Penolakan Ressa terhadap Pengakuan Denada
Pihak Ressa Rizky Rossano masih meragukan kejujuran dan niat tulus dari pengakuan Denada tentang hubungan mereka sebagai ibu dan anak. Kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, menyatakan bahwa pernyataan Denada melalui media sosial belum cukup untuk dianggap sebagai bentuk penyesalan yang tulus.
“Kalau urusan pengakuan anak, sudah selesai, okelah alhamdulillah. Meskipun dalam hal ini dia memberikan pernyataan itu secara medsos, bukan face to face,” ujar Ronald Armada saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada hari Kamis (12/2/2026). Ia menilai bahwa pernyataan Denada tidak disampaikan secara langsung, sehingga memunculkan keraguan mengenai ketulusannya.
Ressa sendiri mengaku belum merasakan adanya penyesalan dari Denada. Hal ini membuatnya bingung dalam merespons komunikasi yang dibuka oleh mantan istri Jerry Aurum tersebut. Ronald menjelaskan bahwa Ressa takut dan khawatir akan salah langkah jika merespons pesan singkat dari Denada. “Simpelnya itu Ressa takut nanti dia nggak diterima. Takut sekarang ini karena memang pertemuan ini hanya karena ada agenda, mungkin karena ada potential loss yang sekarang menjadi actual loss bagi Denada, terjadi pemboikotan di TV atau gimana,” ujarnya.
Keinginan Denada untuk Bertemu
Denada memiliki keinginan kuat untuk bertemu dengan Ressa Rizky Rossano setelah mengakui bahwa pria berusia 24 tahun itu adalah putranya. Ia juga melakukan gugatan sebesar Rp 7 Miliar terkait masalah tersebut. Muhammad Iqbal, kuasa hukum Denada, menyatakan bahwa kliennya ingin menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Namun, hingga kini pertemuan tersebut belum bisa dilakukan lantaran kesibukan Denada yang sedang merawat putrinya, Aisha, di Singapura. “Mba Dena lagi di Singapura, merawat dan bertemu anaknya yang sakit karena ada kontrol,” kata Iqbal dalam wawancara virtual, Minggu (8/2/2026). Ia menegaskan bahwa Denada masih memprioritaskan kesehatan putrinya yang memerlukan perawatan rutin.
Iqbal mengungkapkan bahwa Denada sangat ingin bertemu dengan Ressa dan keluarganya agar semua masalah dapat diselesaikan secara kekeluargaan. “Ya semua pihak kan ingin ketemu. Cuman kan enggak pengen ada intervensi dari pihak luar atau terpengaruh sama apapun lah. Yang penting kan niatnya baik,” jelasnya.
Iqbal juga memberikan peluang bahwa pertemuan antara Denada dan Ressa akan terjadi pada bulan Ramadan. “Lha itu kan tepat momennya (Ramadan). Makanya saya kemarin ngomong, ‘Sudah Resa, saran saya cabut aja. Ini lho ibumu’,” ujarnya. Ia meminta Ressa untuk mencabut laporan dan memuliakan Denada sebagai ibu kandungnya.
Sikap Ressa yang Jelas
Meski telah diakui sebagai anak kandung, Ressa Rizky Rossano menolak untuk tinggal serumah dengan Denada. Ia merasa situasinya akan berbeda jika harus hidup satu atap dengan ibu kandungnya. “Ressa sudah bilang, pasti rasanya akan berbeda (jika tinggal serumah dengan Denada),” ujar Ressa saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Ressa menyatakan bahwa ia tidak ingin tinggal bersama Denada dalam satu rumah. Namun, ia tetap ingin bertemu dengan ibu dan adik perempuannya, Aisha, yang kini menetap di Singapura. Ia berharap pertemuan tersebut bisa segera terwujud dalam suasana yang baik.
Pernyataan Denada yang Menyentuh
Sebelumnya, Denada secara terbuka mengungkapkan bahwa Ressa Rossano adalah anak kandungnya melalui unggahan di akun Instagram pribadi. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan penyesalan mendalam karena tidak dapat hidup bersama dan membesarkan Ressa sejak masih bayi.
“Saya, Denada Tambunan, menyatakan Ressa Rossano adalah anak kandung saya, dan saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena tidak hidup bersama saya dari bayi,” kata Denada, dikutip dari Kompas.com Senin (2/2/2026). Ia menjelaskan bahwa kondisi psikologisnya di masa lalu membuatnya merasa tidak layak menjalani peran sebagai seorang ibu.
Denada mengakui bahwa ia tidak membesarkan Ressa secara langsung dan baru mengungkapkan status sang anak setelah sekian lama. “Saat itu kondisi psikis saya sedang tidak layak, saya juga mau minta maaf kepada Ressa karena setelah sekian lama baru sekarang saya memberi tahu kalau dia anak kandung saya, itu kebodohan saya,” ujarnya.
Kini, Denada berharap Ressa bersedia membuka hati untuk memaafkannya. Ia juga mengakui masih harus banyak belajar untuk menjadi sosok ibu yang lebih baik bagi anak-anaknya.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”












