Persebaya Surabaya Menghadapi Ujian Berat Saat Menghadapi Persib Bandung
Persebaya Surabaya akan menghadapi tantangan berat saat menjamu Persib Bandung dalam pertandingan pekan ke-24 Super League 2025/2026. Laga ini bukan hanya sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga menjadi momen penting untuk membuktikan kemampuan Green Force dalam memperbaiki masalah finishing yang selama ini menjadi kendala besar.
Bermain di kandang sendiri, Persebaya Surabaya datang dengan modal kemenangan tipis 1-0 atas PSM Makassar. Sementara itu, Persib Bandung datang dengan semangat tinggi setelah meraih kemenangan telak 5-0 atas Madura United dalam laga tandang. Kondisi ini membuat tekanan terasa lebih besar bagi tim tuan rumah.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menyadari bahwa performa timnya belum cukup optimal. Meski berhasil mencatatkan kemenangan atas PSM Makassar, ia menilai bahwa efektivitas serangan masih jauh dari harapan. Menurut Tavares, banyak peluang yang diciptakan oleh tim, namun akurasi tembakan dan penyelesaian akhir masih kurang memuaskan.
Masalah ini menjadi sangat krusial karena laga melawan Persib Bandung diprediksi akan berjalan sangat ketat. Kesalahan kecil dalam memaksimalkan peluang bisa berujung pada kehilangan poin penting di kandang sendiri.
Tavares tidak menutup mata terhadap kelemahan timnya. Ia menegaskan bahwa evaluasi terus dilakukan, terutama dalam meningkatkan kualitas sentuhan akhir pemain depan. Namun, kondisi cedera yang terjadi di sektor serang menjadi tantangan tambahan.
Badai cedera memang sedang menghantam sektor serang Persebaya Surabaya. Kondisi ini memaksa tim pelatih untuk mencari solusi agar produktivitas gol tetap terjaga. Bruno Paraiba, yang baru saja didatangkan, sempat memberi harapan dengan mencetak gol debut saat menghadapi PSIM Jogjakarta. Namun, setelah itu ia harus absen karena cedera.
Situasi makin rumit setelah Mihailo Perovic juga mengalami cedera. Padahal, selama ini dia menjadi opsi penting sebagai pelapis di lini depan. Krisis ini membuat pilihan di sektor penyerangan semakin terbatas. Tavares tidak hanya dituntut untuk mencari pengganti, tapi juga memastikan pemain yang tersedia tampil lebih efektif.
Laga kontra Persib Bandung jelas bukan momen yang mudah untuk bereksperimen. Lawan datang dengan mental kuat usai kemenangan besar di kandang Madura United. Produktivitas lima gol Persib Bandung menjadi alarm serius bagi lini belakang dan lini depan Persebaya Surabaya. Jika pertahanan harus bekerja keras meredam serangan, maka lini depan wajib lebih klinis saat mendapat peluang.
Kemenangan tipis atas PSM Makassar memang memutus tren kurang apik sebelumnya. Namun, satu gol dari sekian banyak peluang tak cukup untuk menghadapi tim papan atas. Super League 2025/2026 memasuki fase krusial yang menuntut konsistensi. Setiap pertandingan menjadi penentu posisi di klasemen dan peluang bersaing di papan atas.
Dukungan Bonek dan Bonita di stadion tentu diharapkan menjadi energi tambahan. Namun atmosfer kandang tak akan berarti jika peluang emas kembali terbuang sia-sia. Tavares memahami betul tantangan ini. Ia perlu memastikan sesi latihan benar-benar mampu mengasah insting gol para pemainnya, bukan sekadar menciptakan peluang tanpa hasil.
Persebaya Surabaya sejatinya memiliki kreativitas dalam membangun serangan. Aliran bola ke kotak penalti lawan kerap tercipta, tapi sentuhan terakhir masih kurang tajam. Inilah PR besar yang harus segera dibereskan sebelum menjamu Persib Bandung. Laga ini bisa menjadi titik balik kebangkitan produktivitas, atau justru mempertegas masalah lama yang belum terselesaikan.
Jika finishing membaik, peluang mengamankan tiga poin terbuka lebar. Namun jika akurasi tembakan masih bermasalah, Persebaya Surabaya berisiko kehilangan momentum penting di hadapan pendukung sendiri. Kini semua mata tertuju pada bagaimana respons Green Force. Mampukah mereka menjawab tantangan dan membungkam keraguan lewat performa lebih tajam saat menghadapi Persib Bandung?
Waktu persiapan yang tersisa harus dimaksimalkan. Sebab di laga sebesar ini, satu peluang emas bisa menjadi pembeda antara kemenangan dan penyesalan panjang.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”












