Daerah  

Sungai Citarum Jebol, Warga Bekasi Gotong Royong Perbaiki

Jebolnya Tanggul Sungai Citarum di Bekasi, Warga Berupaya Darurat

Tanggul Sungai Citarum kembali jebol di wilayah Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Kejadian ini terjadi pada Sabtu (24/1/2026) tengah malam di Kampung Kedung Bokor. Peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi warga setempat karena debit air yang meningkat tajam.

Warga segera melakukan penanganan darurat dengan menggunakan bambu dan karung berisi pasir untuk mencegah luapan air lebih lanjut. Sejumlah video kejadian jebolnya tanggul viral di media sosial, menunjukkan upaya warga yang cepat merespons situasi tersebut.

Charli, salah satu warga setempat, menjelaskan bahwa tanggul jebol terjadi sekitar pukul 23.15 WIB. Saat itu, warga sudah bersiaga menghadapi tingginya debit air sungai Citarum. Namun, tidak disangka, air sungai akhirnya melimpas dan menyebabkan tanggul jebol.

Titik jebol kali ini berbeda dari lokasi sebelumnya di Kampung Bendungan yang pernah jebol pada Senin (19/1/2026). Namun, ia menambahkan bahwa titik jebol di Kampung Kedung Bokor juga pernah mengalami hal serupa pada tahun 2022.

Sejak malam hingga siang hari, warga secara mandiri melakukan perbaikan sementara dengan bantuan bambu dan karung pasir. Meski ada rasa panik karena khawatir air meluap ke permukiman, kekompakan warga bersama BPBD Kabupaten Bekasi, Polsek Muara Gembong, dan TNI Koramil 03 Cabangbungin membantu dalam penanganan darurat.

Upaya penanganan darurat dilakukan untuk membangun tanggul sementara guna menahan luapan air dan mencegah dampak yang lebih besar. Namun, warga tetap merasa bahwa langkah ini hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan masalah secara utuh.

“Ya itu sementara karena khawatir air semakin meluas ke permukiman warga. Harus ada penanganan permanen,” ujar Charli.

Kepala BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, membenarkan kejadian jebolnya tanggul. Ia menyatakan bahwa personel BPBD telah tiba di lokasi dan bekerja sama dengan semua unsur terkait untuk melakukan penanganan darurat.

Sebelumnya, tanggul Sungai Citarum di Kampung Bendungan, RT 03/05, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi juga pernah jebol pada Senin (19/1/2026) malam. Jebolan tersebut menyebabkan akses jalan terputus dan merendam permukiman warga.

Upaya Normalisasi Sungai Citarum dan Cibeet

Saat ini, Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, mendesak pemerintah untuk melakukan normalisasi Sungai Citarum dan Cibeet sebagai solusi jangka panjang mengatasi banjir di Bekasi dan Karawang. Menurutnya, banjir yang kerap terjadi disebabkan oleh luapan sungai akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu dan hilir, yang diperparah dengan menurunnya daya tampung sungai.

“Normalisasi Sungai Citarum dan Cibeet ini sangat penting. Ketika curah hujan di hulu dan di Bekasi Karawang sama-sama tinggi, air tidak tertampung dan akhirnya meluap. Ini yang akan kita dorong, termasuk penganggarannya,” ujarnya saat diwawancara di Cikarang pada Sabtu (24/1/2026).

Ia menyampaikan bahwa DPR RI akan mengawal alokasi anggaran agar normalisasi sungai dilakukan secara berkelanjutan. Proses tersebut akan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Normalisasi meliputi pengerukan sedimentasi, pemasangan turap, hingga penataan sepanjang bantaran sungai. “Dikeruk agar mengangkat sedimentasi, lalu diperkuat dipasang sheet pile dan kawasan bantaran sungainya harus ditata dan dihijaukan,” tegas Saan.

Selain normalisasi sungai, Saan juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pengendali banjir, seperti tanggul dan perbaikan siphon di sejumlah titik rawan. Penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga mitigasi di sepanjang aliran Sungai Citarum, mulai dari Karawang hingga Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.

“Kita minta BBWS dan BPBD memetakan titik-titik rawan, termasuk potensi tanggul jebol dan kerusakan bantaran sungai. Semua akan kita dorong untuk diperbaiki secara bertahap,” kata Saan.

Ia berharap, dengan dukungan anggaran yang konsisten serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, persoalan banjir tahunan di Karawang dapat berangsur tertangani.




Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *