Daerah  

Pembaruan 2025: Kecamatan Situbondo yang Terkena Proyek Tol Prosiwangi

Proyek Tol Prosiwangi: Perubahan Nama dan Daftar Kecamatan yang Dilalui

Proyek jalan tol yang dikenal sebagai Prosiwangi kini menjadi salah satu infrastruktur strategis nasional yang akan menghubungkan berbagai wilayah di Jawa Timur. Proyek ini sebelumnya dikenal dengan nama Probowangi, namun pada bulan November 2025, nama resmi proyek ini berganti menjadi Prosiwangi. Perubahan ini dilakukan oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, saat meninjau pembangunan proyek tersebut.

Pembangunan Tahap Pertama dan Kedua

Pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) tahap pertama sudah memasuki tahap akhir dan hampir rampung. Ruas jalan tol ini berada di wilayah Kabupaten Probolinggo, dengan panjang mencapai 49 kilometer. Trase jalan tol ini membentang dari Gending hingga Paiton, yang menjadi simpul penting akses ke timur Jawa Timur.

Sementara itu, pembangunan tahap kedua juga menunjukkan progres positif. Pekerjaan fisiknya telah mencapai lebih dari 80 persen dan akan berakhir sementara di Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo. Total panjang jalan tol yang akan dibangun di wilayah Situbondo mencapai sekitar 125 kilometer. Nantinya, ruas tol ini akan terus disambungkan hingga ke Kabupaten Banyuwangi, sesuai dengan rencana awal proyek.

Dampak Ekonomi dan Pengembangan Wilayah

Jika seluruh tahapan selesai, jalan tol Prosiwangi akan benar-benar menembus hingga ke ujung timur Pulau Jawa, menjadikannya bagian akhir dari jaringan Tol Trans Jawa yang telah terhubung dari Banten hingga Banyuwangi. Penyelesaian jalan tol ini diharapkan tidak hanya memperlancar arus kendaraan dan logistik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan timur Jawa Timur.

Kawasan industri, pertanian, dan pariwisata di Probolinggo, Situbondo, hingga Banyuwangi diperkirakan akan ikut terdorong karena aksesibilitas semakin mudah. Meski begitu, jadwal pembangunan tahap ketiga yang akan melanjutkan proyek dari Suboh menuju Banyuwangi masih menunggu keputusan resmi pemerintah pusat dan pihak pengelola jalan tol.

Daftar Kecamatan yang Dilalui Proyek Tol Prosiwangi

Proyek Tol Prosiwangi akan melewati beberapa kecamatan di Kabupaten Situbondo. Berikut adalah daftar lengkap kecamatan yang dilewati:

  • Banyuglugur
  • Besuki
  • Suboh
  • Mlandingan
  • Bungatan
  • Kendit
  • Panarukan
  • Kota Situbondo
  • Panji
  • Kapongan
  • Arjasa
  • Jangkar
  • Asembagus
  • Banyuputih
  • Sumbermalang
  • Mangaran

Fungsi dan Manfaat Proyek Tol Prosiwangi

Tol Prosiwangi diproyeksikan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Situbondo. Selain meningkatkan kelancaran transportasi, tol ini diyakini membuka peluang besar di sektor industri pengolahan hasil laut, pertanian, pariwisata, dan logistik. Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada tol semata. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan tol, peningkatan akses lokal, serta program pengembangan ekonomi daerah agar manfaatnya dapat dirasakan oleh pelaku UMKM dan masyarakat luas.

Proses Uji Laik Fungsi dan Jadwal Operasional

Seksi 1 Gending–Kraksaan dan Seksi 2 Kraksaan–Paiton diproyeksikan mulai difungsikan pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 demi mendukung kelancaran arus kendaraan saat puncak liburan. Sementara itu, pengerjaan seksi 3 Paiton–Besuki yang dikerjakan PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi telah mencapai progres 85,23 persen. Kehadiran tol ini diperkirakan mampu memangkas waktu tempuh Banyuwangi–Probolinggo menjadi sekitar 45 menit dari yang sebelumnya lebih dari dua jam, sekaligus mengurai kepadatan jalur Pantura yang sering menjadi titik kemacetan.

Dengan nilai investasi mencapai Rp21 triliun, Tol Prosiwangi akan menjadi bagian penting jaringan Tol Trans Jawa. Proyek ini juga menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak swasta dalam membangun infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat.


Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *