Kuncoro, Legenda Arema FC yang Meninggal Dunia Saat Bermain Sepak Bola
Asisten pelatih sekaligus legenda Arema FC, Kuncoro (52), meninggal dunia pada Minggu (18/1/2026) sore setelah mengikuti pertandingan persahabatan Trofeo All Stars di Stadion Gajayana, Malang. Almarhum sempat tidak sadarkan diri dan mengalami kejang di bench pemain sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di RSUD Dr. Saiful Anwar pada pukul 17.50 WIB.
Sahabat dekat almarhum, Mamad Kiting, mengungkapkan rasa pilunya karena kepergian Kuncoro yang teramat tiba-tiba. Ia mengenang sosok Kuncoro sebagai orang yang humoris, ramah, dan memiliki jiwa kekeluargaan yang kuat, meski dikenal berpenampilan tegas di lapangan.
Kuncoro mengembuskan napas terakhir setelah sempat mengalami kejang di sela pertandingan. Ia sempat mendapatkan penanganan medis di bangku cadangan sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.50 WIB.
Mamad menceritakan kisah terakhirnya bersama Kuncoro. Menurutnya, mereka sempat berjumpa semalam setelah salat Subuh, dan tidak ada tanda-tanda apa pun. “Orangnya humoris, baik, dan enak diajak ngobrol. Kekeluargaannya juga bagus,” ujar Mamad saat ditemui di rumah duka, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.
Dalam informasi awal, Kuncoro disebut sempat pingsan sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit. Mamad menceritakan bahwa kabar duka itu pertama kali ia terima melalui grup pesan singkat. Dari situ, ia mendengar bahwa Kuncoro sudah dibawa ke RSSA, tetapi ternyata mengembuskan napas terakhir di sana.
Di lingkungan sekitar, Kuncoro dikenal aktif bersosialisasi dan rutin mengikuti kegiatan keagamaan. Mamad menyebut, Kuncoro juga kerap bermain sepak bola bersama rekan-rekannya dalam kegiatan yang bersifat silaturahmi. “Kalau main bola itu bukan untuk kompetisi berat, lebih ke persahabatan. Orangnya ringan tangan, gampang bergaul, dan dekat dengan masyarakat,” tambah Mamad.
Teman Sepak Bola Kampung yang Tak Pernah Jauh
Harsono, salah satu teman bermain bola di kampung, merasa kehilangan Abah Kun, sapaan akrab Kuncoro. Harsono mendapat kabar duka setelah salat magrib. “Saya kaget mendengar kabar Abah Kun meninggal. Tadi habis salat magrib,” terang Harsono, Minggu (18/1/2026).
Harsono bersama temannya dan warga kampung lain langsung datang melayat di rumah duka. Kuncoro sering bermain dengan Harsono dan tim Bachelor di sejumlah tempat di Kabupaten Malang. “Sering sepak bola dengan warga sini juga, jago kapok istilahnya. Kemarin juga main di Dampit,” terang Harsono.
Pokoknya, jika libur, Kuncoro selalu bersama mereka. “Rame-rame pakai sepeda motor seringnya mas,” kata Harsono.
Momen Terakhir: Kuncoro Tumbang di Pinggir Lapangan
Kuncoro mengikuti pertandingan Trofeo All Stars dalam rangka peringatan 100 tahun Stadion Gajayana yang digelar oleh Persema Reborn. Ajang tersebut mempertemukan sejumlah tim legenda, di antaranya Persema Malang Legends, Persib Bandung Legends, dan SDF Indonesia Legends.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kuncoro sempat tak sadarkan diri di bench pemain. Rekan-rekannya langsung meminta bantuan petugas medis. Dalam video yang beredar, Kuncoro terlihat mendapatkan pertolongan pertama sebelum akhirnya dibawa ke Unit Gawat Darurat RSSA Malang.
Jejak Panjang Kuncoro Bersama Arema
Kuncoro lahir di Malang pada 7 Maret 1973 dan meninggal dunia dalam usia 52 tahun. Ia memiliki lisensi kepelatihan A Nasional dan dikenal menyukai skema formasi 4-3-3 defending. Karier kepelatihannya cukup panjang bersama Arema FC.
Kuncoro memulai kiprah sebagai asisten pelatih Arema pada 1 November 2011 hingga 1 Juli 2013, mendampingi sejumlah pelatih ternama seperti Milomir Seslija, Eduardo Almeida, Aji Santoso, Rahmad Darmawan, Mario Gomez, hingga Joko Susilo. Ia juga sempat menjabat sebagai pelatih interim Arema FC pada Maret–April 2020.
Pada musim 2022–2023, Kuncoro dipercaya sebagai pelatih fisik Arema FC. Terakhir, pada 19 Desember 2024, Kuncoro kembali ditunjuk sebagai pelatih interim Arema FC dan mencatatkan kemenangan perdananya saat Arema mengalahkan PSBS Biak pada pekan ke-16 Liga 1 2024–2025.
Selain berkarier sebagai pelatih, Kuncoro juga merupakan mantan pemain yang pernah membela sejumlah klub besar seperti Arema FC, Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya.
Kepergian Kuncoro meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, serta dunia sepak bola nasional. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.












