Mengintip Perkembangan Data Center JKT09 Microsoft di Karawang

Progres Pembangunan Data Center JKT09 di Karawang

Pembangunan data center Microsoft JKT09 di Karawang, Indonesia, terus berjalan dengan pesat. Dalam kunjungan ke lokasi proyek, tampak bahwa infrastruktur utama telah hampir selesai. Jaringan koneksi data, sistem listrik, serta fasilitas pendingin server sudah siap digunakan. Beberapa perangkat masih dalam kondisi tertutup plastik dan menunggu untuk diaktifkan.

Selain itu, terdapat beberapa bangunan pendukung yang dirancang untuk mendukung implementasi energi ramah lingkungan. Tujuan dari pembangunan ini adalah untuk mendukung komitmen Microsoft terhadap net zero karbon. Di sekitar kawasan, jalanan masih dalam proses pengerjaan.

Gavin Hodge, Southeast Asia Sub-regional Construction Director, menjelaskan bahwa JKT09 merupakan bagian dari rangkaian data center Microsoft di kawasan Karawang. Total kapasitas yang dapat ditampung oleh JKT09 adalah 48 MW, dengan dua pusat penyimpanan data. Microsoft rencananya akan membangun tiga data center lagi yaitu JKT13, JKT14, dan JKT43 di area tersebut. Sehingga total data center di Karawang menjadi lima, termasuk JKT02 yang telah beroperasi.

“Microsoft memperhatikan berbagai aspek mulai dari lingkungan, energi, hingga keselamatan pekerja selama proses pembangunan,” ujar Gavin.

Gavin menambahkan bahwa JKT09 merupakan proyek pertama Microsoft di Asia Tenggara yang menggunakan strategi konstruksi Prefabrication, Preassembly Modularization, and Offsite Fabrication (PPMOF). Strategi ini melibatkan pembuatan atau perakitan komponen bangunan di luar lokasi proyek akhir, sehingga meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko di lapangan.

PPMOF memberikan banyak manfaat, seperti mengurangi durasi proyek secara signifikan, meningkatkan produktivitas, mengurangi kebutuhan tenaga kerja lapangan dan biaya, serta meminimalkan risiko cuaca, kekurangan skill, dan gangguan rantai pasok. Selain itu, kualitas lebih terkontrol di lingkungan pabrik, limbah berkurang, dan jadwal lebih prediktabel.

Dalam kasus JKT09, PPMOF membuat pembangunan data center menjadi lebih cepat dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

“Dampak dari PPMOF selain pembangunan lebih cepat dan terprediksi, juga mengurangi risiko kecelakaan karena kami membatasi jumlah pekerja yang berada di dalam pembangunan data center ini,” tambah Gavin.

Sementara itu, Alvin Heng, APAC Cloud Operations & Innovation Leader Microsoft, menjelaskan bahwa di dalam data center JKT09 akan terdapat 5 Colo yang di dalamnya ada beberapa Cell. Setiap Cell akan diisi dengan belasan sampai puluhan rak. Setiap rak akan dilengkapi dengan dua pendingin likuid dan 4 arus listrik untuk menjaga keandalan layanan data center Microsoft.

Dalam mengusung konsep ramah lingkungan, Microsoft sangat teliti dalam penggunaan air. Perusahaan memastikan bahwa air yang digunakan untuk sistem pendingin berputar pada rute yang sama sehingga tidak terjadi pemborosan sumber daya.

Microsoft menjelaskan bahwa prinsip keamanan, residensi data, dan kepatuhan menjadi fokus perusahaan saat membangun data center. Dengan fokus tersebut diharapkan pelanggan dapat menyimpan dan memproses data secara lokal di Indonesia.

Data center Microsoft juga dibangun dengan kontrol keamanan berlapis di seluruh infrastruktur fisik, jaringan, enkripsi, identitas, dan manajemen akses — selaras dengan standar global Microsoft.

Infrastruktur pusat data dirancang sejalan dengan tujuan keberlanjutan global Microsoft, termasuk karbon negatif hingga nol limbah pada 2030.

Pembangunan data center JKT09 merupakan bagian dari komitmen investasi Microsoft senilai US$ 1,7 miliar (2024–2028) di Indonesia, mencakup infrastruktur cloud dan AI, pengembangan ekosistem, serta keterampilan digital.

Pembangunan ini diharapkan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan memperkuat posisi Indonesia di ekonomi digital global. Data center Microsoft menyasar berbagai sektor termasuk layanan keuangan, energi, kesehatan, manufaktur, pendidikan, dan perusahaan digital-native.

Gusun Fawaida

Gusun Fawaida merupakan seorang Penulis yang fokus pada isu lingkungan kerja, produktivitas, dan human interest. Ia senang mengamati perilaku manusia, membaca buku self-improvement, dan minum kopi sambil menulis ide. Motto: “Tulislah untuk memberi dampak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *