Pemogokan Buruh Starbucks di Brooklyn, Wali Kota New York yang Baru Ikut Turun ke Jalan
Wali Kota New York yang baru terpilih, Zohran Mamdani, yang berusia 34 tahun, turun langsung ke jalan untuk bergabung dengan ratusan pekerja Starbucks dalam aksi mogok kerja di Brooklyn. Aksi ini dilakukan oleh para pekerja untuk menuntut upah layak, peningkatan staf, dan jam kerja yang stabil, yang dimasukkan dalam kesepakatan bersama antara serikat pekerja dan manajemen.
Zohran Mamdani menegaskan bahwa pemerintah kota memiliki kewajiban moral untuk memastikan pekerja tidak terjebak dalam siklus upah stagnan, terlebih saat biaya hidup melonjak. Ia menyatakan bahwa New York adalah kota serikat, di mana para pekerja menjadi penggerak utama kota tersebut. Oleh karena itu, mereka harus mampu tinggal di kota yang mereka hidupi.
Pria yang lahir di Kampala, Uganda, ini juga memberikan orasinya di tengah demo buruh Starbucks. Ia mengatakan bahwa krisis perumahan, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta beban kerja meningkat menjadi alasan utama membuat banyak pekerja, khususnya sektor jasa, kesulitan memenuhi kebutuhan dasar meski bekerja penuh waktu.
Peran Keluarga dalam Dunia Politik Zohran Mamdani
Dunia politik Zohran Mamdani tidak lepas dari peran ayah dan ibunya. Ayahnya, Mahmood Mamdani, adalah seorang akademisi terkenal yang banyak menulis tentang kolonialisme dan kekaisaran. Ia lahir pada 1946 di Bombay (sekarang Mumbai), India, dan berasal dari orang tua Muslim Tanzania yang berasal dari Gujarat, India. Mahmood Mamdani pertama kali datang ke AS melalui program beasiswa, belajar di Universitas Pittsburgh pada tahun 1960-an, dan berpartisipasi dalam gerakan hak-hak sipil di Alabama. Ia kemudian melanjutkan studi di Tufts dan Universitas Harvard sebelum kembali ke Uganda. Di sana, ia bersama warga Asia Selatan lainnya, diusir pada 1972 oleh diktator Idi Amin.
Sementara itu, ibunya berasal dari India. Kehidupan keluarga Mamdani membentuk fondasi nilai-nilai sosial dan keadilan yang kemudian menjadi dasar perjuangan politiknya.
Pemogokan Massal di Starbucks: Tuntutan yang Tak Terpenuhi
Mogok massal oleh serikat pekerja Starbucks Workers United bukanlah pertama kalinya. Aksi serupa telah berlangsung berulang kali sejak gelombang awal unionisasi pada 2021. Para pekerja mulai menuntut upah layak, jam kerja stabil, dan lingkungan kerja aman. Selama tiga tahun terakhir, pemogokan tercatat terjadi puluhan kali, terutama setiap kali negosiasi kontrak antara serikat dan manajemen menemui jalan buntu.
Namun, aksi terbaru ini menjadi salah satu yang paling besar dan terkoordinasi. Pemogokan kali ini memengaruhi lebih dari 100 gerai Starbucks di seluruh Amerika Serikat. Dampaknya paling terasa di New York, pusat konsentrasi gerai dan basis kuat serikat. Sejumlah toko terpaksa menutup layanan lebih awal, membatasi transaksi, dan beroperasi dengan staf minimal.
Kaari Harsila, kapten pemogokan berusia 21 tahun, menjelaskan situasi di dalam toko selama ini semakin memburuk. Ia mengatakan para pekerja berulang kali menghadapi kekurangan staf, jam kerja yang tidak menentu, serta beban kerja meningkat tajam. Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak pegawai kelelahan meski perusahaan terus mencatat keuntungan besar.
Harsila menegaskan bahwa pekerja tetap terbuka untuk bernegosiasi. Ia menyampaikan bahwa serikat siap kembali ke meja perundingan kapan saja, asalkan Starbucks menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan kontrak yang lebih adil. Aksi mogok besar ini, kata Harsila, dilakukan bukan untuk mengganggu operasional perusahaan, tetapi untuk menekan manajemen agar segera merespons tuntutan para pekerja yang selama ini merasa diabaikan.
Zohran Mamdani: Wali Kota Muslim Pertama New York
Zohran Mamdani merupakan Wali Kota New York Muslim pertama. Awalnya, sosoknya dianggap sebagai underdog dalam persaingan wali kota. Perolehan suaranya pada Februari 2025 kurang dari satu persen. Namun, empat bulan kemudian, Mamdani memenangkan pemilihan pendahuluan dengan 56 persen suara. Perolehan suara itu didapatkan setelah menjalankan kampanye akar rumput yang sukses memobilisasi puluhan ribu orang untuk mengetuk lebih dari satu juta pintu di kota tersebut.
Kemenangan itu mengguncang status quo dengan menyingkirkan wali kota saat ini, Eric Adams. Tak hanya itu, Mamdani juga merebut pencalonan Demokrat untuk wali kota dari mantan Gubernur New York Andrew Cuomo. Sosok Andrew Cuomo merupakan bangsawan politik di New York. Ayah Andrew Cuomo, yakni Mario Cuomo, adalah salah satu gubernur New York yang paling terkenal.
Kombinasi kharisma Mamdani, video yang menarik, dan fokusnya dalam menjadikan Kota New York terjangkau bagi semua orang telah memikat imajinasi jutaan orang di New York dan seluruh dunia. Setelah kekalahan di pemilihan pendahuluan, Adams dan Cuomo mencalonkan diri melawan Mamdani sebagai kandidat independen. Namun, Adams kemudian menarik diri beberapa minggu lalu, memberikan kepada Cuomo yang didukung oleh elite New York, peluang lebih baik untuk menang pada tanggal 4 November.
Banyak pengamat meyakini, jika Mamdani terpilih, maka akan menjadi wali kota Muslim pertama di kota itu yang memegang jabatan sejak wali kota pertama menjabat pada 1665.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











