Eksodus Pemain Sriwijaya FC, Kini Hanya 15 Orang Tersisa

Krisis Finansial yang Mengancam Sriwijaya FC

Sriwijaya FC kini sedang menghadapi tantangan berat dalam menjalani kompetisi Liga 2. Krisis finansial yang terus berlangsung memengaruhi keberlanjutan klub, dengan sejumlah pemain mulai meninggalkan Palembang. Sebelumnya, beberapa nama seperti Rendi Juliansyah, Eros Dermawan, Jechson Felix Tiwu, Vieri Donny, Rafif, Ibnu Yazid, Al Muzanny, Ganjar Mukti, Reza Pahlevi, Sandhya Wiratama, hingga Sahbandi telah lebih dahulu pergi dari SFC.

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan kepergian dua pilar utama Laskar Wong Kito, yakni Sutan Zico dan Farhan Rahman. Pertandingan melawan Persekat Tegal pada Sabtu (10/1/2026) menjadi laga terakhir bagi keduanya berseragam Sriwijaya FC.

Sutan Zico: Ucapan Terima Kasih untuk Sriwijaya FC

Sutan Zico menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sriwijaya FC atas kesempatan yang diberikan kepadanya untuk berkompetisi di Liga 2. Penampilannya yang apik bersama Elang Andalas membuat namanya kembali dilirik oleh klub besar, salah satunya Persiraja Banda Aceh yang tertarik menggunakan jasanya.

Zico merupakan sosok penting di lini depan Sriwijaya FC. Ia tercatat sebagai pencetak gol terbanyak tim dengan tiga gol. Selama musim ini, ia mencatatkan 15 penampilan, dengan total 16 tembakan dan enam di antaranya mengarah ke gawang.

“Terlalu manis untuk dilupakan, terlalu pahit untuk dikenang. Terima kasih,” tulis Zico melalui akun Instagram pribadinya, @sutanzicoo, Minggu (11/1/2026).

Farhan Rahman: Terima Kasih untuk Dukungan Suporter

Farhan Rahman juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada suporter, manajemen, dan masyarakat Sumatera Selatan atas dukungan selama dirinya membela Laskar Wong Kito. Ia menegaskan bahwa ia mengucapkan terima kasih atas kesempatan dan pengalaman berharga selama bekerja di tim ini.

“Mohon maaf atas segala kekurangan dan sampai jumpa di lain kesempatan,” tulis Farhan di akun Instagram @farhan68_ar.at, Minggu (11/1/2026).

Selama dua musim berseragam Sriwijaya FC, Farhan menjadi pemain yang nyaris tak tergantikan. Ia mencatatkan 14 penampilan serta empat tembakan mengarah ke gawang. Absennya Wakil Presiden klub, David, di jajaran manajemen turut disebut menjadi salah satu faktor yang membuat Farhan memilih melanjutkan karier ke klub lain.

“Nanti lihat saja bang,” ujar Farhan singkat kepada , Senin (12/1/2026).

Daftar Pemain yang Masih Tersisa

Hingga kini, Sriwijaya FC hanya menyisakan 15 pemain aktif dalam skuadnya, terdiri dari tiga penjaga gawang dan 12 pemain lapangan. Berikut daftar pemain tersisa:

  • Rangga Pratama (GK)
  • Acil Kuba (GK)
  • Zaenuri (GK)
  • Rizki Abdiansyah (Bek)
  • Valentino Taleabun (Bek)
  • Fajri Ardiansyah (Bek)
  • Fiwi Dwipan (Bek)
  • Erick Cantona (Bek)
  • Nugroho Fatchurohman (Gelandang)
  • M Tirto (Gelandang)
  • Fernando Surbay (Gelandang)
  • Mukti Arya (Gelandang)
  • Madrid Agusta (Striker)
  • Nadhif Girosta Kosashi (Striker)
  • Ade Suryana (Striker – cedera ACL)

Berjuang Sampai Akhir

Direktur Olahraga PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Anggoro Prajesta, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan pelatih Budi Sudarsono serta manajer baru, Eko Saputro, untuk membahas keberlangsungan klub. Menurutnya, Sriwijaya FC saat ini berada dalam kondisi memprihatinkan akibat krisis finansial dan hengkangnya sejumlah pemain inti.

“Mengenai pemain masih diatur oleh Pak Eko. Bismillah saja, mudah-mudahan masih ada yang mau membantu Sriwijaya FC di situasi seperti ini. Saya sudah berdiskusi dengan pelatih dan manajer terkait nasib klub ke depan,” ujar Anggoro, Senin (12/1/2026).

Anggoro tidak menampik kemungkinan Sriwijaya FC terdegradasi ke Liga 3. Namun demikian, ia menegaskan manajemen akan berupaya maksimal agar klub kebanggaan Sumatera Selatan itu tetap menyelesaikan kompetisi hingga akhir musim.

“Saya akan berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan musim ini sampai selesai,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa di tengah minimnya dukungan sponsor, manajemen dan pihak terkait masih berupaya menutup kebutuhan tim, termasuk biaya laga tandang, meski harus dilakukan secara patungan.

“Kita selesaikan musim ini. Apa pun hasilnya nanti, kita serahkan kepada Allah. Yang penting kita sudah berusaha,” tutupnya.

Saat ini, Sriwijaya FC berada di peringkat ke-10 klasemen Grup Barat dengan hanya mengoleksi dua poin dari 15 pertandingan. Mereka terpaut 15 poin dari Persekat Tegal yang berada satu tingkat di atasnya, dan berada di ambang degradasi tanpa adanya babak playoff zona degradasi.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *