Profil Abu Janda: Dari Media Sosial Hingga Kembali Jadi Sorotan
Abu Janda, nama panggung dari Permadi Arya, kembali menjadi perbincangan publik setelah muncul dalam sebuah program dialog televisi. Kejadian ini memicu rasa penasaran masyarakat terhadap latar belakang dan perjalanan hidupnya.
Peristiwa tersebut terjadi saat Abu Janda hadir sebagai narasumber dalam acara diskusi yang membahas konflik geopolitik internasional. Momen tersebut menarik perhatian banyak orang, sehingga banyak warganet mulai mencari tahu lebih jauh tentang profil dan aktivitas media sosialnya.
Berikut adalah rangkuman mengenai profil Abu Janda, termasuk riwayat pendidikan dan perjalanan kariernya:
Nama Asli dan Latar Belakang
Nama asli Abu Janda adalah Heddy Setya Permadi. Ia lahir di Cianjur, Jawa Barat, pada 14 Desember 1973. Pada tahun 2026, usianya telah menginjak 52 tahun. Permadi Arya adalah putra dari pasangan HM Sudjatna dan Lina Herlin.
Nama Abu Janda sendiri merupakan nama panggung yang digunakan di media sosial. Dalam wawancara di siniar televisi, ia mengungkapkan bahwa nama tersebut dibuat pada Desember 2014 sebagai bentuk parodi terhadap tokoh teroris ISIS asal Indonesia bernama Abu Jandal Al Indonesi. Nama tersebut kemudian dipelesetkan menjadi Abu Janda Al-Bollywoodi.
Menurutnya, penggunaan nama tersebut dimaksudkan sebagai kritik terhadap radikalisme dengan pendekatan humor. Sejak saat itu, nama Abu Janda mulai dikenal luas di media sosial dan sering dipakai oleh Permadi Arya dalam berbagai aktivitas digitalnya.
Riwayat Pendidikan
Dalam hal pendidikan, Permadi Arya pernah menempuh studi Diploma Ilmu Komputer di Informatics IT School Singapura pada April 1997. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke Inggris dan memperoleh gelar Sarjana Business & Finance dari University of Wolverhampton pada tahun 1999.
Pendidikan tersebut menjadi bekal awal dalam perjalanan profesionalnya sebelum akhirnya dikenal luas sebagai pegiat media sosial.
Perjalanan Karier
Sebelum aktif di dunia media sosial, Abu Janda memiliki pengalaman kerja di berbagai sektor perusahaan. Sekitar tahun 1999 hingga 2015, Permadi Arya tercatat pernah bekerja di sejumlah perusahaan, mulai dari perusahaan sekuritas, bank swasta, hingga perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara.
Namanya mulai dikenal publik sekitar tahun 2015 setelah aktif menyampaikan pandangan di media sosial. Permadi Arya memiliki akun Instagram terverifikasi bernama @permadiaktivis2 dengan ratusan ribu pengikut. Dalam bio akun tersebut, ia menuliskan deskripsi, “MENTERI AGAMA (unofficial), Researcher sejarah Israel Palestina.”
Melalui akun tersebut, ia kerap membagikan pandangan pribadi mengenai berbagai isu, mulai dari persoalan sosial, politik, hingga isu internasional. Namun, opini yang disampaikannya kerap memicu perdebatan di ruang publik. Hal itu membuat namanya semakin dikenal sekaligus sering menimbulkan kontroversi.
Terlibat dalam Relawan Politik
Seiring meningkatnya popularitasnya di media sosial, Permadi Arya juga sempat terlibat dalam aktivitas politik. Pada Pemilihan Presiden Indonesia 2019, ia bergabung sebagai influencer dalam tim sukses Presiden Joko Widodo. Kemudian pada 2023, ia menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto yang saat itu dideklarasikan oleh Partai Gerindra sebagai calon presiden dalam Pemilihan Presiden Indonesia 2024. Ia pun bergabung dengan Rumah Besar Relawan Prabowo 08 bersama sejumlah tokoh lain seperti Fauzi Baadila, Haris Rusly Moti, dan Ricky Tamba.
Sempat Diisukan Jadi Komisaris BUMN
Pada April 2025, sempat beredar kabar di media sosial yang menyebutkan bahwa Permadi Arya diangkat menjadi komisaris di PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO). Namun kabar tersebut kemudian dibantah oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia. Juru bicara kementerian, Putri Violla, menegaskan bahwa tidak ada pengangkatan Permadi Arya sebagai komisaris di perusahaan tersebut.
Kembali Jadi Sorotan Publik
Nama Permadi Arya kembali ramai dibicarakan setelah tampil sebagai narasumber dalam program diskusi televisi yang disiarkan oleh iNews pada Rabu (10/3/2026) malam. Dalam acara itu, ia hadir sebagai pegiat media sosial untuk membahas konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Namun dalam jalannya diskusi, Abu Janda sempat memotong pembicaraan narasumber lain. Ia juga mengeluarkan kata-kata kasar dalam forum tersebut. Pemandu acara Aiman Witjaksono sempat menegur Abu Janda agar menjaga sikap selama diskusi berlangsung. Namun teguran tersebut tidak diindahkan. Akhirnya, Aiman meminta Permadi Arya untuk meninggalkan ruang dialog. Kejadian dalam program tersebut membuat banyak warganet kembali mencari informasi mengenai profil Abu Janda, mulai dari biodata, pendidikan, hingga perjalanan kariernya.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."












