KM Leuser: Kapal yang Menjaga Konektivitas Maritim Nusantara
KM Leuser, salah satu armada andalan PT Pelni (Persero), kembali menunjukkan perannya sebagai “urat nadi” maritim nusantara. Pada awal tahun 2026, kapal ini memulai perjalanan panjang dari ujung timur Indonesia menuju pusat ekonomi Jawa, Surabaya. Perjalanan ini bukan hanya sekadar pelayaran biasa, melainkan sebuah maraton laut yang berlangsung selama 9 hari 12 jam.
Perjalanan dimulai dari Merauke pada 29 Desember 2025, namun fokus utama tertuju pada keberangkatan dari Pelabuhan Dobo pada 1 Januari 2026. Kapal ini dijadwalkan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada 11 Januari 2026. Untuk masyarakat di wilayah kepulauan, KM Leuser bukan hanya alat transportasi, tetapi juga penghubung logistik dan mobilisasi yang sangat vital di awal tahun.
Rute dan Jadwal Perjalanan
KM Leuser memiliki rute yang sangat panjang dan mencakup berbagai pelabuhan penting di sepanjang jalur maritim Indonesia. Berikut adalah jadwal lengkap perjalanan dari Dobo ke Surabaya:
- Dobo: 1 Januari 2026, 19:00
- Tual: 2 Januari 2026, 05:00-09:00
- Saumlaki: 3 Januari 2026, 04:00-06:00
- Ambon: 4 Januari 2026, 14:00-18:00
- Namrole: 5 Januari 2026, 03:00-05:00
- Wakatobi (Wanci): 6 Januari 2026, 01:00-02:00
- Baubau: 6 Januari 2026, 11:00-13:00
- Makassar: 7 Januari 2026, 11:00-16:00
- Labuan Bajo: 8 Januari 2026, 12:00-13:00
- Bima: 8 Januari 2026, 22:00-23:00
- Denpasar: 9 Januari 2026, 23:00 – 10 Januari 2026, 01:00
- Surabaya: 11 Januari 2026, 07:00
Harga tiket untuk perjalanan ini berkisar antara Rp 804.000,- hingga Rp 644.800,- tergantung kelas penumpang.
Rute Kembali dari Surabaya ke Merauke
Setelah tiba di Surabaya, KM Leuser akan kembali melakukan perjalanan pulang dengan jadwal sebagai berikut:
- Surabaya: 11 Januari 2026, 19:00
- Denpasar: 12 Januari 2026, 23:00 – 13 Januari 2026, 05:00
- Bima: 14 Januari 2026, 04:00-06:00
- Labuan Bajo: 14 Januari 2026, 14:00-16:00
- Makassar: 15 Januari 2026, 12:00-17:00
- Baubau: 16 Januari 2026, 16:00-19:00
- Wakatobi (Wanci): 17 Januari 2026, 04:00-06:00
- Namrole: 18 Januari 2026, 06:00-08:00
- Ambon: 18 Januari 2026, 18:00-22:00
- Saumlaki: 20 Januari 2026, 08:00-10:00
- Tual: 21 Januari 2026, 08:00-14:00
- Dobo: 22 Januari 2026, 01:00-05:00
- Timika: 23 Januari 2026, 02:00-06:00
- Agats: 23 Januari 2026, 18:00-22:00
- Merauke: 25 Januari 2026, 18:00
Harga tiket untuk rute ini adalah Rp 1.108.500,-.
Rute Kembali dari Merauke ke Surabaya
Pada akhirnya, KM Leuser akan kembali melakukan perjalanan dari Merauke ke Surabaya dengan jadwal sebagai berikut:
- Merauke: 26 Januari 2026, 17:00
- Agats: 28 Januari 2026, 09:00-15:00
- Timika: 29 Januari 2026, 02:00-04:00
- Dobo: 29 Januari 2026, 22:00-23:59
- Tual: 30 Januari 2026, 10:00-15:00
- Saumlaki: 31 Januari 2026, 10:00-12:00
- Ambon: 1 Januari 2026, 20:00 – 2 Februari 2026, 01:00
- Namrole: 2 Februari 2026, 10:00-12:00
- Wakatobi (Wanci): 3 Februari 2026, 08:00-09:00
- Baubau: 3 Februari 2026, 18:00-20:00
- Makassar: 4 Februari 2026, 19:00-23:59
- Labuan Bajo: 5 Februari 2026, 20:00-22:00
- Bima: 6 Februari 2026, 07:00-09:00
- Denpasar: 7 Februari 2026, 09:00-11:00
- Surabaya: 8 Februari 2026, 17:00
Harga tiket untuk rute ini adalah Rp 1.098.500,-.
Tiga Pilar Konektivitas Laut
KM Leuser merupakan bagian dari “tiga pilar” konektivitas laut yang melayani rute Merauke. Selain Leuser, terdapat dua armada lainnya:
- KM Sirimau: Melayani koridor Sorong – Merauke – Sorong.
- KM Tatamailau: Menghubungkan Bitung – Merauke – Bitung.
Kehadiran rute panjang seperti KM Leuser menunjukkan bahwa ketergantungan wilayah timur terhadap akses transportasi laut masih sangat tinggi. Ketepatan jadwal di awal Januari menjadi krusial untuk memastikan perputaran ekonomi dan arus balik libur tahun baru berjalan lancar.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."












