Bocah Kelas 1 SD di Tarakan Sumpan Uang Tabungan untuk Baznas
Di tengah kesibukan anak seusianya yang sibuk membeli mainan atau jajanan, seorang bocah di Tarakan Kalimantan Utara justru memilih jalur berbeda. Ia memilih menabung recehan selama lebih dari satu tahun dalam sebuah celengan unik berbentuk tabung gas LPG 3 kilogram.
Bocah itu adalah Fadil Septian Harmoko, siswa kelas 1A SDN 002 Tarakan. Ia lahir pada 14 September 2018 dan merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasangan Nasrullah dan Nur Hakimah. Kebiasaan menabung ini sudah ia lakukan sejak usia sekitar 5 tahun 6 bulan, ketika masih duduk di bangku taman kanak-kanak.
Fadil mulai menabung dengan cara sederhana. Setiap kali mendapat uang kembalian jajan, pemberian orang tua, atau keluarga, ia akan memasukkan uang tersebut ke dalam celengan berbentuk tabung gas kecil. Bagi Fadil, uang itu bukan sekadar tabungan. Ia memiliki niat yang sudah dipikirkannya sejak lama, yaitu menyumbangkan seluruh isi celengan untuk membantu orang yang membutuhkan.
Niat mulianya muncul setelah ia menonton video donasi bencana di YouTube. Video tersebut menggambarkan bagaimana lembaga seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan bantuan kepada korban bencana. Dari situ, Fadil mulai bertanya-tanya apakah Baznas juga ada di Tarakan. Setelah mengetahui bahwa Baznas memang ada di sana, ia semakin antusias untuk menabung.
Tekad Fadil semakin kuat. Ia mulai mengumpulkan uang receh sedikit demi sedikit dengan sabar. Tidak ada target besar. Ia hanya ingin suatu saat nanti menyerahkan tabungannya kepada Baznas agar bisa membantu masyarakat yang membutuhkan.
Momen yang dinantikan itu akhirnya tiba pada malam yang sangat istimewa. Tepat pada 17 Ramadan kemarin, Fadil bersama orang tuanya datang ke kantor Baznas Tarakan. Dengan memeluk erat celengan berbentuk tabung LPG 3 kilogram itu, ia menyerahkan seluruh tabungannya untuk disedekahkan.
Saat celengan itu dibuka, koin dan lembaran uang kecil mulai keluar satu per satu. Petugas Baznas yang menghitungnya pun sempat terkejut. Total uang yang berhasil dikumpulkan bocah kecil tersebut mencapai Rp1.352.100. Jumlah itu berasal dari recehan yang dikumpulkan selama lebih dari satu tahun.
Bagi sebagian orang mungkin nilainya tidak terlalu besar. Namun bagi seorang anak seusia Fadil, itu adalah bukti ketekunan dan ketulusan yang luar biasa. Orang tuanya mengatakan, Fadil memang sudah terbiasa diajarkan untuk berbagi sejak kecil. Selain menabung, ia juga dikenal sebagai anak yang gemar membaca dan menggambar.
Di balik sikapnya yang sederhana, Fadil juga memiliki cita-cita besar. “Ia ingin menjadi anggota TNI,” kata Nasrullah, ayah Fadil.
Kisah Fadil menunjukkan bahwa kepedulian tidak harus menunggu dewasa atau memiliki harta melimpah. Dari sebuah celengan kecil berbentuk tabung gas 3 kilogram, lahir pelajaran besar tentang empati, kesabaran, dan keikhlasan berbagi.
Tabung gas kecil itu mungkin terlihat sederhana. Namun isi dan niat di baliknya berhasil menghadirkan kehangatan di malam Ramadan, sebuah pengingat bahwa kebaikan bisa dimulai dari siapa saja, bahkan dari seorang bocah kelas satu SD.












