Daerah  

Perbaikan Jalan Rusak Hanya 20 Persen, Cuaca Buruk Hambat Proses

Perbaikan Jalan Pasca-Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera Utara

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara, Direktorat Jendral Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Hardy Siahaan menyampaikan bahwa pasca-bencana banjir dan longsoran, terdapat sekitar 500 km jalan yang perlu diperbaiki di wilayah Sumatera Utara. Dari total panjang tersebut, hanya 20 persen yang telah selesai diperbaiki. Proses perbaikan jalan ini mencakup berbagai area seperti Tarutung, Sipirok, Padang Sidimpuan, serta jalur dari Batas Aceh hingga Sibolga, Sibolga ke arah Batang Toru – Sidempuan, dan Batang Toru ke arah Singkuang.

Dalam penjelasannya, Hardy menyebutkan bahwa ada sebanyak 235 titik yang akan diperbaiki. Saat ini, progres perbaikan masih berlangsung. Ia menegaskan bahwa dari total 500 kilometer tersebut, progresnya masih di bawah 20 persen.

Kendala dalam Proses Perbaikan Jalan

Menurut Hardy, kendala utama dalam proses perbaikan jalan adalah cuaca yang tidak menentu dan banyaknya titik longsoran. Ia menjelaskan bahwa potensi longsoran masih ada karena kondisi cuaca yang tidak stabil. Oleh karena itu, pihaknya harus memastikan keamanan dan kelayakan jalan sebelum melakukan perbaikan.

Selain itu, konstruksi jalan juga memerlukan desain yang detail agar dapat menghasilkan jalan yang tahan lama dan aman. “Kita harus hitung benar,” ujar Hardy.

Fokus pada Wilayah Terdampak Bencana

Dari total 500 km jalan yang perlu diperbaiki, fokus utamanya adalah sekitar 40-50 km di lima kabupaten/kota yang terdampak bencana di Sumut. Wilayah tersebut meliputi Tapanuli Raya, yaitu Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Kota Sibolga.

Hardy menjelaskan bahwa pemeliharaan jalan secara keseluruhan mencapai sekitar 2.600 kilometer. Namun, perbaikan dilakukan secara berkala. Di luar lima kabupaten/kota tersebut, pemeliharaan jalan dilakukan secara rutin dan berkala. Sementara itu, untuk wilayah yang terdampak bencana, diperlukan penanganan khusus karena jumlah titik longsoran mencapai 200 titik.

Pembangunan Jalan Baru Menuju Sibolga

Selain perbaikan jalan yang sudah ada, pihaknya juga akan membangun jalan baru sepanjang 600 meter di sekitaran jalan menuju Sibolga via Batu Lobang. Pembangunan jalan baru ini dilakukan karena jalan lama tidak lagi layak digunakan akibat kerusakan parah.

Hardy menjelaskan bahwa pembangunan jalan baru ini akan dilakukan dalam tahun ini. Saat ini, pihaknya sedang dalam tahap pendetailan perencanaan konsep pembangunan. “Nanti jalan baru. Kan, jalannya hilang. Pasti kita bangun baru, kan. Nanti itu jadi opsi. Apakah Batu Lobang itu kita izinkan tetap dilewati. Dan jalan baru di dekat-dekat situ, tetap lewat Batu Lobang-nya atau gimana. Karena itu sekarang nggak bisa dua lajur, kan. Atau bagaimana nanti kita lihat,” katanya.

Pengembalian Jalur Menuju Sibolga

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan tetap mengembalikan jalan menuju Sibolga via Batu Lobang. Namun, jalan tersebut akan dibangun dengan konsep yang lebih aman. “Pasti akan kita kembalikan lagi jalannya. Nyambung lagi Tarutung – Sibolga, lewat Batu Lobang. Berarti kan kondisinya kemarin longsor, longsornya ekstrem. Jadi, kita mencari rute, tapi ya, di sekitar itu juga. Kita upayakan tidak terlalu jauh, karena kan ada hutan,” jelasnya.

Jalur Ditutup Sementara

Saat ini, jalan menuju Sibolga via Batu Lobang masih ditutup sementara karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan. Pengguna jalan diarahkan melewati jalur jalan Rampah. Hardy menjelaskan bahwa penutupan jalan ini dilakukan karena jalan yang licin dan tanjakan yang terjal.

“Jalannya masih tanah merah. Ini kita lagi pendetailan konsep jalan barunya seperti apa,” ucapnya.

Pertimbangan dalam Pembangunan Jalan Baru

Pembangunan jalan baru menuju Sibolga via Batu Lobang memiliki banyak pertimbangan. Kondisi areanya yang berupa tebing dan jurang menjadi faktor utama dalam perencanaan. “Kita harus mempertimbangkan aspeknya, geologinya, kemudian potensi longsor kembali, potensi banjir, kemudian bagaimana kita membangun, nanti ada jembatan. Itu memang kita lagi pendalaman dari sisi geologinya, dari sisi geoteknik, dari sisi hidrologi, struktur, di mana yang paling aman dan tidak terlalu jauh dari situ,” paparnya.

Panjang Jalan yang Diperbaiki

Dari total panjang jalan yang diperbaiki, tidak terlalu signifikan. Namun, pihaknya akan membuat jalur yang lebih aman. “Ya, mungkin di sana sekitar 600-an meter, yang akan kita rekonstruksi baru. Karena kalau kita membuat jalan baru lagi sebelah gunung, mungkin terlalu berat,” ucapnya.

Hardy menegaskan bahwa setelah detail pembangunan selesai, perbaikan jalan akan segera dilakukan. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci detail anggaran dalam proyek ini. “Kita akan segera mulai setelah detail desainnya. Kita lihat aspeknya yang paling aman, yang paling cepat bisa kita kerjakan. Tahun ini kita akan mulai,” katanya.


Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *