Pengalaman Traumatis Irwan Husna Saat Kebakaran Rumah
Irwan Husna (41), seorang warga Kelurahan Huangoboto, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, mengalami kejadian yang sangat traumatis ketika rumahnya terbakar. Kebakaran tersebut terjadi pada Selasa (24/3/2026) dan melibatkan dua rumah di wilayah tersebut. Akibatnya, seluruh isi rumah hangus terbakar dan korban harus tinggal sementara di rumah kerabat.
Kejadian Kebakaran yang Tidak Terduga
Saat kebakaran terjadi, Irwan sedang bekerja di bengkel las yang berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya. Ia mengetahui adanya kebakaran setelah keluar dari tempat kerjanya dan melihat asap yang mulai menyebar. “Saya langsung melihat api yang sudah besar dan orang-orang mulai panik,” katanya.
Ketika sampai di lokasi, ia melihat dua rumah yang telah terbakar. Api merambat dengan cepat, sehingga sulit untuk menentukan sumber kebakaran. Saat itu juga, ia langsung masuk ke dalam rumah karena tahu ada anggota keluarganya di dalam.
Proses Penyelamatan Keluarga
Ia dibantu oleh tetangga dan saudara yang juga ikut membantu saat ia memecahkan pintu dan melakukan evakuasi. Di dalam rumah, terdapat orang tua dan anak kedua Irwan. Sementara istri dan anak pertama sedang berada di Ampana, Sulawesi Tengah, untuk urusan ijazah.
“Alhamdulillah, semua bisa diselamatkan. Meski situasi sangat panik, kami fokus pada keselamatan orang terdekat dulu,” ujarnya.
Ia mengaku sangat panik saat itu karena hanya memikirkan keselamatan orang tua dan anaknya. Ibu kandungnya sedang salat saat kejadian, dan ia berhasil menyelamatkannya bersama tetangga. Anak ketiganya, yang sedang tidur di kamar ketiga, sempat membuatnya khawatir.

Pemulihan dan Kondisi Pasca-Kebakaran
Setelah semua keluarga berhasil dievakuasi, Irwan merasa lega meskipun rumahnya sudah habis terbakar. “Yang paling penting adalah keluarga saya selamat,” katanya.
Sayangnya, tidak ada barang berharga yang bisa diselamatkan karena api berkembang terlalu cepat dan ditambah angin. Bahkan pakaian pun tidak sempat diambil. Saat ini, kondisi orang tua Irwan masih drop akibat trauma dan rasa takut.
Rencana dan Harapan Pasca-Kebakaran
Saat ini, Irwan dan keluarganya tinggal di rumah saudara yang berada di dekat lokasi kejadian. Mereka belum melakukan pembersihan sisa-sisa kebakaran karena menunggu arahan dari pihak kepolisian. Namun, rencananya mereka akan membersihkan dan mencari barang yang mungkin bisa digunakan kembali.
Harapan besar Irwan adalah mendapatkan bantuan dari pemerintah, minimal berupa pakaian dan kebutuhan dasar. Ia mengaku tidak memiliki apa-apa lagi karena semuanya habis terbakar. Baju yang ia pakai sekarang hanya diberikan oleh teman.
Yang paling ia syukuri dari kejadian ini adalah keselamatan keluarganya. “Saya sangat bersyukur karena anak dan orang tua saya selamat,” ujarnya.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












