Perseteruan Rachel Vennya dengan Mantan Suami
Perseteruan antara selebgram Rachel Vennya dengan mantan suaminya, Nico Al Hakim atau lebih dikenal dengan nama Okin, kini semakin memanas. Isu yang muncul adalah aksi Okin yang diam-diam ingin menjual rumah yang sejatinya diperuntukkan untuk anak sulungnya, Xabiru. Hal ini membuat Rachel Vennya merasa marah dan kecewa.
Rachel Vennya mengetahui hal tersebut setelah rumah itu tiba-tiba didatangi orang yang akan melakukan pengukuran. Padahal, saat ini rumah itu menjadi tempat tinggal adik-adiknya. Rachel mengungkapkan bahwa di awal perjanjian, ia memberikan rumah tersebut dengan harapan bahwa Okin akan tetap memberikan nafkah dan uang mut’ah untuk anak-anak mereka. Namun ternyata tidak seperti yang diharapkan.
“Di awal perjanjian, aku kasih rumah yang dia bilang #rumahuntukbiru, dia cuma punya kewajiban nafkah dan kasih uang mut’ah. Tapi ternyata ga dikasih, win win solution dia yang kasih itu rumah biar dia ga nafkahin anak2 lagi, pas dateng ke rumah, udah bobrok pas dia pake, akhirnya kita renov buat adek2. Terus sekarang karena ga ada hitam di atas putih mau dia jual notabene adek2 masi tinggal di sana, tanpa ba bi bu langsung ada org yang mau ngukur dan mau jual rumahnya yang adek2 gue ga tau harus gimana. Yaudah ambil tuh rumah. Orang yang gue fikir bakal jadi sahabat gue turn into nightmare,” curhat Rachel.
Tanggapan Erika Carlina
Erika Carlina, salah satu sahabat Rachel Vennya, ikut memberikan tanggapan terkait masalah yang sedang dihadapi oleh Rachel. Ia mengaku sebenarnya sudah lama tahu tentang berbagai masalah yang dialami Rachel, namun baru saja mengetahui soal rencana penjualan rumah oleh Okin.
“Aku enggak tahu sih (Okin jual rumah), aku baru diceritain sama Rachel,” ujar Erika.
“Sebenarnya aku tahu cerita (keseluruhan) udah lama, Rachel termasuk orang yang memendam semuanya,” tambahnya.
Erika menilai tindakan Okin sudah terlalu keras, terlebih karena masih ada adik-adik Rachel yang tinggal di dalam rumah tersebut. Ia menilai bahwa ketika Okin sudah kehilangan kesabaran, tindakan yang dilakukannya bisa disebut sebagai tindakan yang fatal.
“Jadi ketika dia udah habis kesabarannya menurut aku itu udah fatal ya, udah keterlaluan, maksudnya ada orang di dalam rumah itu which is keluaganya Rachel yang harus dilindungi,” jelas Erika.
Pada akhirnya, Erika memahami kemarahan Rachel. Menurutnya, Rachel sedang berusaha melindungi keluarganya.
“Itu kan jatuhnya kayak teror, enggak nyaman. Menurut aku wajar kok Rachel marah, dia melindungi keluarganya,” tambahnya.
Curhatan Ibunda Rachel Vennya
Di tengah kehebohan yang terjadi, Viens Tasman, ibunda Rachel Vennya, terpantau membuat unggahan di media sosial. Ia memposting sejumlah foto transformasi Rachel disertai caption panjang.
Viens mengaku sering merasakan kesedihan yang dialami putrinya. Namun kali ini ia benar-benar lunglai.
“Aku sering kaget? Tapi hari ini kagetku membuat aku lunglai, sering banget kamu disakiti orang, berkali kali, tapi kamu selau coba berdamai dengan keadaan, aku tau itu berat nak, entah ujian apalagi yang Allah kasih buat kamu. Bahkan yang menyakiti kamu pun orang yang kamu angkat dirinya dan jadi sukses. Sering banget kebaikan yang pernah kamu kasih ke orang dibalas bagaikan air tuba, kamu bikin orang itu dikenal orang dan sukses, lalu tiba-tiba seakan musuh, tidak adakah ada lagi orang baik di dunia ini, apalagi dengan orang-orang yang pernah di bantu dan di tolong?” ungkap Viens.

Selama ini Viens diam saat Rachel disakiti karena putrinya sendiri yang menyuruhkan tidak bereaksi. Akan tetapi kesabaran Viens mulai habis. Ia tak bisa lagi berdiam diri mendapati sang buah hati tersakiti.
“Aku selalu diam karena kamu selalu minta supaya aku diam. Namun kali ini aku bener bener terenyuh. Tidak henti-hentinya disakiti orang, ibu mana yang kuat melihat anak nya di sakiti, dikecewakan, namun hanya bisa menghela nafas dan berdoa, mengharap kebaikan Allah agar selau dijaga, hati, akal dan pikirannya tetap kuat dan selalu di beri kekuatan dalam menjalankan hidup yang belum tentu orang lain bisa menjalankan,” lanjutnya.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”












