Proses Pemakaman Pramugari Florencia Lolita Wibisono
Pramugari Florencia Lolita Wibisono, yang dikenal dengan panggilan Olen, akhirnya dimakamkan di Minahasa pada hari Sabtu (24/1/2026). Prosesi pemakaman ini menjadi momen penting bagi keluarga dan kerabatnya. Salah satu tokoh yang hadir dalam acara tersebut adalah calon suaminya, yang sebelumnya sempat menjadi misteri.
Jenazah Olen ditemukan oleh tim SAR pada Senin (19/1/2026), setelah pesawat ATR 42-500 yang ditumpanginya jatuh. Jenazahnya kemudian berhasil diidentifikasi keesokan harinya. Setelah itu, jenazah dibawa pulang oleh keluarga untuk dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Ranomerut, Minahasa, Sulawesi Utara.
Di momen pemakaman ini, sosok sang kekasih terlihat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Olen. Dalam video yang diunggah oleh kerabatnya, Erik Onggeleng, sang pilot, tampak mengenakan pakaian serba hitam dan membawa sebuket bunga yang diletakkan di makam kekasihnya.

Identifikasi Sosok Calon Suami
Sebelumnya, beredar kabar bahwa Olen tengah merencanakan pernikahan dengan pacarnya yang seorang pilot. Informasi ini diungkap oleh kerabatnya, Juwita. Ia menyatakan bahwa rencana pernikahan tersebut sudah disiapkan oleh keluarga dan akan segera dilaksanakan.
Sayangnya, rencana bahagia ini harus terhenti karena tragedi jatuhnya pesawat. Sosok pilot yang menjadi kekasih Olen akhirnya terungkap. Pria tersebut diketahui bernama Erik Onggeleng. Kehadirannya di hari pemakaman Olen diabadikan oleh kerabatnya, Siske Onggeleng.
Dalam unggahan di media sosial, Siske menulis doa agar Erik tetap tabah dalam menghadapi kesedihan. Ia juga menyampaikan rasa prihatin atas kematian Olen, yang merupakan pramugari dari pesawat ATR 42-500.

Kehadiran Erik Selama Masa Pencarian
Erik tidak hanya hadir dalam prosesi pemakaman, tetapi juga dalam masa pencarian Olen setelah pesawat jatuh di Makassar. Hal ini diungkap oleh kakak perempuan Olen, Natasya Wibisono. Menurutnya, Erik adalah orang pertama yang memberi kabar tentang hilangnya kontak pesawat yang ditumpangi Olen.
“Tiba-tiba aku dapat kabar dari calonnya adikku, katanya pesawat adikku sudah kurang lebih satu jam hilang kontak,” ujar Natasya. Ia kemudian memastikan kebenaran informasi tersebut melalui teman-temannya yang bekerja sebagai pilot dan di DKPPU.
Setelah mendapatkan kepastian, Natasya segera mempersiapkan diri untuk pergi ke Makassar. Ia memilih jalur darat menggunakan travel karena jadwal penerbangan dari Sibolga ke Medan tidak tersedia setiap hari. Sesampainya di Bandara Kualanamu, ia melanjutkan penerbangan ke Jakarta dan kemudian ke Makassar, bersama calon suami Olen.
“Janjian juga sama Papa, juga calon suaminya adik saya. Lalu kami berangkat sama-sama ke Makassar,” papar Natasya.
Di Makassar, pencarian masih berlangsung, meskipun keluarga belum mendapatkan kepastian mengenai kondisi Olen. Meski begitu, prosesi pemakaman telah berjalan dengan lancar, dengan hadirnya banyak kerabat dan sahabat yang ingin memberikan dukungan kepada keluarga besar Olen.












