Pengungsian Kosong dan Upaya Masyarakat Membangun Hunian Mandiri
Area pengungsian di Simpang Tanah Merah, Kelurahan Hutanabolon-Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah kini terlihat kosong. Tidak ada lagi tenda-tenda yang bertuliskan bantuan dari berbagai lembaga seperti Kementerian Sosial atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Di tempat yang dulunya menjadi tempat pengungsian, hanya tersisa hamparan pasir dan bambu-bambu panjang yang dulu digunakan sebagai penyangga tenda.
Selain itu, beberapa bangunan yang sebelumnya digunakan oleh para penyintas banjir juga sudah tidak lagi difungsikan. Misalnya, toilet umum yang lantainya sudah kering dan tampak tidak pernah digunakan lagi. Area loundry gratis yang sebelumnya ramai kini kosong tanpa isi. Beberapa bangunan Huntara juga terlihat rusak dan dianggap masyarakat sebagai bangunan pemerintah yang gagal.
Pantauan Tribun Medan menunjukkan bahwa para penyintas banjir tidak tinggal di kontrakan, melainkan membangun Huntara mandiri di sekitar area pengungsian lama. Bahkan, karena janji-janji pemerintah tentang pembangunan Huntara atau Huntap belum terwujud, sejumlah penyintas membuat Pamplet gang bernama Gang Bersama, yang merupakan nama untuk Huntara mandiri.
Di dalam Gang Bersama ini, terdapat 7 unit Huntara yang dibangun secara gotong royong oleh para penyintas banjir. Bangunan tersebut terbuat dari kayu-kayu gelondongan bekas banjir, atap dari seng, serta plastik karung yang dipasang berlapis-lapis. Selain di gang ini, para penyintas banjir juga tersebar di sudut-sudut jalan Simpang Merah Hutanabolon-Sipange.
Warga satu persatu saling membantu untuk membangun Huntara mandiri. Seorang penyintas banjir yang tinggal di Huntara Mandiri Gang Bersama Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Piltak Sigultom mengatakan:
“Ya kami buat palang ini karena dibangun secara mandiri ternyata ini kami bangun sendiri rumah ini. Kami pindahan dari pengungsian Kemensos Tanah Merah,” jelasnya mengawali cerita, Jumat (20/3/2026).
Diceritakan Piltak, kepedihan pasca banjir saat pihaknya diminta untuk menandatangani surat pernyataan untuk pindah dari pengungsian. Surat pernyataan itu disuruh pemkab waktu itu berdampingan dengan Camat, malam-malam mereka datang, poinnya menyatakan bersedia keluar dari tenda dan mencari tempat sendiri.
Diakuinya, dia telah menerima Dana Tunggu Hunian dari pemerintah sebesar Rp 600 ribu. Namun, dengan uang segitu, tidak cukup untuk mengontrak rumah. Gara-gara kami tidak sanggup ngontrak, huntara huntap tidak ada terlihat dan belum pernah dibahas itu, makanya hari itu kami disuruh buat surat pernyataan keluar dari tenda yang katanya akan dibangun huntara. Tapi sampai sekarang enggak ada, jadi kami bertindak bangun rumah sendiri.
Diakuinya kepedihan itu terasa, sebab mereka membangun Huntara secara mandiri dan bergotong royong dengan warga. Itulah kami bikin ini mandiri kami cari mandiri bahannya. Ya (Sedih disuruh buat pernyataan huntara). Jangankan sedih dah pada pusing semua. Karena meski 7 rumah di sini, ada 50 orang yang tinggal di sini.
Dikatakannya, di area ini bebas banjir. Namun, dari satu bulan lalu, yang menjadi kendala adalah listrik. Pokoknya proses pembangunan huntara mandiri ini gak terbilang lah berapa hari. Karena kami pungut nya pelan pelan. Ada pasir di sini, kami tempelkan ke huntara mandiri ini. Jadi begitulah prosesnya.
Bahkan, sebelum ada kayu yang mereka dapat untuk membangun huntara, mereka hanya tidur beralaskan tenda saja. Sebelum ada papan tenda la ini. Inilah bekas bekas gotong royong masih tanah lagi ini semua papan-papan ini. Yang penting bisa untuk istirahat dulu.
Saat ini, ia meminta agar Pemerintah segera membantu untuk pemasangan listrik di Huntara yang dibangun mandiri. Ya kami mintalah ini listrik segera dipasang.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












