JAKARTA,
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke Inggris telah menghasilkan berbagai dampak positif bagi Indonesia.
“Intinya, ketika Bapak Presiden pergi ke luar negeri, beliau selalu ingin mendapatkan sesuatu yang bermanfaat. Ada produknya, ada hasilnya, dan tentu saja dampak positif untuk Indonesia,” ujar Teddy di London, Inggris, seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.
Teddy menegaskan bahwa hasil dari kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris dalam dua hari terakhir akan segera dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
“Yang saya sebutkan tadi, dalam waktu dua hari di sini, beliau ingin secepat mungkin dan sebesar mungkin manfaatnya bisa didapat oleh Indonesia,” tambah Teddy pada Kamis (22/1/2026).
Beberapa hasil utama dari kunjungan tersebut antara lain:
- Komitmen investasi dari Inggris sebesar 4 miliar poundsterling atau setara dengan sekitar Rp90 triliun.
- Penguatan kerja sama strategis di sektor maritim.
- Pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di Indonesia.
Menurut Teddy, kapal-kapal tersebut akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan karena akan mempekerjakan sekitar 600.000 orang.
“Karena produksinya dilakukan di Indonesia, maka akan ada banyak pekerjaan yang tersedia,” lanjutnya.
Selain sektor ekonomi dan maritim, Presiden Prabowo juga menjajaki kerja sama di bidang pendidikan tinggi. Dalam pertemuan tersebut, ia bertemu dengan 24 profesor dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, termasuk King’s College, Oxford University, Imperial College, dan Edinburgh.
Lewat pertemuan ini, beberapa kerja sama yang dibahas antara lain:
- Pembangunan 10 kampus baru yang fokus pada ilmu kedokteran serta science, technology, engineering, and mathematics (STEM).
- Peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Inggris.
- Pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia.
- Pertukaran dosen antara universitas Indonesia dan universitas di Inggris.
Teddy menambahkan bahwa harapan besar di balik kerja sama ini adalah meningkatkan peringkat universitas-universitas Indonesia di tingkat global.
“Kita sudah memiliki kampus di Singosari. Selain itu, ada rencana pertukaran dosen antara universitas kita dan universitas Inggris,” ujarnya.
Pertemuan Presiden Prabowo dengan Menteri Pendidikan Inggris serta perwakilan Russell Group, yaitu kelompok universitas terbaik di Inggris, diharapkan dapat memperkuat kerja sama pendidikan.
Di sisi lain, dalam pertemuan dengan Raja Charles III di London, Presiden Prabowo dan Raja Inggris menyepakati komitmen kerja sama terkait pemulihan ekosistem 57 taman nasional di Indonesia.
Menurut Teddy, kerja sama ini mencakup dukungan terhadap upaya konservasi yang sedang berlangsung di berbagai kawasan strategis. Salah satu contohnya adalah Taman Nasional Way Kambas di Lampung, yang dikenal sebagai pusat konservasi gajah Sumatera.
“Kerja sama ini diharapkan bisa membantu Indonesia dalam memperbaiki ekosistem dan memperindah 57 taman nasional,” ujar Teddy.












