Baru! Bupati Tulungagung Ditangkap KPK, Ini Daftar Pejabat Lain yang Terjebak OTT

Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 yang Terjaring OTT KPK dan Menjadi Tersangka

Kasus korupsi di lingkungan pemerintahan daerah kembali menggemparkan masyarakat, setelah Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan. Hal ini menambah panjang daftar kepala daerah hasil Pilkada 2024 yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelumnya, sudah ada 10 kepala daerah yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo

Gatut ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring OTT KPK pada Jumat (10/4/2026). Dalam perkara ini, ia diduga memaksa para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tulungagung untuk menyetorkan uang dengan menggunakan surat pernyataan kesiapan mundur dari jabatan dan ASN tanpa mencantumkan tanggal. Dari setiap penambahan anggaran OPD, ia meminta uang hingga 50 persen. Total target pengumpulan uang mencapai Rp 5 miliar, dengan sekitar Rp 2,7 miliar telah terkumpul hingga penangkapan.

Selain itu, Gatut juga diketahui mengondisikan proyek pengadaan barang dan jasa agar rekanannya menang. Salah satu proyek yang dikondisikannya adalah pengadaan alat kesehatan RSUD Tulungagung.

Daftar Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK

Berikut adalah daftar kepala daerah yang terjaring OTT KPK dan menjadi tersangka:

  1. Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis

    Abdul Azis menjadi kepala daerah pertama yang ditangkap KPK. Ia terjaring OTT KPK pada 8 Agustus 2025. Dia diduga meminta fee sebesar 8 persen dari total nilai proyek pembangunan RSUD Kolaka Timur sebesar Rp 126,3 miliar.

  2. Gubernur Riau, Abdul Wahid

    Gubernur Riau Abdul Wahid ikut mengenakan rompi oranye KPK setelah terjaring OTT KPK pada 3 November 2025 terkait kasus dugaan pemerasan atau penerimaan hadiah di Pemprov Riau untuk tahun anggaran 2025.

  3. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko

    Sugiri Sancoko selaku Bupati Ponorogo, menjadi tersangka karena kasus suap jabatan Direktur RSUD Ponorogo dan proyek RSUD Ponorogo. Total uang suap yang telah diberikan Yunus kepada Sugiri sebesar Rp 1,25 miliar.

  4. Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya

    Setelah terjaring OTT pada 10 Desember 2025, Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penerimaan hadiah pengadaan barang dan jasa serta penerimaan lainnya di lingkungan Pemkab Lampung Tengah.

  5. Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang

    Pada 19 Desember 2025, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang terjaring OTT KPK dan telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap ijon proyek.

  6. Wali Kota Madiun, Maidi

    Wali Kota Madiun, Maidi terjaring OTT KPK atas kasus pemerasan dengan modus fee proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR), serta menerima gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.

  7. Bupati Pati, Sudewo

    Pada hari yang sama dengan Maidi, KPK juga mengumumkan Bupati Pati, Sudewo, sebagai tersangka atas dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Kabupaten Pati.

  8. Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq

    Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya di Pemkab Pekalongan TA 2023-2026.

  9. Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari

    Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap ijon proyek di Pemkab Rejang Lebong periode 2025-2026.

  10. Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman

    Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan untuk tunjangan hari raya (THR) Lebaran 2026 setelah terjaring OTT KPK pada Jumat (13/3/2026).


















Ulfa Nurul Imani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *