Bisnis  

Sido Muncul Bantu 1.000 Duafa dengan Rp200 Juta

Pemberian Santunan untuk Kaum Duafa di Kabupaten Semarang

PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat sekitar perusahaan. Kali ini, sebanyak 1.000 kaum duafa di Kabupaten Semarang menerima santunan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Bantuan senilai Rp200 juta itu diserahkan secara simbolis oleh Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat kepada para penerima manfaat, turut disaksikan Bupati Semarang Ngesti Nugraha.

Selanjutnya, bantuan akan didistribusikan kepada warga di enam wilayah sekitar pabrik, yakni Desa Bergas Kidul, Desa Diwak, Kelurahan Ngempon, Kelurahan Karangjati, Kelurahan Muktiharjo Lor, dan Desa Klepu. Paket bantuan yang diberikan berupa sembako serta produk kesehatan dari Sido Muncul, antara lain beras, gula pasir, mi instan, wafer, minyak goreng, serta sejumlah produk kesehatan seperti Kuku Bima Energi C1000, RTD Red Berry, Balsam Tolak Angin, dan Susu Jahe.

Komitmen Perusahaan dalam Berbagi dengan Masyarakat

Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus berbagi dengan masyarakat, khususnya di bulan Ramadan. “Ramadan adalah momen yang tepat untuk mempererat kepedulian dan berbagi dengan sesama. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan,” kata Irwan seusai penyerahan bantuan di Agrowisata Pabrik Sido Muncul, Kabupaten Semarang, Kamis (12/3).

Menurut Irwan, perusahaan memiliki tanggung jawab moral untuk terlebih dahulu membantu masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasionalnya. “Yang paling benar setiap perusahaan memberi kepada wilayahnya masing-masing. Yang paling adil ya dimulai dari lingkungan sekitar dulu. Kami justru merasa beruntung karena punya kesempatan untuk berbuat sesuatu bagi masyarakat,” ujarnya.

Nilai Kepedulian yang Tak Selalu Diukur dari Besarnya Bantuan

Irwan mengatakan, nilai kepedulian tidak selalu diukur dari besarnya bantuan yang diberikan. Menurutnya, setiap orang sebenarnya bisa berbuat sesuatu untuk sesamanya. “Kami berharap masyarakat tetap sehat. Saya selalu mendoakan agar kehidupan masyarakat di negeri yang kaya ini semakin maju dan semakin baik,” katanya.

Selain program santunan bagi kaum duafa, Irwan menyebut Sido Muncul juga rutin menjalankan berbagai kegiatan sosial lain seperti operasi katarak, operasi bibir sumbing, hingga program pencegahan stunting.

Apresiasi dari Bupati Semarang

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengapresiasi kepedulian Sido Muncul terhadap masyarakat di wilayahnya. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Semarang kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Irwan Hidayat dan keluarga besar Sido Muncul yang hari ini memberikan santunan kepada 1.000 kaum duafa,” ujar Ngesti.

Dia menyebut perusahaan tersebut selama ini aktif membantu masyarakat, termasuk melalui program pencegahan stunting. Ngesti berharap kerja sama antara pemerintah daerah dan Sido Muncul dapat terus ditingkatkan sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. “Semoga Sido Muncul makin berkembang dan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Semarang,” ujarnya.

Ucapan Terima Kasih dari Para Penerima Bantuan

Seorang penerima bantuan, Heru Sunarto (67), warga Desa Bergas Kidul, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. “Kami sangat berterima kasih kepada Sido Muncul atas bantuan ini. Semoga perusahaan semakin maju dan terus berkembang,” kata Heru.

Hal serupa disampaikan Mintarsini (68), warga Desa Klepu. Dia mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi dirinya yang tinggal bersama cucunya. “Alhamdulillah, saya senang sekali. Saya tinggal hanya dengan cucu. Bantuan ini sangat membantu,” ujarnya.

Mintarsini berharap perusahaan herbal tersebut terus berkembang sehingga dapat terus membantu masyarakat di sekitarnya. “Semoga Sido Muncul semakin maju dan rezekinya lancar,” katanya.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *