Budaya  

5 Fakta Menarik Burung Endemik Sumatera dengan Warna Eksotis

Burung Sumatran Trogon: Keunikan dan Fakta Menarik

Burung sumatran trogon atau yang dikenal dalam bahasa lokal dengan nama burung luntur sumatera adalah salah satu spesies burung kicau cantik berwarna cerah yang termasuk dalam keluarga Trogonidae. Keluarga ini memiliki garis keturunan kuno dan terdiri dari 7 genus serta 49 spesies. Burung luntur sumatera memiliki nama latin Apalharpactes mackloti dan merupakan satwa endemik Pulau Sumatra, yang berarti tidak dapat ditemui di luar pulau tersebut.

Burung ini hidup di hutan pegunungan dan wilayah kaki perbukitan di Pulau Sumatra pada ketinggian antara 750 hingga 2.200 mdpl. Ia sering ditemui di Taman Nasional Kerinci Seblat dan bukan spesies burung yang bermigrasi. Berikut adalah lima fakta menarik tentang burung luntur sumatera:

1. Spesiesnya Diidentifikasi Pada Abad ke-19

Menurut informasi yang ditemukan di berbagai sumber, Salomon Muller, seorang ahli ornitologi Jerman (1804-1864), mengidentifikasi spesies ini pada tahun 1835 dan memberinya nama Apalharpactes mackloti untuk menghormati temannya yang bernama Heinrich Christian Macklot. Secara fisik, burung luntur sumatera memiliki ukuran tubuh sekitar 30 cm dan mirip dengan spesies lain di Pulau Jawa, yaitu burung luntur jawa (Apalharpactes reinwardtii). Awalnya, burung luntur sumatera dianggap sebagai spesies yang sama dengan luntur jawa, tetapi penelitian lanjutan memisahkan keduanya menjadi dua spesies berbeda.

Salah satu fakta menarik lainnya adalah bahwa burung luntur sumatera tidak memiliki dimorfisme seksual, artinya tidak ada perbedaan bentuk yang mencolok antara burung jantan dan betina. Burung jantan memiliki warna bulu kepala dan dada berwarna hijau, tenggorokan dan perut berwarna kuning cerah, serta bercak merah di bagian belakang tubuhnya. Sementara itu, burung betina memiliki ciri khas yang serupa, hanya saja secara keseluruhan warnanya lebih redup.

2. Memiliki Anatomi Kaki yang Unik



Burung luntur sumatera memiliki pola anatomi kaki yang unik. Menurut laman Species Guide Birda, pola anatomi kakinya dikenal dengan nama heterodactyl feet, di mana ruas jari pertama dan kedua menghadap ke belakang sedangkan ruas jari ketiga dan keempat menghadap ke depan. Struktur anatomi kaki ini hanya ditemukan pada anggota keluarga Trogonidae.

Pola anatomi kaki ini berfungsi seperti sepasang “penjepit” yang memungkinkan burung bertengger dengan aman pada batang pohon vertikal dan cabang tebal. Selain itu, struktur ini juga membantu mengimbangi kaki yang lemah karena burung anggota keluarga Trogonidae memiliki kaki yang terlemah dibandingkan semua spesies burung lainnya. Rasio otot terhadap berat badan hanya sekitar 3%. Anatomi kaki unik ini memberikan cengkraman mekanis yang kuat untuk bertengger dalam waktu lama.

3. Burung Monogami Selama Musim Kawin



Burung luntur sumatera dikenal sebagai burung monogami. Saat musim kawin tiba, burung pejantan akan melakukan pertunjukan untuk menarik pasangannya. Ia akan memamerkan warna bulunya yang indah di area terbuka. Pasangan yang telah berkawin akan menjalin ikatan yang kuat dan tetap monogami sepanjang musim kawin.

Selama musim kawin, induk betina bertelur 2 hingga 3 butir. Tugas pengasuhan dibagi rata antara jantan dan betina, yang secara bergantian mengerami telur dan merawat anak-anaknya. Proses pengeraman berlangsung selama 17 hingga 20 hari hingga telur menetas. Sarang biasanya dibuat di dalam rongga pohon yang sudah lapuk.

4. Memangsa Serangga dan Mengonsumsi Buah



Burung luntur sumatera memiliki pola makan campuran. Makanannya didominasi oleh arthropoda seperti ulat dan laba-laba, serangga kecil seperti kumbang dan belalang, serta vertebrata kecil seperti kadal. Selain itu, burung ini juga diketahui mengonsumsi buah-buahan seperti beri hutan yang kaya akan vitamin.

Buah menjadi pilihan utama pada musim kemarau karena jumlah serangga yang lebih sedikit pada masa tersebut. Suara kicauan burung ini terdengar seperti suara serak dan terkadang diperpanjang dengan suara seperti “turrr”. Burung luntur sumatera juga memiliki suara bernada tinggi kedua yang unik, membedakannya dari kicauan burung luntur jawa.

5. Satwa Endemik yang Dilindungi



Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018, burung luntur sumatera yang memiliki nama latin Apalharpactes mackloti adalah satwa endemik Pulau Sumatra yang dilindungi. Memburu, memelihara, dan memperdagangkannya adalah ilegal dan melanggar hukum.

Berdasarkan evaluasi oleh The International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List of Threatened Species, status konservasinya di alam liar adalah Least Concern, yang berarti tidak terancam punah. Populasi burung ini masih stabil di alam, meskipun bisa terancam menurun jika kerusakan ekosistem tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *