Perubahan Sikap Rismon Sianipar dan Andi Azwan
Pertemuan antara Rismon Sianipar dan Andi Azwan yang sebelumnya penuh dengan perdebatan kini berubah menjadi suasana yang lebih akrab. Keduanya terlihat duduk bersama dan berdiskusi santai, termasuk membahas dugaan adanya penyokong dana di balik isu ijazah Joko Widodo.
Dalam perbincangan yang ditayangkan di kanal YouTube Catatan Andi Azwan, Rismon menyampaikan bahwa dirinya telah meminta penyidik Polda Metro Jaya untuk fokus mengusut pihak pendana di balik polemik tersebut. Ia menegaskan bahwa penyelesaian kasus ini tidak bisa hanya berhenti pada penyebaran informasi, tetapi harus mencari akar masalahnya.
“Saya sudah jelaskan kepada penyidik, kalau mau menyelesaikan kasus ini, selesaikan pendananya. Selesaikan aktor otak di belakangnya,” ujar Rismon.
Andi Azwan juga setuju dengan pernyataan tersebut. Menurutnya, ada indikasi adanya “bohir” atau pihak yang mendanai penyebaran isu tersebut. Dugaan ini didasarkan pada temuan yang ia ungkap dalam kanalnya.
Berbalik Sikap soal Ijazah Jokowi
Sebelumnya, Rismon Sianipar dikenal sebagai sosok yang meragukan keaslian ijazah Jokowi. Namun, kini ia menarik pernyataannya dan menegaskan bahwa ijazah tersebut asli. Ia juga mengaku merasa dimanfaatkan dalam polemik tersebut.
Ia menyebut dirinya sempat dijadikan alat politik yang bisa digunakan dan dibuang sewaktu-waktu. Rismon menyampaikan enam poin utama kepada penyidik, salah satunya adalah rasa dieksploitasi menjadi free political tool yang kapan saja bisa dibuang atau bahkan dipenjarakan.
Selain itu, ia juga menyentil dugaan adanya arahan kepada pihak tertentu, termasuk kuasa hukum dari kubu Roy Suryo, yang disebut-sebut menjalankan perintah dari aktor di balik isu tersebut.
Dari Cekcok ke Diskusi Santai
Hubungan antara Rismon dan Andi Azwan sebelumnya sempat memanas. Pada Agustus 2025, keduanya hampir terlibat adu fisik saat berdebat di sebuah program televisi swasta. Saat itu, Andi Azwan mempertanyakan kejanggalan ijazah Rismon dari Universitas Yamaguchi, yang memicu adu argumen sengit.
Situasi sempat memanas hingga keduanya harus dipisahkan oleh pembawa acara. Namun kini, ketegangan tersebut mereda dan berubah menjadi komunikasi yang lebih terbuka. Pertemuan terbaru keduanya menunjukkan perubahan dinamika, dari konflik terbuka menjadi diskusi bersama yang justru mengarah pada pengungkapan pihak-pihak yang diduga berada di balik polemik yang sempat ramai tersebut.
Momen Rismon Temui Jokowi di Solo
Ahli digital forensik Rismon Sianipar menyatakan bahwa ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, adalah asli setelah sebelumnya sempat meragukannya. Ia menegaskan perubahan kesimpulan tersebut merupakan hasil pengujian ulang yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Pernyataan itu disampaikan usai Rismon bertemu langsung dengan Jokowi di kediamannya di Solo, sebagai bagian dari proses penyelesaian kasus melalui mekanisme restorative justice. Dalam kesempatan itu, Rismon juga menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi dan publik.
“Kebenaran itu kadang-kadang menyakitkan,” ujar Rismon, seraya mengakui keputusannya berpotensi menuai kritik.
Dari hasil penelitian terbaru, Rismon menemukan bahwa dokumen ijazah memiliki watermark dan emboss yang konsisten, serta memastikan tidak adanya kejanggalan. Ia juga membandingkan dengan dokumen lain dan menyatakan temuannya semakin menguatkan keaslian ijazah tersebut.
Pertemuan antara Rismon dan Jokowi di Solo berlangsung hangat dan penuh keakraban.











