Alasan Syifa, WNI Jadi Tentara di AS: Masa Depan dan Pembentukan Karakter

Kezia Syifa, Anak WNI yang Memilih Jalur Militer di Amerika Serikat

Kezia Syifa (20), seorang warga negara Indonesia asal Tangerang, Banten, kini menjadi anggota Army National Guard Amerika Serikat. Keputusan ini diambil setelah melalui diskusi dengan keluarganya dan pertimbangan matang terkait masa depan. Safitri, ibunya, menjelaskan bahwa keputusan Syifa untuk bergabung dengan militer AS adalah bentuk dari pembentukan karakter dan kedisiplinan diri.

Safitri dan keluarganya merupakan diaspora yang telah tinggal di Amerika Serikat sejak pertengahan 2023 lalu. Mereka pindah ke AS setelah mendapatkan visa Green Card, yang memungkinkan mereka tinggal dan bekerja secara legal dalam jangka panjang. Saat ini, keluarga Safitri tinggal di Kensington, negara bagian Maryland, daerah pinggiran Kota Washington DC. Daerah tersebut dikenal sebagai tempat yang tenang dan makmur.

Posisi Syifa saat ini berada di bagian administrasi atau office. Ia menjalani proses pelatihan sebagai militer AS yang akan selesai pada Januari 2026. Awalnya, Safitri merasa khawatir karena ia mengira putrinya akan disuruh perang. Namun, ternyata posisi yang diambil oleh Syifa adalah di National Guard, yaitu komponen cadangan militer Amerika Serikat yang direktur oleh masing-masing negara bagian. Meski demikian, National Guard juga dapat dikerahkan dalam level nasional jika dibutuhkan.

Syifa bisa mendaftar sebagai tentara AS karena ia dan keluarganya adalah pemegang Green Card yang telah menetap di Maryland sejak pertengahan 2023. Syarat utama menjadi tentara AS memang tidak harus warga negara, namun minimal harus memiliki izin tinggal tetap (Permanent Resident). Keputusan Syifa untuk bergabung dengan militer AS telah melalui pertimbangan setelah berdiskusi dengan sesama diaspora Indonesia yang juga menjadi tentara di AS.

Dalam video yang beredar, Syifa tampil berhijab. Penampilan Syifa berhijab dengan seragam loreng bertuliskan US Army inilah kemudian mendapat sorotan warganet Indonesia termasuk gaji tentara AS.

Gaji Tentara Amerika Serikat (US Army)

Berdasarkan data terbaru per 21 Januari 2026, rata-rata gaji tahunan seorang anggota Garda Nasional di Amerika Serikat mencapai $35.072 (sekitar Rp605 juta dengan kurs asumsi). Jika dibedah lebih dalam, pendapatan ini setara dengan:

  • $2.922 (Rp49,5 juta) per bulan.
  • $674 (Rp11,4 juta) per minggu.
  • $16,86 (Rp285 ribu) per jam.

Bagi prajurit seperti Syifa, angka ini merupakan pendapatan dasar yang masih bisa berkembang pesat seiring dengan kenaikan pangkat, tingkat pendidikan, dan masa bakti.

Peluang Kenaikan Gaji Berdasarkan Keahlian

Data dari ZipRecruiter menunjukkan rentang gaji di Garda Nasional sangat bervariasi. Meski mayoritas berada di angka $30.000 hingga $38.500, prajurit dengan kualifikasi tinggi (persentil ke-90) bisa membawa pulang hingga $45.000 per tahun. Faktor-faktor seperti MOS (Spesialisasi Okupasi Militer), lokasi penempatan, dan pengalaman lapangan menjadi kunci utama dalam mendongkrak pendapatan tersebut.

Selain gaji pokok, menjadi anggota Garda Nasional menawarkan berbagai keuntungan finansial yang signifikan:

  • Tunjangan Perumahan: Bagi mereka yang memiliki tanggungan (keluarga), tersedia tunjangan tempat tinggal tambahan.
  • Keuntungan Pajak: Pajak penghasilan hanya dikenakan pada gaji pokok. Bonus atau pendapatan tambahan saat bertugas di luar negeri seringkali bebas pajak (tax-exempt).
  • Status Tugas Aktif: Setiap kali dikerahkan untuk pelatihan tahunan atau misi khusus, prajurit dibayar penuh dengan standar Active Duty.

Alasan Utama Syifa Bergabung dengan Militer AS

Motivasi utama Syifa untuk bergabung dengan militer AS adalah pendidikan, pembentukan karakter, dan pengembangan diri. Ia memilih jalur yang tersedia secara legal di AS, bukan semata-mata soal militer, tetapi tentang masa depan dan kedisiplinan. Selain itu, Syifa juga akan mendapatkan kesempatan melanjutkan studi dari pihak militer AS.


Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *