Klarifikasi Marcel Radhival Mengenai Isu yang Menerpa Rumah Tangganya
Pesulap Merah, atau dikenal dengan nama lengkap Marcel Radhival, akhirnya memberikan klarifikasi terkait isu-isu yang muncul dalam hubungan pernikahannya. Ia membantah keras narasi yang menyebut dirinya menelantarkan almarhumah istri pertamanya, Tika Mega Lestari.
Marcel menjelaskan bahwa ketidakhadirannya bukan disengaja, melainkan karena tuntutan pekerjaan. Ia mengungkapkan bahwa ia memiliki tanggung jawab besar sebagai tulang punggung keluarga sejak usia 16 tahun.
“Jangankan istri saya, orang tua saya sakit dirawat beberapa kali di rumah sakit pun saya tidak bisa menemani. Yang menemani adalah crew saya,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh kebutuhan Tika materi terpenuhi. “Semua kebutuhan istri saya dari mulai TEMPAT TINGGAL, KEBUTUHAN FISIOLOGI (makan minum dan waktu bermalam), serta PAKAIAN terpenuhi semua tidak ada satupun yang ditelantarkan,” jelas Marcel.
Marcel juga membandingkan posisinya dengan para kepala keluarga lain yang harus bekerja jauh dari rumah. “Kalau karena saya tidak bisa hadir 24 jam ketika Rohimahalloh sakit langsung dituduh menelantarkan, lalu apa kabar mereka-mereka yang suaminya harus kerja di luar negeri?” tegasnya.
Bela Istri Kedua
Marcel juga pasang badan membela istri keduanya, Ratu Rizky Nabila, yang dituduh sebagai “pelakor”. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran istri keduanya bukanlah duri dalam rumah tangga sebelumnya. Justru, Ratu Rizky Nabila menjadi sosok yang sangat mendukung kerukunan keluarga.
“Istri kedua saya BUKAN PELAKOR, apalagi PEMBUNUH seperti opini yang digiring media-media belakangan ini. Dari awal pernikahan, dia wanita baik. Dia tidak ada sama sekali niat mau merebut sampai hari terakhir Rohimahalloh mengembuskan napas,” tegas Marcel.
Marcel juga membeberkan bahwa Ratu pernah menawarkan diri untuk membantu secara medis. “Dia bahkan menawarkan kulitnya untuk dipakai ke Rohimahalloh di operasi ketiganya, tapi karena saya tidak dikabari perihal operasi ketiga oleh pihak keluarga Rohimahalloh, sehingga itu tidak terjadi.”
Riwayat Penyakit Istri Pertama
Marcel menjelaskan bahwa almarhumah istri pertamanya telah berjuang melawan penyakit serius jauh sebelum mereka menikah. Almarhumah mengidap Anemia Aplastik, sebuah kelainan sumsum tulang belakang yang membuat tubuh tidak bisa memproduksi sel darah baru secara normal.
“Gejalanya sudah ada sejak kecil, mulai dari menstruasi tidak teratur hingga pendarahan,” tulis Marcel dalam klarifikasinya. Kondisi ini memburuk pada tahun 2022 akibat kelelahan bekerja, hingga puncaknya pada tahun 2025 muncul sariawan di area pipi yang setelah diperiksa ke berbagai dokter ahli bedah mulut, ternyata teridentifikasi sebagai sel kanker pada Oktober 2025.
Sejak awal menikah, Ratu istri kedua disebut sebagai orang yang selalu mendukung Marcel untuk fokus pada pengobatan Tika. “Istri kedua saya justru yang selalu mengarahkan saya untuk fokus ke penyembuhan Rohimahalloh sejak awal menikah,” tegas Marcel.
Keluarga Tika Bongkar Tabiat Marcel
Endang, ibunda Tika istri dari Marcel Radhival, membantah klaim menantunya terkait tanggung jawabnya selama masa sakit istrinya. Pihak keluarga menyayangkan adanya narasi bahwa Marcel yang mengurus hingga membiayai seluruh pengobatan almarhumah, dan menegaskan hal tersebut tidak benar.
“Dia enggak tanggung jawab. Sementara dia koar-koar membiayai semua pengobatannya kan? Padahal almarhum tuh berobat dengan BPJS kantor,” ujar Endang.
Selain masalah finansial, keluarga juga menyoroti kehadiran Marcel yang dinilai sangat minim. Keluarga merasa geram dengan aksi Marcel di media sosial yang sering mengatasnamakan almarhumah untuk kepentingan konten, termasuk soal sedekah.
Tika Minta Cerai Sebelum Meninggal
Sang ibunda juga membantah ucapan menantunya yang menyebut putrinya, Tika Mega Lestari sejak awal tahu dan hidup rukun meski dipoligami. Ibunda dari Tika itu mengungkap bahwa putrinya pertama kali tahu Pesulap Merah atau Marcel Radhival, telah menikah lagi di pertengahan tahun 2025.
“Itu pun terjadi secara tidak sengaja, karena Tika memeriksa ponsel Marcel,” jelas Endang.
Tika sempat mengungkapkan keinginannya untuk bercerai setelah sembuh karena merasa dikhianati. “Waktu tiga hari sebelum dia meninggal dia minta dipeluk dipijetin dia curhatnya dia pengen cerai kalau udah sembuh dan ngurus-ngurus perceraiannya, terus dia minta ambilin barang-barangnya, Tika mau di rumah mama dulu,” ucap Enang mengenang permintaan terakhir putrinya.
Namun ia berusaha tetap kuat dan menutupi masalah tersebut di depan ibunya agar tidak menjadi beban pikiran. Ibunda almarhumah memberikan pesan bagi menantunya tersebut. Ia meminta Marcel untuk berhenti menyebarkan narasi yang tidak benar di ruang publik.
“Cuman satu aja jangan bawa-bawa nama almarhum, jangan mengatakan almarhum menyetujui atau apa. Sebenarnya tidak ada, itu semua bohong karena kita juga punya buktinya kalau almarhum sangat menentang sangat tidak (setuju),” terangnya.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”












