Arsenal vs Manchester United Berebut Bek Sayap Inter dan Timnas Italia, Klub EPL Lain Ikut Serta

Pemain Andalan Inter Milan Jadi Target Klub Top Eropa

Bek sayap andalan Inter Milan, Federico Dimarco, kini menjadi incaran banyak klub top Eropa. Salah satunya adalah Arsenal, yang saat ini memimpin klasemen Liga Inggris. The Gunners dilaporkan telah bergabung dalam persaingan untuk merekrut pemain asal Italia tersebut, yang juga diincar oleh Manchester United.

Kabar ini tidak disukai oleh para suporter Inter Milan. Dimarco bukan sekadar bek kiri biasa. Ia memiliki gaya bermain yang unik dan sangat penting bagi tim Nerazzurri. Mantan pelatih Barito Putera di EPA U16, Nurholis Majid, memberikan pendapatnya mengenai pemain ini. Menurutnya, Dimarco adalah sayap top yang luar biasa. Dalam permainan Inter, ia benar-benar nyata.

“Dia sering membuat lawan panik hanya dengan satu umpan tajam ke kotak penalti. Dan yang paling saya suka adalah dia sebagai produk akademi Milan, dia punya jiwa klub. Dia bukan sekadar pemain pinjaman kekinian yang suka bolak-balik klub besar,” ujar pelatih fisik Barito Putera 2024 ini.

Nurholis menjelaskan bahwa gaya main Dimarco lebih cerdas daripada sekadar fisik. Ia tahu kapan harus maju dan kapan harus mundur, bukan tipe pemain belakang sayap murni yang hanya berlari tanpa henti. Kelebihan itu jelas menarik perhatian klub-klub top Eropa, termasuk Arsenal.

Namun, ia perlu terus mengasah duel fisik agar tidak mudah dibenturkan oleh striker cepat di Premier League. Holis menekankan bahwa jika Arsenal benar-benar membawa Dimarco ke Emirates Stadium, ini bukan sekadar perbaikan posisi bek kiri, tetapi tambahan kreativitas dari belakang yang bisa membuat pertahanan dan serangan lebih seimbang secara taktis.

Kontrak dan Minat Klub

Dilansir Sempreinter, Federico Dimarco hanya memiliki kurang dari dua tahun tersisa dalam kontraknya saat ini di San Siro. Oleh karena itu, Inter Milan sangat ingin mengikatnya dengan kontrak jangka panjang yang baru. Sementara itu, beberapa klub Premier League, termasuk Arsenal, sedang memantau situasi pemain berusia 28 tahun itu.

Arsenal ikut bersaing untuk mendapatkan pemain andalan Inter Milan, Federico Dimarco. Dimarco, yang secara luas dianggap sebagai salah satu bek sayap terbaik di Eropa, telah menarik banyak minat. Memang, mantan bos Man Utd, Ruben Amorim, sangat ingin membawanya ke Old Trafford. Namun, setelah Setan Merah memecat mantan bos Sporting CP itu, Arsenal muncul sebagai kandidat utama untuk merekrut Dimarco.

Mikel Arteta membutuhkan tambahan pemain di sayap kiri karena The Gunners kekurangan bek kiri murni. Meskipun Jurrien Timber dan Riccardo Calafiori telah melakukan operasi pada sisi kiri selama 18 bulan terakhir, tidak diragukan lagi bahwa Dimarco akan menjadi peningkatan di lini serang.

Statistik yang Membuat Dimarco Jadi Rebutan

Di musim 2025/26, Dimarco tetap menjadi pilar penting di sisi kiri Inter, tampil reguler di Serie A dan Eropa dengan menit bermain tinggi (~1.899 menit liga musim ini) dan kombinasi peran defensif-ofensif yang lengkap. Dia sudah mencetak 2 gol dan 5 assist di liga, sebuah output yang cukup tinggi untuk bek/wing-back.

