Bisnis  

Siapa Anak Sulung Bos Djarum Pemilik Harta Rp 727 Triliun?

Profil Anak-anak Bambang Hartono yang Dianggap Penerus Warisan Rp727 Triliun

Anak sulung dari Michael Bambang Hartono, pemilik grup Djarum, kini menjadi sorotan setelah ayahnya meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) di Singapura. Bambang Hartono memiliki empat orang anak yang dikenal memiliki karier yang cemerlang di berbagai bidang bisnis. Berikut adalah profil dari keempat anak tersebut.

1. Roberto Setiabudi Hartono

Roberto Setiabudi Hartono adalah anak pertama dari Bambang Hartono. Ia mengikuti jejak sang ayah dengan menjadi seorang pengusaha. Saat ini, Roberto menjabat sebagai Komisaris PT Bukit Muria Jaya. Selain itu, ia juga terlibat dalam bisnis di PT Hartono Istana Teknologi (HIT) atau Polytron. Meski perannya dalam perusahaan tersebut belum sepenuhnya diketahui secara spesifik, posisinya sebagai bagian dari keluarga besar Djarum memberikan kontribusi penting dalam pengembangan bisnis keluarga.

2. Vanessa Ratnasari Hartono

Vanessa Ratnasari Hartono juga merupakan salah satu putri Bambang Hartono yang aktif dalam dunia bisnis. Ia menjadi pemegang saham PT Caturguwiratna Sumapala dan juga salah satu pemilik dari PT Tricipta Mandhala Gumilang. Karier Vanessa di dunia bisnis menunjukkan bahwa ia telah mampu membangun jaringan yang kuat dan berkontribusi dalam pengelolaan aset keluarga.

3. Stefanus Wijaya Hartono

Stefanus Wijaya Hartono juga terlibat dalam pengelolaan bisnis keluarga. Ia mengurus bisnis PT Djarum dan memiliki perusahaan sendiri bernama Sarana Menara Nusantara, yang merupakan bagian dari Djarum. Meskipun jabatannya tidak sepenuhnya diketahui secara pasti, peran Stefanus dalam bisnis keluarga tetap penting dan menunjukkan potensi penerus warisan ayahnya.

4. Tessa Natalia Hartono

Tessa Natalia Hartono adalah anak bungsu dari Bambang Hartono. Ia dikenal sebagai sosok yang aktif dalam pengelolaan bisnis keluarga. Salah satu prestasi terbesarnya adalah menjadi Presiden Direktur atau CEO PT Grand Indonesia, salah satu pusat perbelanjaan terbesar dan paling bergengsi di Jakarta. Sejak Desember 2016, Tessa juga tercatat sebagai Advisor PT Grand Indonesia atau GI. Perannya dalam bisnis keluarga menunjukkan kemampuan dan tanggung jawab yang tinggi.

Kehidupan dan Warisan Bambang Hartono

Michael Bambang Hartono meninggal di Singapura pada pukul 13.15 waktu setempat. Informasi tentang kematian mantan bos Djarum ini disampaikan oleh Corporate Communication Manager PT Djarum, Budi Darmawan. “Keluarga Besar PT Djarum berdukacita atas wafatnya Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura,” ujarnya dalam pesan singkat.

Bambang Hartono bersama adiknya, Robert Budi Hartono, berhasil merintis dan mengembangkan kerajaan bisnis yang bermula dari industri rokok kretek. Kerajaan ini berkembang menjadi konglomerasi besar yang merambah berbagai sektor, mulai dari perbankan, elektronik, properti hingga infrastruktur digital.

Kekayaan Hartono Bersaudara

Hartono bersaudara, termasuk Budi Hartono dan Michael Hartono, tercatat sebagai orang terkaya nomor 1 di Indonesia versi Forbes 2025. Kekayaan mereka mencapai sekitar USD 43,8 miliar atau setara Rp 727,08 triliun. Meskipun nilai kekayaan mereka sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, posisi mereka sebagai pemilik harta terbesar di Indonesia masih tetap tidak tergeser.

Kabar duka tentang kematian Michael Bambang Hartono tersebar di grup WA Djarum. Pesan yang menyebutkan bahwa “telah wafat dengan tenang, Bapak Michael Bambang Hartono pada tgl 19 Maret 2026 jam 13.15 waktu Singapore” langsung viral. Saat ini, keluarga masih dalam proses pengurusan jenazah Michael Bambang Hartono.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *