Perdebatan Tentang Penalti yang Tidak Diberikan dalam Derbi London
Pertandingan antara Chelsea dan Arsenal dalam ajang Liga Inggris bertajuk Derbi London pada Minggu (1/3/2026) malam WIB menjadi sorotan utama karena insiden yang terjadi di kotak terlarang. Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan wasit yang tidak memberikan hadiah penalti setelah insiden yang menimpa pemainnya.
Pada pertandingan tersebut, Arsenal berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Chelsea. Kemenangan ini tidak hanya memperlebar jarak poin mereka dengan Manchester City, tetapi juga menghancurkan harapan Chelsea untuk finis di posisi empat besar klasemen Liga Inggris. Gol-gol yang dicetak oleh Arsenal berasal dari tendangan sudut, termasuk gol kemenangan yang dicetak oleh Jurrien Timber di babak kedua.
Salah satu momen penting terjadi pada babak pertama ketika umpan silang Reece James mengenai lengan Declan Rice, gelandang Arsenal. Pemain Chelsea segera melaporkan insiden tersebut kepada wasit, tetapi Darren England tidak mengambil tindakan lebih lanjut. VAR kemudian memutuskan bahwa tidak ada pelanggaran handball yang bisa dihukum.
PGMOL menyatakan bahwa keputusan wasit sudah diperiksa dan dikonfirmasi, dengan alasan bahwa Rice sedang menantang lawan saat bola mengenai lengannya. Namun, mantan wasit Mark Clattenburg menilai bahwa keputusan tersebut tidak konsisten. Ia yakin bahwa Rice jelas-jelas menggerakkan tangannya ke arah bola dan seharusnya mendapatkan penalti.
“Declan Rice menghadang tendangan sudut dan jelas-jelas menggerakkan tangannya ke arah bola, seharusnya tendangan penalti diberikan,” ujar Clattenburg. Ia menambahkan bahwa inkonsistensi dalam keputusan wasit sering terjadi setiap minggu.
Rosenior juga menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan wasit. Ia mengatakan bahwa ini bukan pertama kalinya Chelsea mengalami hal serupa. “Ini bukan pertama kalinya hal ini terjadi pada kami. Sepertinya hal ini tidak terjadi pada tim lain,” katanya sambil tersenyum sinis.
Meskipun merasa bahwa Chelsea pantas mendapatkan penalti, Rosenior mengakui bahwa timnya juga bertanggung jawab atas kekalahan tersebut. Chelsea kebobolan dua kali dari tendangan sudut dan kehilangan satu pemain karena kartu merah. Ini adalah kartu merah ketujuh bagi Chelsea di Liga Inggris musim ini.
“Saya frustrasi dan kecewa,” kata Rosenior setelah pertandingan. Ia menyoroti masalah fokus dan konsentrasi yang harus diperbaiki oleh timnya. “Kami berlatih bola mati sepanjang minggu, dan sebagai manajer, itu membuat semuanya semakin sulit untuk diterima.”
Rosenior juga menyoroti pentingnya meningkatkan disiplin dan pertahanan dalam situasi bola mati. “Jika kita bisa melakukan itu, maka kita masih bisa menjalani musim yang sangat bagus,” tambahnya.
Kekalahan ini membuat Chelsea berada di posisi keenam di Liga Premier, enam poin di luar zona Liga Champions. Mereka akan menghadapi Aston Villa pada hari Rabu. Sementara itu, Arsenal terus memperkuat posisi mereka dalam perburuan gelar liga.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.












