Alasan Gubernur Hidayat Arsani Laporkan Batara Harahap ke Polda Bangka Belitung

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Melaporkan Aktivis ke Polisi

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, secara resmi melaporkan aktivis Batara Harahap ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Babel pada Senin (8/12/2025) sore. Laporan ini dibuat atas tuduhan pencemaran nama baik yang dilayangkan oleh Batara melalui media sosial TikTok, menuding Hidayat Arsani sebagai dalang yang membiayai aksi unjuk rasa di Kantor PT Timah pada 6 Oktober 2025 lalu.

Didampingi penasihat hukum, Hidayat Arsani menegaskan bahwa laporannya merupakan pembuktian bahwa tuduhan tersebut adalah fitnah, dan ia siap menuntut kebenaran hingga ke pengadilan. Ia menyatakan bahwa pencemaran nama baik dan penyebaran fitnah yang viral melalui media sosial atau teman dekatnya, termasuk tudingan bahwa dirinya seorang pecandu atau membiayai aksi demo tanggal 6 November 2025, tidak benar.

“Hari ini saya buktikan, bahwa saya seorang pejabat Gubernur sekaligus nama Hidayat Arsani. Membuktikan, melaporkan ke SPKT bahwa diri saya tidak benar dan saya Gubernur atau Hidayat Arsani seperti itu,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Batara Harahap pernah datang kepadanya sebelum demo dan meminta saran, namun ia hanya menyarankan agar demo dilakukan dengan cara yang sopan dan tidak anarkis. “Saya bilang mau demo silahkan. Sah-sah saja, tetapi tidak boleh anarkis,” ujarnya.

Hidayat Arsani meminta pihak Kepolisian Polda Bangka Belitung untuk memproses laporan yang ia buat terkait tudingan yang dilakukan oleh Batara Harahap melalui media sosial. Ia berharap proses hukum bisa berjalan lancar dan menunjukkan kebenaran. “Saya rasa cukuplah saya ini capek, mudah-mudahan orang ini bisa proses, hukum. Kita punya Polda, punya Kejaksaan, punya hakim. Kita berbaik, bermainlah di Pengadilan mana salah, mana yang benar,” katanya.

Menurut Hidayat, laporan ini ia buat karena ingin membuktikan tudingan yang diberikan oleh Batara Harahap melalui media sosial dan ingin fokus bekerja sebagai Gubernur Babel. Ia mengaku bahwa ia ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang jantelmen dan memiliki banyak pekerjaan untuk berbuat baik kepada rakyatnya. “Sebenarnya, saya tidak suka seperti ini, saya sudah berhenti tapi ini sudah menyangkut harga diri saya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hidayat mengungkapkan bahwa ada motif tertentu di balik unggahan video oleh Batara Harahap. Ia meminta awak media untuk melihat apa motif dari unggahan video tersebut. “Ya motifnya, ada motif biar kalian tahu motifnya apa. Menyerang pribadi, Kantor Timah kan hancur, pagar-pagarnya. Jangan saya dilibatkan itu, saya bilang demo silahkan tapi jangan anarkis, sopan, santun,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa jika ada kejadian merusak aset negara, akan diproses secara hukum. “Apakah saya salah sebagai Gubernur Bangka Belitung bicara soal itu, saya ingatkan hai saudara Batara. You (kamu) boleh demo, tapi You jangan anarkis dan setelah demo, selesai kita pulang dengan bubar. Jangan sampai ada kejadian yang negara yang dirugikan karena timah itu aset negara itu saja pesan saya,” kata Hidayat.

Hidayat menegaskan bahwa ia tidak akan memaafkan Batara Harahap atas tudingan yang ia unggah di media sosial TikTok dan sudah viral. “Tidak mudah maaf untuk kali ini, yang lain saya maafkan untuk Batara tidak maaf-maafkan. Saya ingin dia sekolah, dipenjarakan sana supaya dia sadar lagi untuk itu target saya. Kemana pun selama darah saya masih mengalir, saya akan tuntut ini kebenaran ini,” tegas Hidayat.

Terutama ia mengaku bukan pengecut, apalagi sudah difitnah membiayai kegiatan aksi demo di Kantor PT Timah 6 Oktober 2025 lalu. “Saya tidak pernah menjadi seorang pengecut, kalau saya mau kerja terang-terangan. Apalagi saya difitnah begini, saya pikir damai itu indah sebenarnya. Tapi ini beda kasusnya, semua damai itu indah dan ibadah berarti yang ini saya pikir sudahlah memang Jalan Allah, Jalan Tuhan biarkan proses hukum berjalan,” tegasnya.

Hidaya Arsani berada di gedung SPKT Polda Babel kurang lebih 1 jam atau keluar dari gedung SPKT sekitar pukul 15.50 WIB, yang sebelumnya tiba sekitar pukul 14.55 WIB setelah membuat laporan ia pun meninggalkan Mapolda dan kembali ke rumah.

Tanggapan Batara Harahap

Sementara itu, Batara Harahap menegaskan bahwa dirinya siap menghadapi proses hukum tersebut. Namun, bukannya mundur, ia justru siap melangkah lebih jauh hingga ke Pengadilan. Bahkan ia balik menantang dengan pernyataan keras dan siap membuka semua bukti. Karena dirinya memiliki dokumen dan rekaman percakapan yang disebutnya sebagai bukti atas pernyataannya.

“Biarlah tidak apa-apa. Saya pun ada barang bukti untuk di pengadilan. Saya akan bongkar semuanya,” kata dia ketika dihubungi, Senin (8/12/2025).

Menurut Batara, laporan polisi terhadap dirinya justru membuat ia semakin mantap untuk mengungkap seluruh informasi yang dimiliki. Jika dirinya ragu, ia mengaku tidak akan maju. Batara menyebut bahwa dirinya tidak keberatan apabila dipanggil penyidik Polda Kepulauan Bangka Belitung. Dirinya akan bersikap kooperatif dan datang memenuhi panggilan.

Namun, ia berharap persoalan ini tidak berlanjut hingga meja hijau. Justru Batara berharap Gubernur Hidayat Arsani bisa melakukan introspeksi diri dan menyadari apa yang telah dilakukan. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak berniat menciptakan kegaduhan publik. “Saya juga tidak mau membuat gaduh. Tetapi kalau sudah digas dilaporkan, mau bagaimana lagi,” tegas Batara.

Dirinya pun tetap mempertahankan pernyataan ihwal dugaan peran Gubernur di demo PT Timah. Dalam video TikTok yang menjadi dasar laporan tersebut, Batara menyebut Gubernur Hidayat Arsani berada di balik demonstrasi massa di PT Timah. Batara menegaskan bahwa pernyataan itu bukan fitnah, melainkan pengakuan atas kejadian yang ia alami.

“Terkait video saya yang viral di media sosial, di mana saya mengatakan Gubernur menjadi dalang demo di PT Timah tanggal 6 Oktober 2025, itu benar. Itu adalah cerita yang sebenarnya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa apabila Gubernur membantah pernyataan tersebut, hal itu merupakan hak Gubernur. Instruksi untuk melakukan aksi protes itu diberikan atas dasar kepedulian Gubernur terhadap situasi harga komoditas timah yang dibeli murah oleh perusahaan. Dari sana hatinya terketuk dan bergerak murni untuk masyarakat. Sementara kini Batara menilai kondisi di lapangan tidak sesuai ekspektasi.

Ia mengatakan harga timah yang mencapai Rp300.000 per SN 70 tidak dirasakan masyarakat, melainkan hanya menguntungkan segelintir pihak. Dirinya pun mengaku seperti dimanfaatkan dalam demo beberapa waktu lalu. Batara juga menyampaikan adanya dugaan ketidakwajaran terkait situasi pengelolaan timah. Ia mempertanyakan sikap Gubernur yang dinilainya tidak bersuara atas kondisi tersebut.

“Saya lihat Gubernur Bangka Belitung juga diam aja di sini. Ada apa ini banyak aroma kebusukan yang kucium,” ucapnya.

Guna mencegah isu berkembang liar di publik, Batara meminta DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memfasilitasi ruang klarifikasi terbuka melalui rapat dengar pendapat (RDP). Ia berencana menyampaikan seluruh bukti dan penjelasannya secara langsung di hadapan DPRD, media, dan publik. Batara mendesak dalam RDP itu DPRD bisa memanggil Gubernur Hidayat Arsani. Ia menyatakan kesediaannya bersumpah menggunakan Al-Qur’an apabila diperlukan dalam forum tersebut.

“Bila perlu nanti saya bawa Al-Qur’an saya bersumpah di situ,” pungkas Batara.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *