Daerah  

Bappenas ke Natuna, geopark siap raih pengakuan UNESCO

Pemerintah Pusat Perhatikan Pengembangan Wisata di Wilayah Perbatasan

Pemerintah pusat kembali menunjukkan perhatian serius terhadap pengembangan potensi wisata di wilayah perbatasan, khususnya Geopark Natuna yang kini sedang dipertimbangkan untuk mendapatkan pengakuan dunia. Hal ini ditandai dengan kehadiran Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) di Kabupaten Natuna, Senin (6/4/2026).

Kedatangan rombongan Bappenas dalam rangka meninjau langsung potensi Sumber Daya Alam (SDA), serta mengevaluasi kesiapan Geopark Natuna menuju status UNESCO Global Geopark (UGGP). Dari pantauan, rombongan Bappenas dipimpin langsung oleh Staf Khusus Menteri PPN/Bappenas, Sukmo Harsono, yang disambut hangat oleh Bupati Natuna, Cen Sui Lan, di Bandara Ranai.

Turut hadir dalam rombongan, Direktur Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan Bappenas Togu Santoso Pardede, serta Dewan Pakar KNGI Prof. Mega Fartimah Rosana. Usai penyambutan, rombongan langsung melaksanakan rapat kerja bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Pengelola Geopark Nasional (BPGN) Natuna, di ruang Rapat Utama Kantor Bupati.

Momentum Penting untuk Pengembangan Geopark

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menyampaikan bahwa kunjungan Bappenas menjadi momentum penting dalam memperkuat langkah Natuna menuju pengakuan geopark dunia. Ia mengatakan, kehadiran Bappenas ini untuk melihat langsung dan memberikan arahan terkait persiapan Natuna menuju UNESCO Global Geopark. Ini menjadi harapan dan motivasi besar bagi pihaknya.

Ia juga menegaskan bahwa sebagai daerah terluar, Natuna tidak bisa berjalan sendiri dalam mengembangkan potensi daerah. “Kami butuh dukungan dari Bappenas dan kementerian terkait. Banyak persoalan yang kami sampaikan, dan kunjungan ini menjadi jawaban atas upaya koordinasi yang telah saya lakukan sebelumnya kepada Pak Mentri,” tambahnya.

Peran Geopark dalam Pertumbuhan Ekonomi

Sementara itu, Staf Khusus Menteri PPN/Bappenas, Sukmo Harsono, menegaskan bahwa pengembangan geopark tidak boleh berhenti pada sekadar pengakuan atau sertifikat semata. Menurutnya, keberadaan geopark harus mampu memberikan dampak nyata, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata.

“Geopark harus membawa dampak, baik bagi nama Natuna maupun peningkatan ekonomi masyarakat. Ini harus kita arahkan menjadi kekuatan pariwisata,” jelasnya. Ia juga menyebut bahwa Natuna memiliki potensi alam luar biasa yang layak dikembangkan.

Namun demikian, Sukmo mengakui masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi, terutama terkait akses transportasi yang terbatas dan biaya perjalanan yang cukup tinggi. “Seperti geopark di Belitung atau Kebumen, Natuna ini ibarat kepingan surga yang jatuh ke bumi. Kalau tidak dimanfaatkan, tentu menjadi kerugian,” katanya.

Prioritas dan Sinkronisasi Program

Karena itu, ia menekankan pentingnya penentuan skala prioritas dalam pengembangan wisata, termasuk kemungkinan penguatan desa wisata dan desa budaya sebagai daya tarik utama wisatawan lokal maupun internasional. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya sinkronisasi program daerah dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), agar pembangunan di Natuna dapat selaras dengan prioritas nasional.

“Setiap daerah harus berkontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, program yang diusulkan harus tepat sasaran dan sesuai prioritas,” jelas Sukmo.

Peluang Besar untuk Naik Kelas

Saat ini, Geopark Natuna telah berstatus sebagai geopark nasional selama kurang lebih delapan tahun. Dengan dukungan pemerintah pusat, Natuna kini dinilai memiliki peluang besar untuk naik kelas menjadi bagian dari jaringan geopark dunia.

“Kita akan petakan potensi yang ada, lalu kita rekomendasikan. Mudah-mudahan ini saatnya Natuna menjadi UNESCO Global Geopark,” pungkasnya.


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *