Peristiwa Kedatangan Harimau Sumatera di Wilayah Kabupaten Siak
Beberapa waktu terakhir, masyarakat di Kabupaten Siak dihebohkan oleh kemunculan Harimau Sumatera di berbagai lokasi. Dua peristiwa khusus yang mencuri perhatian adalah saat harimau ditemukan di Kampung Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, dan Kampung Dayun, Kecamatan Dayun. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak, Novendra Kasmara, menyatakan bahwa kedua kejadian tersebut diduga melibatkan individu harimau yang sama.
Peristiwa Pertama: Pengalaman Mencekam di Kampung Teluk Masjid
Perjumpaan pertama terjadi di Kampung Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, pada Kamis malam, 8 Januari 2026. Zulfikar, seorang warga setempat, mengalami pengalaman tak terduga saat hendak memancing. Ia bersama dua rekannya pergi ke area perkebunan sawit milik Koperasi Tinera Jaya. Saat ia melintasi jalan kebun yang gelap, ia melihat sorot mata yang awalnya ia kira berasal dari sapi.
Namun, ketika ia menoleh dan mengarahkan senter ke arah kebun, Zulfikar terkejut melihat seekor Harimau Sumatera berdiri di seberang parit dengan jarak sekitar empat meter. Dalam kondisi panik, ia memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan dan berhenti di sebuah pondok pekerja koperasi. Ia lalu memberi tahu rekan-rekannya tentang keberadaan harimau dan menyarankan agar mereka menghentikan aktivitas memancing malam itu serta mencari tempat yang lebih aman.
Peristiwa tersebut dilaporkan kepada aparat desa dan diteruskan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Tim BBKSDA melakukan pengecekan lapangan dan menemukan jejak Harimau Sumatera berukuran sekitar 12 sentimeter di area perkebunan sawit Koperasi Tinera Jaya. Jejak tersebut ditemukan pada titik koordinat 1,047200 LU dan 102,155600 BT, dan diperkirakan berasal dari satu individu harimau.
Peristiwa Kedua: Penampakan di Kampung Dayun
Perjumpaan kedua terjadi di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Rabu (14/1/2026). Kali ini, harimau Sumatera terlihat di jalan koridor perusahaan, kawasan Taman Nasional Zamrud (TNZ), tepatnya di depan Water Injection Plant (WIP) PT Bumi Siak Pusako (BSP). Khaidir, mandor subkontraktor PT BSP, bersama sopirnya Dedy, berhadapan langsung dengan harimau tersebut saat kendaraan mereka melaju pelan di kawasan itu.
Dari dalam mobil, Khaidir yang duduk di bangku penumpang depan dapat melihat jelas sosok harimau dengan loreng khasnya berjalan santai melintasi jalan tanpa menunjukkan perilaku agresif. Suasana di dalam mobil sempat tegang. Khaidir dan Dedy bahkan mempertimbangkan untuk berbalik arah. Namun, karena berada di dalam kendaraan dan merasa relatif aman, mereka memilih bertahan sambil menjaga jarak.
Seorang karyawan lain yang duduk di bangku belakang sempat merekam kejadian tersebut menggunakan ponsel. Video penampakan itu kemudian beredar luas dan menarik perhatian publik.
Imbauan dari Pihak Berwenang
Penghulu Kampung Dayun, Nasya Nugrik, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, lokasi penampakan berada di dalam habitat alami Harimau Sumatera. “Benar, itu memang habitatnya di Taman Nasional Zamrud. Penampakan terjadi di depan WIP PT BSP, sekitar 1,3 kilometer dari Pos BBKSDA di TNZ,” ujar Nasya.
Nasya juga memastikan bahwa Khaidir dan Dedy merupakan karyawan subkontraktor PT BSP yang beraktivitas di zona khusus dalam kawasan TNZ. Ia menyebut, kemunculan harimau di kawasan tersebut sebenarnya bukan hal yang asing. “Di kawasan itu, harimau memang sudah biasa muncul karena perusahaan berada di zona khusus Taman Nasional Zamrud,” katanya.
Upaya Pencegahan dan Keamanan
Dua peristiwa perjumpaan ini memperkuat dugaan bahwa satu individu harimau Sumatera bergerak di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Siak. Meski belum ada korban, aparat dan pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika kembali melihat tanda-tanda keberadaan satwa liar tersebut.
BBKSDA Riau memastikan pemantauan lapangan akan terus dilakukan guna meminimalkan potensi konflik antara manusia dan Harimau Sumatera, sekaligus menjaga keselamatan warga serta kelestarian satwa yang dilindungi itu.












