Daerah  

Lebaran, Tol Prambanan-Purwomartani Hanya Satu Arah Keluar Yogyakarta

Penanganan Arus Mudik Lebaran 2026 di Tol Prambanan-Purwomartani

Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY) telah menetapkan kebijakan khusus terkait penggunaan tol fungsional di area Prambanan-Purwomartani selama Lebaran 2026. Tol sepanjang 11,48 kilometer ini hanya akan dibuka untuk satu arah, yaitu kendaraan yang keluar dari Yogyakarta. Keputusan ini diambil karena infrastruktur pendukung, khususnya fasilitas putar balik (U-turn), belum siap sepenuhnya.

Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan hasil koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Perhubungan. Menurutnya, penggunaan terbatas ini menjadi perbedaan utama antara penanganan arus mudik Lebaran kali ini dengan periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya.

“Secara fungsional, tol tersebut adalah untuk arus keluar (out), bukan masuk (in). Kami sudah berdiskusi di Solo dengan semua pihak, termasuk dengan Kementerian,” ujarnya.

Skema Kendaraan ke Yogyakarta

Erni merinci bahwa kendaraan yang hendak masuk ke Yogyakarta melalui jalur tersebut akan tetap diarahkan keluar di Prambanan. Alasan utamanya adalah kesiapan infrastruktur yang belum memadai. “Masih perlu pembebasan lahan untuk putar balik (U-turn), karena fasilitas U-turn itu yang belum ada,” jelasnya.

Perbedaan ini juga menjadi salah satu faktor dalam strategi penanganan lalu lintas. Meski demikian, proyeksi jumlah pemudik nasional menunjukkan penurunan. Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik turun dari sekitar 154 juta pada tahun 2025 menjadi 143 juta pada Lebaran 2026. Data ini menjadi acuan utama dalam merancang strategi penanganan lalu lintas.

Fokus Utama Pemerintah Daerah DIY

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menyatakan bahwa fokus utama Pemda DIY saat ini adalah mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang keluar di Kalasan (Purwomartani). Kecenderungan pemudik untuk memilih pintu keluar terdekat dengan Kota Yogyakarta dikhawatirkan akan membebani jalan lokal yang belum sepenuhnya siap menerima limpahan arus besar.

Ni Made menjelaskan bahwa skema rekayasa lalu lintas yang disiapkan akan bersifat situasional. Jika volume kendaraan di pintu keluar Kalasan melebihi kapasitas jalan penampung, arus akan dialihkan kembali ke pintu keluar Prambanan agar beban lalu lintas terbagi dan tidak mengunci satu kawasan.

Jalan Penghubung Belum Ideal

Ni Made mengakui bahwa kondisi jalan penghubung (feeder) dari pintu keluar tol fungsional di Kalasan menuju jalan nasional belum dalam kondisi teknis yang ideal selayaknya tol operasional penuh. Oleh karena itu, pengaturan lalu lintas menjadi kunci utama agar tidak terjadi kemacetan parah di jalan-jalan desa atau kabupaten di sekitarnya.

Terkait tarif, Ni Made menyebut kemungkinan besar ruas fungsional ini belum dikenakan biaya atau gratis, meskipun masih menunggu kepastian resmi dari pemerintah pusat menjelang pelaksanaan operasi ketupat.

Pangkas Waktu Tempuh

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwanto mengonfirmasi kesiapan kedua ruas tol tersebut. Pembukaan fungsional ini merupakan strategi pengelolaan lalu lintas nasional untuk memecah kepadatan menuju DIY. Pengoperasian segmen Prambanan–Purwomartani diproyeksikan memangkas waktu tempuh secara signifikan bagi pengendara dari arah Klaten menuju Yogyakarta. Perjalanan yang biasanya memakan waktu hingga 45 menit diperkirakan bisa dipangkas menjadi sekitar 20 menit.

Namun, senada dengan kekhawatiran Pemda DIY, Rivan juga mengingatkan potensi pergeseran titik macet. Lonjakan volume kendaraan menuju wilayah Purwomartani dan Sleman Timur harus diantisipasi agar kepadatan tidak bergeser ke jalan kabupaten yang relatif lebih sempit.

Dukungan Kepolisian

Selain itu, untuk mendukung kelancaran arus, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho menyatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario, termasuk one way dan contraflow jika terjadi lonjakan ekstrem. Pengaturan akses keluar-masuk tol yang terhubung dengan wilayah DIY juga telah dikoordinasikan agar arus lalu lintas selama Operasi Ketupat 2026 tetap terkendali.


Hasnah Najmatul

Penulis yang dikenal teliti dalam riset dan penyajian data. Ia menaruh minat pada dunia ekonomi, statistik ringan, dan analisis tren. Di waktu luang, ia menikmati sudoku, membaca artikel panjang, dan mendengarkan musik instrumental. Motto: “Akurasi adalah bentuk tanggung jawab.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *