Bupati Mirwan MS Dipecat Gerindra Saat Aceh Dilanda Banjir

Kepala Daerah Aceh Selatan Dipecat Setelah Berangkat Umrah di Tengah Bencana

Pergi umrah di tengah bencana banjir yang melanda Aceh Selatan membuat Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, menjadi sorotan publik. Keputusan tersebut dianggap tidak menunjukkan empati dan tanggung jawab sebagai kepala daerah, sehingga memicu kritik luas dari masyarakat dan partai politik.

Peristiwa yang Memicu Kontroversi

Mirwan MS diketahui tetap berangkat ke Tanah Suci meski tidak mendapatkan izin dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Ia bersikeras untuk tetap melakukan ibadah umrah dengan alasan menunaikan nazar pribadi. Namun, tindakan ini dinilai tidak sesuai dengan situasi darurat yang sedang dialami oleh warga Aceh Selatan.

Kontroversi tersebut berbuntut panjang. Partai Gerindra, tempat Mirwan bernaung, mengambil langkah tegas terkait sikapnya. Bahkan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian turun tangan untuk menindaklanjuti masalah ini.

Penetapan oleh Partai Gerindra

Sekretaris Jenderal DPP Gerindra, Sugiono, menyatakan bahwa keputusan Mirwan MS sangat disayangkan. Ia menegaskan bahwa Partai Gerindra telah memberhentikan Mirwan MS dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Aceh Selatan.

“Oleh karena itu DPP Gerindra memutuskan untuk memberhentikan yang bersangkutan sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan,” tegas Sugiono.

Mirwan MS sebelumnya ditunjuk langsung oleh Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, pada 12 November 2024. Penunjukan itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Penetapan Pengurus DPC Gerindra Aceh Selatan Nomor: 11-0592/Kpts/DPP-GERINDRA/2024.

Tindakan Mendagri

Mendagri Tito Karnavian sampai turun tangan terkait polemik ini. Mantan Kapolri itu bahkan secara langsung menelepon Mirwan MS untuk memintanya pulang. Lewat sambungan seluler, Mirwan MS juga mengakui tidak ada izin dari Gubernur Aceh maupun Mendagri untuk umrah.

“Bapak Mendagri sudah telepon langsung, yang bersangkutan mengaku tidak ada izin Gubernur maupun Mendagri untuk umrah,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan kepada Tribunnews.com.

Benni menyoroti pentingnya sosok pemimpin hadir di tengah bencana. Ia mengingatkan wilayah Aceh Selatan terdampak banjir dan tanah longsor. “Kehadiran dan keberadaan kepala daerah sangat dibutuhkan di tengah-tengah warga masyarakatnya,” tegasnya.

Alasan Mirwan MS

Menanggapi dirinya yang menjadi sorotan karena umrah di tengah bencana banjir, Mirwan MS mengaku keberangkatannya ke Tanah Suci adalah untuk menunaikan nazar pribadi. Ia juga mengaku sudah turun langsung meninjau dampak banjir di Aceh Selatan, sebelum berangkat umrah.

“Sebelum saya berangkat, saya sudah turun langsung mengecek kondisi masyarakat terdampak banjir dan memastikan seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) bekerja sesuai alur komando.”

“Dari hasil koordinasi, situasi saat itu terkendali sehingga saya dapat menunaikan nazar saya untuk melaksanakan ibadah umrah,” jelas Mirwan dalam keterangannya, Jumat (5/12/2025).

Ia pun memastikan penanganan banjir tetap berlangsung efektif di bawah pengawasan komando posko dan OPD terkait.

Mirwan mengungkapkan ia akan kembali ke Indonesia pada Sabtu (6/12/2025). Jika sesuai rencana, ia sudah berada di Aceh Selatan pada Minggu (7/12/2025).

“Saya akan segera kembali ke Tanah Air pada 6 Desember 2025, dan insyaAllah pada hari Minggu sudah tiba kembali di Aceh.”

“Pemerintah daerah terus bekerja untuk memastikan penanganan dan pemulihan pascabencana berjalan lancar,” tutupnya.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *