Liburan Lebaran di Mangrove Surabaya, Pelarian Warga dari Keramaian Kota

Destinasi Wisata Alam yang Menarik Perhatian Warga Surabaya

Salah satu destinasi wisata alam di kota Surabaya yang kini ramai dikunjungi adalah Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar. Tempat ini menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung yang ingin kembali ke alam dan menikmati suasana yang sejuk serta damai.

Pada hari ketiga operasional setelah libur Lebaran 2026, jumlah kunjungan tercatat stabil di angka 125 hingga 150 orang per hari. Kawasan ini buka mulai pukul 06.30 hingga 16.00 WIB, memberi kesempatan pengunjung menikmati suasana pagi yang sejuk hingga sore hari.

Wahana Perahu Susur Sungai Jadi Favorit

Wahana perahu susur sungai masih menjadi favorit karena memberikan pengalaman menyatu dengan alam. Teguh, staf operasional UPT Kebun Raya Mangrove, mengatakan bahwa minat masyarakat terhadap wisata alam terus meningkat, terutama saat momen libur panjang seperti Lebaran.

Wahana perahu di wisata mangrove Gunung Anyar Surabaya adalah fasilitas berupa perahu kayu yang didesain untuk mengangkut penumpang dengan menggunakan penggerak mesin tempel. Dengan membayar karcis kisaran Rp 20 ribu, pengunjung bisa menikmati perjalanan air menyusuri sungai Gunung Anyar hingga ke muara laut.

Jalur susur sungai wahana perahu ini sering disebut dengan julukan Amazon van Java, karena suasana sekitar sungai yang dilingkupi rimbunnya tanaman mangrove. Jika beruntung, pengunjung bisa melihat langsung beberapa jenis burung, biawak hingga monyet di tepian sungai yang dilalui.

“Sejak tanggal 22 sudah buka. Hari ketiga ini pengunjung rata-rata 125 sampai 150 orang. Perahu air masih jadi favorit karena pengunjung bisa susur sungai langsung di tengah hutan mangrove,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Selain perahu, pengunjung juga bisa mencoba mobil golf, sepeda air, hingga ATV. Tak hanya itu, keberadaan satwa seperti monyet dan biawak, serta aviari di tengah jogging track, menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak.

Suasana Alami untuk Keluarga

Suasana alami inilah yang dirasakan Lina Indraswari, warga Peneleh Surabaya, saat mengajak keluarganya berlibur ke kawasan mangrove. Ia mengaku sengaja memilih tempat ini untuk mencari suasana berbeda.

“Liburan di kota Surabaya tapi bisa kembali ke alam. Sudah bosan ke mal, dan kalau ke pantai terlalu panas,” katanya. Lina juga terkesan dengan perubahan kawasan tersebut dibanding kunjungannya beberapa tahun lalu. Kini, menurutnya, fasilitas lebih lengkap dan ramah untuk wisata keluarga.

“Dulu belum ada tempat wisata seperti ini. Sekarang saya ajak anak, dia memang suka lihat alam. Lihat kepiting saja sudah senang sekali,” ujarnya.

Pengunjung lain, Rudi Santoso, warga Geluran, Sidoarjo juga merasakan hal serupa. Ia memilih datang pagi hari agar bisa menikmati udara segar bersama keluarganya.

“Enak ke sini pagi-pagi, udaranya masih segar. Anak-anak juga senang karena bisa lihat hewan langsung, tidak cuma dari televisi,” katanya. Menurutnya, suasana di kawasan mangrove terasa lebih nyaman dibanding destinasi lain di Surabaya. Rindangnya pepohonan membuat suhu terasa lebih teduh.

“Di sini lebih sejuk, tidak sepanas di pantai. Jadi betah lama-lama,” tambahnya.

Informasi Lokasi dan Akses

Selama libur Lebaran, harga tiket masuk tetap terjangkau, yakni Rp15 ribu per orang, sama seperti tarif akhir pekan. Pihak UPT Kebun Raya Mangrove juga terus mempromosikan wisata alam di wilayah Surabaya Timur ini melalui unggahan instagram @kebunrayamangrove.

Wisata Mangrove Gunung Anyar Surabaya berada di perbatasan wilayah Kecamatan Rungkut, khususnya wilayah Kelurahan Medokan Ayu dan wilayah Gunung Anyar, di sisi Timur sebelah Selatan kota Surabaya. Untuk menuju lokasi wisata alam ini, warga atau pengunjung bisa melalui Jalan MERR atau Jl. Dr. Ir. H. Soekarno.

Pengunjung dari luar kota Surabaya yang mengendarai mobil lewat jalan tol, bisa memilih akses melalui Exit tol Tambak Sumur untuk selanjutnya mengarah, mengikuti jalur jalan MERR. Dari jalan MERR selanjutnya mengarah ke Timur dengan berpatokan atau melalui Kampus UPN Vetaran, lalu terus ke arah Timur.

Untuk angkutan umum, masyarakat bisa memanfaatkan angkutan kota Wira-Wiri dengan rute Gunung Anyar, di mana angkutan ini akan mengantar hingga kawasan wisata.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *