ada cerita unik yang muncul dari Genoa. Bek Leo Østigård kini menjadi top skor klub dengan tiga gol beruntun, sebuah fenomena langka yang menunjukkan ketidakmerataan kontribusi gol di lini depan. Selain itu, ketergantungan serangan pada set-piece menjadi sinyal sekaligus peringatan bagi tim ini.
Kondisi Tim dan Perkiraan Starting XI
Atalanta datang tanpa tambahan cedera. Meskipun Bakker dan Scalvini masih absen, mayoritas pilihan inti tersedia. Pelatih Palladino diprediksi akan memberi kesempatan starter kepada Samardzic dan Krstovic, menggantikan De Ketelaere dan Scamacca.
Di kubu Genoa, De Rossi juga memiliki skuad yang relatif lengkap, kecuali absennya Messias, Cornet, dan Cuenca. Østigård hampir pasti kembali dipercaya sebagai starter, baik karena ketajaman maupun respons mentalnya pasca kesalahan di laga terakhir.
Perkiraan Line-up Atalanta (3-4-2-1):
– Carnesecchi
– Djimsiti, Hien, Kossounou
– Bellanova, Ederson, De Roon, Zappacosta
– Samardzic, Lookman
– Krstovic
Perkiraan Line-up Genoa (3-5-2):
– Leali
– Marcandalli, Ostigard, Vazquez
– Ellertsson, Malinovskyi, Frendrup, Thorsby, Martin
– Colombo, Vitinha
Prediksi Skor Akhir
Genoa datang dengan mental positif, tetapi statistik, kondisi skuad, dan gaya bermain saat ini masih mengarah ke tuan rumah. Jika Lookman kembali tampil eksplosif dan Atalanta mempertahankan intensitas serta transisi cepat, sulit melihat Grifone menghentikan laju La Dea di Bergamo.
Prediksi: Atalanta 2 – 1 Genoa
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