Permainan operannya rata-rata akurat sekitar 80–81 persen, dengan statistik umpan kunci dan crossing termasuk yang tertinggi di Serie A. Dimarco juga memiliki rata-rata umpan kunci ~3.18/90′ dan crossing sukses di tingkat atas liga, sekaligus catatan xA (expected assists) yang sangat baik—menempatkan dia di persentil tinggi kreativitas bagi bek modern.

Lebih jauh, menurut laporan Opta, Dimarco telah menciptakan lebih banyak peluang besar (big chances) di sayap kiri daripada siapa pun di lima liga top Eropa musim ini, sebuah indikator bahwa dia bukan sekadar full-back defensif, tetapi sumber serangan dari sisi lebar.

Perbandingan dengan Kieran Tierney

Jika dibandingkan dengan Kieran Tierney (28 tahun, Celtic — sebelumnya Arsenal), bek tersebut dikenal sebagai bek kiri konvensional dengan progressive runs, crossing, dan kemampuan bertahan solid. Statistik terakhir di kompetisi Eropa menunjukkan Tierney memiliki akurasi umpan sekitar 80.5%, recoveries, dan defensive actions yang solid, serta pengalaman besar di liga top.

Di Arsenal, Tierney juga pernah mencatat total lebih dari 4 gol dan 8 assist dari 104 penampilan di Liga Inggris, plus clean sheets dan kontribusi defensif yang konsisten.

Konteks Perbandingan

Dimarco cenderung lebih offensive engine dibanding Tierney di puncak kariernya di Arsenal. Walaupun kedua pemain punya akurasi operan serupa, Dimarco lebih agresif dalam big chances created dan assist output, sementara Tierney sering lebih fokus pada fase bertahan dan overlapping run tradisional tanpa begitu menonjol dalam statistik peluang besar.

Atribut Teknis & Gaya Main

Federico Dimarco

Dimarco bukan sekadar bek kiri; dia wing-back modern yang punya visi serangan tajam dari sisi kiri. Kelebihannya bukan hanya umpan dan crossing, tetapi kemampuan membaca ruang dan menciptakan peluang gol dari luar area penalti. Itu sebabnya dia tercatat sebagai yang terbanyak menciptakan big chances di Eropa musim ini, bukan sekadar di Inter saja.

Taktiknya fleksibel: dia bisa maju lebar sebagai full-back dalam formasi 3-5-2 atau mengisi ruang tinggi sebagai playmaker attack-minded di 4-3-3 modern.

Kieran Tierney

Tierney punya gaya classic full-back, kuat secara bertahan, overlapping run yang konsisten, dan crossing berbahaya saat maju memotong sisi kiri. Namun dalam struktur taktik Arteta di Arsenal, dia terkadang disesuaikan sesuai sistem, belum lagi riwayat cedera yang membatasi konsistensinya di beberapa musim terakhir.

Kelemahan & Kelebihan Tersembunyi

Federico Dimarco

• Kelemahan potensial: Secara defensif duel ground dan aerial bukan titik kuat utama—ini bisa jadi isu di Premier League, yang terkenal physical dan cepat transisi.

• Akurasi umpan total ada di kisaran 80% saja, sedikit di bawah apa yang klub elite Liga Inggris harapkan untuk full-back yang memimpin build-up.

• Kelebihan tersembunyi: Output assist dan creative playmaking dari lini belakang itu jarang dimiliki bek kiri lain di Serie A musim ini. Kombinasi big chance creation membuatnya layak menjadi pembeda di lini sayap yang selama ini kurang tajam.

Kieran Tierney

• Kelemahan yang terlihat: Riwayat cedera mengganggu momentum dan konsistensi performa di liga yang padat.

• Perannya cenderung tradisional; kurang dominan dalam statistik big chances created jika disandingkan Dimarco.

• Kelebihan: Stabilitas defensif dan rekam jejak kesiapan tackles/blocks dari pengalaman panjang di liga Inggris.

Kesimpulan

Mengapa Federico Dimarco, pemain Inter Milan, jadi rebutan Arsenal dan Manchester United? Karena faktanya, ia menjadi pemain yang menciptakan permainan terbanyak di lima liga top Eropa, melewati nama-nama superstars lainnya.

Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *