Kepala Desa di Sulawesi Selangan Ikuti Retret Militer untuk Meningkatkan Disiplin dan Profesionalisme
Sebanyak 1.900 kepala desa se-Sulawesi Selatan mengikuti retret ala militer di Rindam XIV/Hasanuddin, Gowa. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan disiplin dan memperkuat kapasitas para kepala desa sebagai ujung tombak pemerintahan. Peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah kementerian serta pejabat nasional dan daerah.
Ketua Apdesi Merah Putih Sri Rahayu Usmi mengapresiasi retret kepala desa yang digelar Pemprov Sulsel karena dinilai mampu membangun kedisiplinan dan profesionalisme pemerintahan desa.
Kehadiran Pejabat dan Pembekalan Materi
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman (42), hadir membuka kegiatan itu dengan seragam loreng. Tongkat komando di tangan kirinya digenggam erat. “Sukses, selamat ya, terima kasih banyak,” kata Andi Sudi sembari menyalami satu persatu peserta retret. Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi (45), juga tampak hadir menyambut kedatangan Andi Sudi.
Kamis (11/12/2025), Andi Sudirman memimpin penyaluran bantuan bagi korban banjir di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Bersama Tim Pemprov Sulsel dan unsur Forkopimda terkait, ia bergerak menuju lokasi bencana untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan pelayanan kesehatan. Bantuan dibawa cukup lengkap, mulai dari obat-obatan, dapur umum, hingga genset untuk pasokan listrik. Tim juga mendirikan posko pelayanan kesehatan.
Sebelum berangkat, seluruh personel terlebih dahulu melakukan penyortiran logistik serta briefing teknis agar bantuan tersalurkan tepat sasaran. Langkah cepat ini menjadi wujud komitmen Pemprov dalam memberi dukungan kemanusiaan yang cepat dan berkesinambungan.
Selain kepala desa, hadir juga sejumlah kepala daerah dengan seragam sama. Mereka, Bupati Pangkep M Yusran Lalogau, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman. Hadir juga Bupati Wajo Andi Rosman, Bupati Soppeng Suwardi Haseng, dan Bupati Bantaeng Andi Fathul Fauzi Nurdin.
Penjelasan dari Kepala Dinas PMD Sulsel
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sulsel, Muh Saleh, menjelaskan sekira 1.900 kades mengikuti kegiatan ini, meski beberapa tidak hadir karena alasan kesehatan, izin, atau umrah. Para kades mulai datang sejak Kamis (11/12/2025) untuk registrasi dan pembagian kamar. Retret ini berlangsung hingga Minggu (14/12) mendatang.
Selama retret, para kades akan mendapat pembekalan dan ceramah dari sejumlah kementerian, baik yang hadir langsung maupun melalui perwakilan. Muh Saleh menyebut kegiatan ini menjadi ruang pengembangan kapasitas, mengingat kepala desa merupakan garda terdepan pemerintah di tengah masyarakat. “Kami juga memberikan pemahaman terkait program pemerintah pusat dan provinsi,” ujarnya.
Selain pelatihan, retret ini menjadi ajang silaturahmi bagi para kepala desa. Seluruh akomodasi ditanggung Pemerintah Provinsi Sulsel. Sejumlah pejabat dijadwalkan memberi materi, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Kegiatan Retret di Kabupaten Luwu
Jalan Santai
147 dari 227 kepala desa di Kabupaten Luwu mengikuti kegiatan retret di Rindam XIV Hasanuddin. Kepala Desa Padang Kalua, Kecamatan Bua, Umi, menyebut rangkaian kegiatan selama berada di lokasi akan dipadati pemberian materi dan aktivitas fisik. “Termasuk salah satu agendanya adalah outbound,” jelas Umi, Jumat (12/12/2025). Menurutnya, peserta juga akan mengikuti Jalan Santai Anti Mager pada Minggu sebagai penutup kegiatan.
Sebelum memulai rangkaian acara, seluruh kepala desa menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter Rindam, ditambah pemeriksaan dari puskesmas masing-masing. Umi menegaskan, seluruh kebutuhan peserta selama retret ditanggung oleh Pemprov Sulsel. “Tidak, semua murni anggaran Pemprov. Kita dikasih seragam loreng, kaos, sama sepatu,” ujarnya.
Ia menambahkan, Bupati Luwu Patahudding, turut hadir menyemangati para kepala desa. Bupati sempat menyapa langsung para peserta dari Luwu dan memberikan pesan agar mengikuti materi dengan sungguh-sungguh. “Pesannya Pak Bupati, tetap semangat terima materi, belajar yang baik, dan selamat kembali ke Luwu,” kata Umi.
Penilaian Positif dari Kepala Desa
Ketua Golkar Luwu itu menilai aparat desa harus memiliki ketangguhan dan kemampuan adaptif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Desa adalah ujung tombak pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat, sehingga kepala desa harus tangguh dan siap meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.
Ia berharap para kepala desa dari Luwu mampu menerapkan ilmu, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh selama jambore untuk mendorong kemajuan desa masing-masing.
Pengalaman dan Manfaat Retret
Terpisah, Kepala Desa Benteng Palioi, Kecamatan Kindang Bulukumba, Muh Syarif, menilai pelatihan ini bermanfaat karena menanamkan kedisiplinan sekaligus memperkuat kecintaan terhadap NKRI. “Sangat bagus. Saya kira retret ini tidak hanya kepala desa yang perlu dilatih, tapi bagusnya semua aparatur pemerintah agar disiplin terpatri dalam diri, sehingga rasa malas dalam menjalankan tugas itu tidak ada,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Baru, Kecamatan Sinjai Tengah, Muhlis, memberikan penilaian positif. Ia menilai retret tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman sekaligus mempererat silaturahmi antar kepala desa. “Ada pengalaman dan cerita tersendiri. Semoga ke depannya retret ini bisa terulang kembali karena menjadi ajang silaturahmi sesama kepala desa dan menjadi kenangan,” katanya.
Pelatihan Disiplin dan Materi Pembangunan
Sementara itu, Kades Curio, Kabupaten Enrekang, Saenal Budi mengaku telah mengikuti rangkaian retret selama dua hari bersama ribuan kepala desa lainnya. Selama itu, para peserta menerima beragam materi berkaitan pembangunan desa. “Sudah dua hari saya di sini. Banyak materi, seperti koperasi, mengelola keuangan, termasuk besok materi pertanian dari kementerian langsung,” katanya, Jumat (12/12/2025).
Selain materi pembangunan desa, seluruh peserta juga dilatih kedisiplinan. Saenal menyebutkan bahwa para kades diwajibkan bangun lebih pagi mengikuti jadwal kegiatan. “Jam 3 sudah disuruh bangun untuk apel, terus salat subuh. Kita diajarkan disiplin di sini,” ujarnya.
Ia menilai retret ini sangat membantu kepala desa dalam mengembangkan potensi wilayah masing-masing, baik dari sisi Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusia (SDM). “Kalau pribadi, ini sangat bermanfaat kalau kades benar-benar menerapkan materi sudah diberikan di desa nanti,” jelasnya.
Kesan dan Harapan dari Kepala Desa Sinjai
Para kepala desa dari Sinjai merespons positif retret kepala desa se-Sulawesi Selatan di Rindam XIV Hasanuddin, Gowa. Mereka menyebut kegiatan ini bukan hanya forum pelatihan, tetapi juga ajang memperkuat hubungan antar kepala desa.
Kepala Desa Bonto, Kecamatan Sinjai Tengah, Sudirman, menilai retret ini menjadi wadah bertemu dan bertukar pengalaman dengan sesama kades dari seluruh Sulsel. “Jambore ini merupakan silaturahmi sesama kepala desa yang ada di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Senada disampaikan Kepala Desa Baru, Kecamatan Sinjai Tengah, Muhlis. Ia menilai retret memberikan manfaat besar karena peserta dibekali materi yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pemerintahan desa. “Bagus ini kegiatan. Kita dapat materi kepemimpinan hingga pengelolaan keuangan desa,” katanya.
Muhlis juga membagikan pengalaman unik selama kegiatan berlangsung. Salah satu momen yang menurutnya paling berkesan adalah ketika para peserta harus antre dan berebut masuk ke toilet. “Pasti kita berlomba-lomba masuk WC, kesannya sangat seru,” ujarnya sambil tertawa.
Meski ada dinamika khas kegiatan lapangan, Muhlis menilai fasilitas yang disiapkan panitia sudah sangat baik. “Fasilitasnya maksimal. Menurut saya sangat bagus,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Sinjai Ratnawati Arif menyampaikan langsung harapannya kepada para kepala desa dari wilayahnya. Ia menekankan agar seluruh peserta mengikuti rangkaian pembelajaran dengan sungguh-sungguh. “Kami berharap para kepala desa betul-betul memanfaatkan kesempatan ini,” tegasnya.
Ratnawati berharap ilmu, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh selama retret dapat dibawa pulang dan diterapkan untuk memperkuat tata kelola desa serta mendorong pembangunan yang lebih progresif.












