Doa Kamilin: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya Setelah Salat Tarawih
Doa Kamilin merupakan salah satu doa yang sering dibaca oleh umat Muslim setelah melaksanakan salat Tarawih selama bulan Ramadan. Doa ini mengandung permohonan akan keimanan yang sempurna, ampunan dosa, serta keberkahan dalam hidup. Bacaan doa ini tersedia dalam bentuk teks Arab, Latin, dan terjemahan dalam bahasa Indonesia, sehingga memudahkan umat Muslim untuk memahami dan menjalankannya.
Salat Tarawih adalah ibadah sunnah yang dikerjakan oleh umat Muslim pada malam hari selama bulan Ramadan. Setelah menunaikan salat tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir sebagai bentuk penghormatan kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang sering dilakukan adalah membaca Doa Kamilin. Dengan membaca doa ini, umat Muslim diharapkan dapat meningkatkan kualitas iman dan keikhlasan dalam beribadah.
Bacaan Doa Kamilin
Berikut bacaan Doa Kamilin dalam bentuk teks Arab, Latin, dan artinya:
Doa Kamilin (Ringkas):
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ … وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
“Allâhummaj’alnâ bil îmâni kâmilîn, wa lil farâidli muaddîn, wa lish-shalâti hâfidhîn, wa liz-zakâti fâ’ilîn… wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.”
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang menunaikan kewajiban, menjaga salat, mengeluarkan zakat, mengharapkan ampunan-Mu, serta termasuk golongan yang Engkau terima amalnya, masuk surga, dan dijauhkan dari api neraka.”
Doa Kamilin (Lengkap):
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Artinya:
“Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”
Keutamaan Membaca Doa Kamilin
Membaca Doa Kamilin setelah salat Tarawih termasuk amalan sunnah yang dianjurkan selama bulan Ramadan. Umat Muslim yang melakukan ibadah malam Ramadan dengan penuh keimanan dan keikhlasan diharapkan mendapatkan ampunan dosa-dosa yang telah lalu. Hal ini sejalan dengan hadis yang menyebutkan bahwa siapa saja yang melaksanakan ibadah di bulan Ramadan dengan iman dan ikhlas, maka dosa-dosanya yang telah lampau akan diampuni.
Oleh karena itu, membaca doa setelah Tarawih menjadi momen penting untuk memperbanyak permohonan kepada Allah SWT. Dengan memahami bacaan dan makna Doa Kamilin, umat Muslim diharapkan dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih khusyuk serta meraih keberkahan di setiap malamnya.
Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”












