Strategi Danantara dalam Mendorong Kebangkitan Industri Baja Indonesia
Danantara, sebuah perusahaan yang berperan penting dalam memajukan sektor industri Indonesia, telah merancang peta jalan (roadmap) untuk mendorong kebangkitan ekonomi melalui pengembangan industri baja. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, COO Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan oleh perusahaan ini di hulu dan hilir sektor industri.
Salah satu fokus utama Danantara adalah hilirisasi baja, yang bertujuan untuk mendukung kebangkitan Krakatau Steel. Dony menyampaikan bahwa Krakatau Steel kini sedang menuju fase sehat secara finansial dan telah melakukan intervensi serta perbaikan terhadap kesehatan perusahaan.
Proyek Hilirisasi Baja
Tahun ini, Danantara akan melakukan groundbreaking untuk penambahan kapasitas baja sebesar tiga juta ton. Proyek ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan produksi baja nasional. Penambahan kapasitas ini juga diiringi dengan upaya maksimal untuk memaksimalkan penyerapan kebutuhan baja nasional.
BUMN di sektor manufaktur, seperti perkapalan dan kereta api, akan menjadi penyerap utama stok baja dari Krakatau Steel. Produk-produk dari perusahaan-perusahaan tersebut juga akan diserap oleh BUMN di bidang penyedia jasa transportasi.
Penguatan Industri Perkapalan dan Kereta Api
Dony menegaskan bahwa pihaknya mendorong industrialisasi di beberapa aspek, terutama pada perusahaan-perusahaan yang ada di dalam lingkup Danantara. Salah satunya adalah PT PAL, yang akan menjadi tempat utama bagi seluruh perusahaan yang membutuhkan manufaktur kapal dalam lingkup Danantara.
Tujuan dari penguatan PT PAL adalah untuk meningkatkan industri perkapalan, termasuk PT PIS, PT PELNI, dan PT ASDP, yang wajib melakukan manufaktur kebutuhan kapal mereka di PT PAL.
Selain itu, INKA sebagai manufaktur di sektor perkeretaapian juga akan menjadi penyerap utama dari baja Krakatau Steel. Dony menjelaskan bahwa pihaknya sedang mengembangkan tiga manufaktur INKA, yaitu di Madiun, Banyuwangi, dan akan menambah lagi di Banyuwangi.
Keselarasan dengan Roadmap Transportasi
Langkah Danantara dalam memperkuat INKA sejalan dengan roadmap transportasi yang disiapkan pemerintah. Roadmap ini bertujuan untuk mengembangkan transportasi massal yang memadai untuk masyarakat. Contohnya, elektrifikasi di Jakarta Cikampek, Jakarta Rangkas, dan Jakarta Sukabumi, serta lima kota lain di Indonesia.
Dengan peningkatan kebutuhan di sektor manufaktur, Danantara berharap industri dasar yang digunakan 100 persen produk Indonesia dapat tercapai. Untuk mencapai hal ini, roadmap dari hulu hingga hilir telah dirancang dan dijalankan oleh Danantara demi mendorong Indonesia sebagai kekuatan industri.
Harapan untuk Kemandirian Industri
Roadmap ini selaras dengan arahan langsung Presiden Prabowo yang ingin Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri, termasuk di sektor industri. Dony menegaskan bahwa kebutuhan baja saat ini masih didominasi oleh impor, tetapi diharapkan bisa diganti dengan baja lokal.
Untuk itu, Danantara akan melakukan groundbreaking di bulan depan untuk pengembangan kapasitas baja di sisi upstream. Namun, Dony juga menekankan bahwa diperlukan keberpihakan dari pemerintah untuk melindungi industri-industri yang sedang dikembangkan agar dapat bersaing di masa depan.
Dengan adanya kebijakan yang mendukung, industri baja di Indonesia diharapkan dapat menjadi suplai bagi industri-industri turunannya dan memberikan dampak positif terhadap lapangan kerja serta mengurangi ketergantungan pada impor.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."












