Temu Tiba-tiba dengan Blogger Bogor di Roemah Koffie Kahoeripan

Pertemuan Blogger Bogor yang Berkesan



Saya memulai percakapan di grup kecil yang berisi empat orang blogger Bogor. “Assalamualaikum, gimana kabarnya? Besok ada acara tidak? Ketemuan yuk,” ajakan saya langsung saja ke grup tersebut. Grup ini berisi para blogger senior seperti mba Dwina, mba Inna, dan mba Diah Woro. Sebagian dari mereka usianya mirip dengan Mama saya. Tidak masalah, saya senang berteman dengan siapa saja, lintas usia, karena dari para senior akan mendapatkan banyak insight yang lebih matang.

Percaya tidak? Sejak kami membuat grup kecil ini, wacana ketemuan sering diagendakan tetapi gagal terus. Waktu kami seperti tidak singkron. Terutama saya, biasanya hanya weekend dan nggak setiap weekend libur juga. Kami membuat grup kecil itu sejak 20 Desember 2024 lho dan ketemuan perdana di 26 Desember 2025, jadi anniversary satu tahun kami berkumpul di satu grup ini sih hahaha. Memang gitulah, sama-sama banyak kesibukan. Belum ketemu momen pas dan Alhamdulillah saya ngide dadakan. Syukurnya semesta mendukung kami bisa ketemuan juga akhirnya.

Ternyata, ajakan saya buat ketemuan sama blogger Bogor ini disambut. Ketiga rekan saya ini bisa meluangkan waktu. Awalnya saya ajakin ke daerah Sindangbarang dengan sebuah kedai kopi yang nuansa alami. Tetapi, mba Dwina mengingatkan kalau mba Inna dan mba Diah rumahnya kejauhan kalau ke Sindangbarang. Maka saya mengalah dan siap ikut lokasi yang lebih tengah-tengah buat kami. Terpilih lah Roemah Koffie Kahoeripan yang letaknya tidak begitu jauh dari kawasan air mancur Bogor.

Alamat lengkap Roemah Koffie Kahoeripan: RT.04/RW.01, Tanah Sareal, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat. Di ojek online bisa langsung search Reomah Koffie Kahoeripan Tanah Sareal. Buka sedari pukul 08.00 pagi dan tutup pukul 17.00 WIB.

Fasilitas di Roemah Koffie Kahoeripan

  • Tersedia area parkiran yang cukup luas. Muat untuk beberapa mobil dan motor.
  • Ada toilet, ada mushola.
  • Area indoor hanya terdapat satu meja dengan delapan buat kursi. Meja nuansa jadul, bertaplak double plastik. Terdapat banyak pajangan informasi yang sangat lawas modelnya. Ada kendala kecil dan jendela super besar.
  • Untuk pemesanan makanan bisa langsung ke kasir, pembayaran bisa tunai, QRIS, Debet.

Di sini kebanyakan tempat duduk dan meja tersedia di area outdoor. Banyak tanaman, bahkan ada pohon kopi juga. Kursi dan meja di area outdoor beragam banget. Berhubung saya tiba paling dulu, saya booking satu tempat. Sebuah meja bundar dengan kursi anyaman, di area outdoor karena indoor sudah terisi oleh pengunjung lain.

Tidak jauh dari tempat duduk yang saya pesan. Ada sekeluarga bule, sepertinya orang Eropa. Mereka ngopi, ngeteh dan makan nasi goreng. Obrolannya cukup seru, terdengar samar-samar, bukan sengaja menguping.

Memesan Kopi Kahuripan dan Nasi Goreng Terasi

Kami ketemuan jam sebelas siang. Saya yang sehabis lari pagi, merasa perut mulai keroncongan. Sambil menunggu ketiga rekan, saya pun memesan. Atas rekomendasi kasir, saya pesan kopi Kahuripan dan makannya saya pilih random. Karena lapar sudah pasti makan nasi saja. Akhirnya saya pesan nasi goreng terasi, kayaknya enak nih.

Dari memesan, bayar dan menunggu kedatangan makanan memang agak lama. Soalnya area indoor dan outdoor terisi penuh sama pengunjung, bisa jadi antri nih masakannya. Template banget, minuman datang selalu duluan. Yaudah, saya coba kopi nya dan unik, kopi pandan. Cuma terlalu creamy dan yaa kopi tipe kekinian. Tidak begitu spesial. Tetapi bisa saya minum sampai habis, nggak boleh buang minuman, mubazir gengs.

Nasi gorengnya, nggak pera. Agak sedikit berminyak tetapi masih dapat di tolerir. Rasanya agak keasinan dikit, ketolong sama potongan mentimun buat netralisir. Terdapat potongan daging ayam yang lumayan banyak. Kalau terasinya jujur kurang berasa hanya tercium aromanya saja.

Lantas, ketiga rekan mulai berdatangan. Masing-masing memilih makanan dan minumannya. Berbeda-beda, intinya mau pada nyobain. Mba Inna pesan nasi goreng Ciseeng. Ternyata nasi goreng ini warna nya kuning, pakai kunyit lalu rasanya dominan kencur. Terdapat telor dadar, kerupuk dan mentimun. Cukup lengkap dan secara porsi pun mengenyangkan. Kurang lebih penataan nasi goreng saya juga mirip bedanya nggaka ada telor dadar.

Setelah lengkap, kami berfoto bareng dan ngobrolin banyak hal buat menyambut tahun 2026. Seperti prediksi tahun depan blogger akan seperti apa, apakah ada banyak peluang pekerjaan atau event dan lainnya.

Pengalaman Berharga dari Pertemuan Ini

Jujur saja, blogger Bogor itu aslinya banyak. Hanya saja mereka mulai punya ragam kesibukan dan susah buat diajak duduk bareng, ketemuan, sharing ilmu dan informasi. Kami berempat ini mulai bertukar opini, pengalaman dan menuangkan ide-ide sederhana yang kelak bisa kami coba gaungkan. Rencana-rencana membuka peluang, kembali membagikan keahlian masing-masing. Insightful banget, terutama pengingat dari mba Dwina.

Saya bersyukur karena berani mengajak buat ketemuan. Ternyata dari silaturahmi mendadak ini, menghasilkan banyak pemikiran dan ide keren. Semoga saja bisa dieksekusi dan terealisasi. Butuh waktu, tenaga, konsisten dan komunikasi terjaga memang buat bisa mewujudkan satu persatu yang menjadi rencana-rencana kecil.

Senangnya berkomunikasi dengan para senior, mereka jauh lebih bijaksana menangapi sesuatu. Tidak tergesa-gesa dan nggak mudah mematahkan argumen. Secara lokasi, tempat kami ketemuan ini enak. Banyak pohon, rindang, memang tempatnya outdoor sekali ya. Kalau matahari lagi centil, menyengat juga. Meski ada kipas angin sih.

Makannya nggak terlalu banyak pilihan dan standar saja. Setidaknya bisa jadi tempat diskusi yang nyaman. Berjam-jam kami ngobrol, sekitar jam tiga sore kami putuskan buat bubar, pulang ke rumah masing-masing.

Oleh-Oleh dari Mba Inna

Jujur, saya abai terkait oleh-oleh. Saya nggak menyiapkan apa-apa buat pertemuan ini. Sangat saya sesali sekali. Rupanya mba Inna berbeda, beliau membawa banyak oleh-oleh buat kamu. Ada Bros buatannyaz masing-masing dari kami dapat dua buah. Lalu bawa minuman bunga telang. Masing-masing dari kami dapat satu botol. Tak cukup sampai situ, kami dapat martabak telor buatan mba Inna juga. Masha aAllah mba, beneran effort sekali. Saya sangat berterima kasih atas oleh-olehnya.

Saya jadi kepikiran kalau nanti buat camilan biji Ketapang, kayanya bisa saya kirim ke rumah mba Inna supaya beliau icip.

Ketemuan sama blogger Bogor, jadi salah satu momen silaturahmi yang berkesan sekali. Semoga saja, kami bisa terus berkomunikasi dan bersinergi buat hal-hal bermanfaat.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *