Bisnis  

BUMI dan Glencore Tandatangani Kontrak 7 Tahun, Serap Seluruh Produksi Tambang Mt Carlton



PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yang merupakan bagian dari Grup Bakrie–Salim, baru saja menandatangani perjanjian offtake selama tujuh tahun dengan Glencore. Dalam kerja sama ini, 100% hasil tambang mineral dari proyek Mt. Carlton akan dibeli oleh Glencore melalui anak usaha mereka yang berbasis di Australia, yaitu Wolfram Limited.

Renno Wicaksono, Group Head of Corporate Communications & CSR Bumi Resources, menjelaskan bahwa perusahaan memiliki target produksi proyek tembaga-emas di Mt. Carlton pada 2026 sebesar 12 hingga 15 ribu ton copper equivalent. Ia menegaskan bahwa masuknya Bumi ke sektor lain adalah bagian dari strategi diversifikasi perusahaan.

Saat ini, bisnis utama Bumi masih berada di sektor batu bara termal. Namun, perusahaan mulai melakukan diversifikasi ke sektor lain melalui aset-asetnya, termasuk Wolfram Limited dan Jubilee Metals Limited di Australia.

Glencore merupakan salah satu perusahaan sumber daya alam terdiversifikasi terbesar di dunia. Perusahaan ini menjadi pelaku utama dalam pemasaran dan produksi tembaga serta logam dasar lainnya. Kemitraan ini memberikan Wolfram jalur pemasaran yang kuat sekaligus meningkatkan visibilitas pendapatan proyek.

“Perjanjian offtake jangka panjang ini semakin memperkuat kepastian komersial proyek dan memberikan validasi pasar yang kuat bagi Mt. Carlton,” tulis manajemen dalam keterangan resmi.

Bumi Resources juga berencana menunjuk Macmahon Contractors Pty Ltd sebagai mitra kontraktor penambangan untuk proyek Wolfram di Mt. Carlton. Perusahaan ini merupakan anak usaha yang sepenuhnya dimiliki oleh Macmahon Holdings Ltd, yang dikenal sebagai kontraktor jasa pertambangan berpengalaman dan tercatat di ASX.

Macmahon memiliki rekam jejak dalam menyediakan solusi penambangan terbuka dan bawah tanah hingga konstruksi sipil di Australia dan Asia Tenggara. Langkah ini diharapkan dapat mendukung pengembangan tambang di Mt. Carlton.

Laba BUMI Melonjak 20% Sepanjang 2025

Di samping itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan laba bersih sebesar US$ 81,01 juta atau setara Rp 1,37 triliun pada tahun buku 2025. Torehan itu melonjak 21% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari periode tahun buku 2024 senilai US$ 67,47 juta atau sekitar Rp 1,14 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025, pendapatan BUMI juga naik 4,79% yoy menjadi US$ 1,42 miliar atau sekitar Rp 24,20 triliun dari sebelumnya US$ 1,35 miliar atau Rp 23,09 triliun pada 2024.

Secara rinci, pendapatan BUMI ditopang oleh penjualan batu bara kepada pihak ketiga yang mencapai US$ 1,17 miliar. Pendapatan itu terdiri dari ekspor sebesar US$ 820,5 juta dan penjualan domestik sebesar US$ 354,8 juta.

Selain itu, kontribusi dari penjualan emas tercatat sebesar US$ 242,3 juta, yang didominasi oleh pasar domestik sebesar US$ 230 juta, sementara ekspor mencapai US$ 12,2 juta. Adapun penjualan perak berkontribusi terhadap pendapatan sebesar US$ 7,04 juta, dengan kontribusi utama dari pasar domestik.

Dari sisi pelanggan, pendapatan terbesar berasal dari Rwood Resources DMCC sebesar US$ 506,8 juta. Diikuti oleh PT PLN (Persero) sebesar US$ 251,73 juta dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) sebesar US$ 196,07 juta. Apabila dikalkulasikan, kontribusi dari pelanggan utama mencapai US$ 954,6 juta.

Kemudian dari sisi neraca, jumlah aset tercatat sebesar US$ 4,21 miliar atau setara sekitar Rp 71,67 triliun (kurs Rp 16.987 per dolar AS). Sementara itu, jumlah liabilitas mencapai US$ 1,33 miliar atau sekitar Rp 22,61 triliun. Dengan demikian, ekuitas neto perseroan tercatat sebesar US$ 2,88 miliar atau setara Rp 49,06 triliun.

Denis

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *