Ini alasan jarum jam bergerak ke kanan, bukan kiri



Tidak ada alasan yang jelas mengapa jam bergerak ke arah kanan, bukan kiri. Ternyata, hal ini berkaitan erat dengan peradaban kuno di masa lalu.

Intisari hadir di whatsapp channel, follow dan dapatkan berita terbaru kami di sini

Manusia di mana pun di bumi, umumnya tahu arti dari kata “searah jarum jam”. Yang dimaksud adalah jarum jam yang bergerak ke arah kanan.

Asal mula perputaran ini tidak bisa dipisahkan dari faktor geografis dari peradaban besar kuno seperti Mesir, Romawi, Yunani, Babilonia, atau Cina yang berada di belahan bumi utara.

Sebagian besar peradaban menggunakan jam matahari (sundial) sebagai penunjuk waktu. Sundial yang awalnya berasal dari Mesir terdiri dari dua bagian, yaitu papan berbentuk lingkaran persegi yang ditulisi angka-angka serta sebuah tiang segitiga (gnomon) yang berdiri tegak lurus dari papan.

Ketika sinar matahari menyinari, bayangan gnomon akan menimpa papan dan menunjukkan waktu saat itu. Karena sundial berada di belahan bumi utara, maka bayangan gnomon akan terlihat bergerak ke kanan. Jika jam tersebut ditempatkan di belahan bumi selatan, arahnya akan berlawanan. Sementara jika berada di daerah khatulistiwa, bayangan hanya akan bergerak lurus dari barat ke timur.

Saat jam mekanik mulai dibuat pada Abad Pertengahan di Eropa, “kebiasaan” ini tetap berlanjut. Meski diletakkan di mana pun, arah jarum jam tetap ke kanan.

Sejarah Jam Tangan

Ada beberapa versi mengenai penemuan jam tangan. Salah satunya disebutkan oleh Bob Watches, yang menyebut bahwa jam tangan pertama kali dibuat oleh Abraham-Louis Breguet, seorang horologist Perancis, untuk Ratu Napolidi tahun 1810. Sementara itu, Govbergwatches mencatat bahwa jam tangan sebenarnya sudah diperkenalkan pada tahun 1570-an, meskipun desainnya masih berupa jam tangan berlengan.

Jam tangan pada awalnya menjadi fashion bagi wanita, sedangkan pria lebih suka menggunakan jam saku. Hal ini karena jam tangan mudah rusak, sehingga lebih menjadi tren bagi wanita. New York Times, yang mengutip Guinness World Records, menulis bahwa jam tangan awalnya dibuat oleh produsen jam asal Swiss, Patek Phillipe, pada tahun 1868.

Jam tersebut dibuat untuk Bangsawan wanita dari Hongaria Countess Koscowicz. Sementara itu, sejarah jam tangan laki-laki diperkirakan pertama kali dibuat oleh produsen jam tangan asal Swiss, Girard-Perregauz, pada tahun 1880. Produsen ini memasok jam tangan untuk angkatan laut di Kekaisaran Jerman pada Peang Boer. Pasokan jam tangan itu diberikan setelah seorang perwira melaporkan kesulitan penggunaan jam saku dalam mengatur waktu pemboman.

Lalu pada 1917, selama Perang Dunia I, tercipta jam tangan Tank Cartier yang diciptakan oleh Louis Cartier. Dia membuat jam tangan tersebut karena terinspirasi oleh tank Renault yang dia lihat saat menjadi tentara.

Selama Perang Dunia I, para tentara diminta mengenakan jam tangan agar serangan bisa dilakukan secara presisi. Awalnya, jam tangan pria tidak cukup populer. Bahkan tahun 1916, penggunaan jam tangan gelang dianggap lucu dan konyol. Barulah setelah Perang Dunia I berakhir, banyak tentara yang pulang menggunakan jam tangan yang kemudian pelan-pelan menjadi tren dan populer. Komersialisasi jam tangan pun muncul.

Desain yang Masih Populer

Jam tangan Tank Cartier adalah desain yang cukup populer hingga sekarang. Ia berbentuk kotak persegi panjang dengan ciri khas angka romawi di dalamnya.

Jam tangan ini kemudian banyak dipakai oleh para tokoh terkenal seperti John F. Kennedy maupun Princess Diana. Hingga saat ini, setidaknya ada 41 variasi dari jam tangan Tank Cartier.

Pada abad ke-20, jam tangan terus berevolusi, salah satunya adalah jam tangan bentuk parit yang lebih sering disebut dengan wristlets watch. Jam tangan ini juga berevolusi saat terjadinya perang darat, yang memiliki ciri latar belakang hitam dan jarum bercahaya.

Pada tahun 1950-an muncul jam tangan Rolex yang dikembangkan oleh Wilsdorf & Davis, yang tidak ditujukan untuk keperluan militer, namun untuk jam tangan yang bisa dipakai pria dan wanita.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *