Daerah  

Tanah Ambles di Mlipak Wonosobo Semakin Luas Saat Hujan, Warga Waspadai Bahaya

Kondisi Tanah Ambles di Wonosobo Terus Memperparah

Kondisi tanah ambles di RT 02 RW 06 Kelurahan Mlipak, Kecamatan Wonosobo, terus mengkhawatirkan warga setempat. Lubang yang berada di tepi ruas jalan kabupaten tersebut semakin melebar setiap kali hujan turun. Lubang ini memiliki kedalaman sekitar tujuh meter dan menimbulkan kekhawatiran besar terhadap keselamatan warga.

Di lokasi tersebut, dampak dari amblesan telah merambat ke bangunan-bangunan di sekitarnya. Salah satu rumah warga yang paling dekat dengan titik ambles akhirnya harus dibongkar sebagian untuk mencegah risiko lebih lanjut.

Penyebab dan Perkembangan Kejadian

Kejadian awal tanah ambles terjadi pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, hujan lebat mengguyur wilayah tersebut, sehingga memicu peristiwa amblesan. Awalnya, lubang tidak terlalu besar, tetapi seiring waktu dan curah hujan yang terus meningkat, kondisi semakin memburuk.

Menurut Ketua RW 06 Kelurahan Mlipak, Aris Semarma, tanda-tanda kerusakan sudah muncul jauh sebelum kejadian. Di bawah gapura lingkungan, air sering masuk ke dalam tanah melalui lubang-lubang kecil yang sulit terpantau dari permukaan. Ia sempat mencoba menutupinya dengan batu, namun hal tersebut tidak cukup efektif.

Sebulan sebelum kejadian, Aris melihat kondisi yang lebih mengkhawatirkan. Dari celah-celah yang ada, terlihat adanya lubang menyerupai gorong-gorong di bawah badan jalan yang kondisinya rusak. Gorong-gorong ini diduga menjadi penyebab utama tanah ambles karena merupakan peninggalan zaman Belanda yang cukup besar.

Dampak pada Bangunan dan Pengguna Jalan

Sebelum tanah ambles, rumah-rumah di sekitar lokasi sempat mengalami kemiringan karena pengaruh dari fondasi yang terganggu. Akibatnya, salah satu rumah warga harus dibongkar demi keselamatan. Selain itu, satu tiang gapura lingkungan juga ambles saat kejadian awal berlangsung. Namun, Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Aris menyebutkan bahwa hanya satu keluarga yang tinggal paling dekat dengan titik ambles. Meski begitu, warga lain merasa cemas karena jalan tersebut merupakan akses penting bagi lingkungan.

Tindakan dan Upaya Penanganan

Setelah mengetahui kejadian, Aris segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kelurahan untuk diteruskan ke DPUPR. Pihak DPUPR Wonosobo langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengukuran. Hasil awal menunjukkan bahwa jarak dari badan jalan menuju gorong-gorong yang rusak mencapai sekitar 12 meter.

Meskipun sudah ditinjau, hingga kini belum ada kepastian kapan perbaikan permanen akan dilakukan. Aris menjelaskan bahwa salah satu kendala utama adalah keterbatasan anggaran. Ia juga menyampaikan bahwa anggaran penanganan bencana tidak selalu bisa langsung dialokasikan, terutama jika kejadian dinilai belum terlalu riskan.

DPUPR disebut tengah menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang kemungkinan akan diajukan ke Bupati. Namun, hingga saat ini, belum ada informasi resmi yang diterima pihak kelurahan maupun kecamatan.

Situasi Terkini dan Harapan

Saat ini, jalan masih dapat dilalui kendaraan roda dua. Namun, Aris menegaskan bahwa penutupan total akan dilakukan jika kondisi semakin memburuk. Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah perbaikan agar amblesan tidak semakin melebar dan membahayakan warga maupun pengguna jalan.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *