Uji Coba Car Free Day di Jembatan Ampera Mencuri Perhatian Warga Palembang
Pemkot Palembang kembali mencoba menghadirkan Car Free Day (CFD) di Jembatan Ampera, salah satu ikon kota yang penuh dengan sejarah. Pada Minggu (12/4/2026), uji coba ini berlangsung dari pukul 05.30 hingga 09.00 WIB, dengan rute yang meliputi Jalan Jenderal Sudirman (Pulau Pasar Cinde) – Jembatan Ampera – Jalan Mayjen Ryacudu (Simpang 4 Flyover Jakabaring). Area ini dimanfaatkan oleh warga untuk berolahraga dan menikmati suasana baru tanpa kendaraan.
Meski antusiasme warga terlihat tinggi, pelaksanaan CFD ini juga memicu protes dari masyarakat karena menyebabkan kemacetan di beberapa jalan alternatif yang menghubungkan kawasan Seberang Ilir dengan Seberang Ulu. Penutupan jalur selama 3,5 jam membuat sejumlah pengguna jalan merasa tidak nyaman.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyatakan bahwa uji coba CFD ini akan dievaluasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forkopimda Palembang. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan CFD masih dalam tahap uji coba dan perlu dilihat bagaimana dampaknya terhadap masyarakat.
“Besok kita rapat dengan seluruh pihak terkait sebagai bahan evaluasi. Pelaksanaan tadi pagi memang masih tahap uji coba,” kata Ratu Dewa kepada media.
Tujuan CFD: Menghidupkan Suasana Kota
Menurut Ratu Dewa, CFD direncanakan menjadi agenda rutin yang bertujuan untuk menghidupkan kembali suasana kota dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, berekreasi, serta menikmati hiburan. Dengan adanya CFD, diharapkan warga dapat lebih aktif dan menjaga kesehatan secara alami.
Di sisi lain, Asisten II Pemkot Palembang, Isnaini Madani, yang turut mengecek langsung pelaksanaan CFD, mengklaim bahwa uji coba berjalan lancar meskipun ada keluhan dari masyarakat terkait penutupan akses Jembatan Ampera selama kurang lebih 3 jam 30 menit. Ia menekankan bahwa sensasi olahraga di atas Jembatan Ampera tanpa kendaraan dinikmati oleh warga.
Isnaini, yang juga menjabat sebagai Plt. Kadis Pariwisata, berharap ikon Jembatan Ampera dalam CFD ini dapat mendatangkan wisatawan, baik dari luar Sumsel maupun luar negeri. Ia membandingkan dengan daya tarik kawasan Malioboro di Yogyakarta, di mana 60 persen wisatawan datang hanya ingin menikmati Car Free Night (CFN).
Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas
Untuk memastikan pengamanan selama pelaksanaan CFD, Pemkot Palembang melibatkan petugas gabungan dari kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satpol PP. Kepala Dishub Palembang, Agus Supriyanto, menyatakan bahwa pelaksanaan CFD dan CFN berjalan lancar dengan adanya rekayasa lalu lintas. Pihaknya menurunkan 100 personel untuk berjaga di beberapa titik penutupan.
Kendaraan dari arah Pasar Cinde dialihkan ke Jalan Kolonel Atmo dan bawah Jembatan Ampera. Begitu juga di Simpang Flyover Jakabaring, kendaraan tidak diperbolehkan masuk ke arah Jembatan Ampera.
Penolakan dari DPRD Palembang
Namun, pelaksanaan CFD di jalur vital ini mendapat penolakan dari pihak DPRD setempat. Mayoritas fraksi di DPRD Palembang menilai Jembatan Ampera adalah jalur utama aktivitas warga sehari-hari yang tidak seharusnya ditutup. Mereka telah mengusulkan agar CFD tetap dilaksanakan di Kambang Iwak sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Pihak DPRD berencana membahas masalah ini lebih lanjut untuk memberikan masukan kepada Pemkot Palembang agar ditemukan solusi bersama. Hal ini menjadi penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup warga.












